Tak Hanya Online, Brand BLP Beauty Berjualan Secara Offline

tak-hanya-online-brand-blp-beauty-berjualan-secara-offline-2025 (2).webp

Surabaya, StartFriday.Asia Di tengah gencarnya pertumbuhan brand digital, banyak yang mengira bisnis kecantikan cukup kuat jika hanya mengandalkan e-commerce dan media sosial. Namun, BLP Beauty justru membuktikan sebaliknya. Brand yang dikenal lahir dan tumbuh dari kekuatan komunitas digital ini kini memperluas langkahnya ke ranah offline.

Langkah ekspansi tersebut bukan sekadar mengikuti tren, melainkan bagian dari strategi membangun pengalaman brand yang lebih utuh. Setelah sukses memperkuat awareness melalui platform online, BLP Beauty mulai menghadirkan kehadiran fisik agar konsumen bisa berinteraksi langsung dengan produknya.

Keputusan ini menunjukkan bahwa strategi omnichannel masih menjadi pendekatan relevan di era digital. Online memberikan jangkauan luas, sementara offline menghadirkan pengalaman yang lebih personal dan emosional.

Lalu, apa yang membuat brand digital seperti BLP Beauty merasa perlu masuk ke kanal offline?

Dari Digital Native ke Pengalaman Fisik yang Lebih Nyata

Sebagai brand yang didirikan oleh beauty influencer Lizzie Parra, BLP Beauty awalnya dikenal kuat di media sosial. Komunitas yang terbentuk sejak awal menjadi fondasi utama pertumbuhan brand ini.

Namun, dalam industri kecantikan, pengalaman mencoba produk secara langsung memiliki peran besar dalam keputusan pembelian. Konsumen ingin melihat shade lip cream di kulit mereka sendiri, merasakan tekstur cushion, atau mencoba aroma produk sebelum membeli.

Kehadiran offline store atau pop-up booth memberikan ruang untuk pengalaman tersebut. Interaksi langsung dengan beauty advisor juga membantu membangun kedekatan yang tidak bisa sepenuhnya digantikan oleh layar smartphone.

Langkah ini menunjukkan bahwa transformasi digital bukan berarti meninggalkan kanal fisik, melainkan mengintegrasikannya untuk memperkuat brand experience.

Baca Juga: LUXCRIME COSMETICS & BEAUTY Bawa #LUXBAES ke Level Baru Lewat Inovasi

tak-hanya-online-brand-blp-beauty-berjualan-secara-offline-2025 (3).webp

Strategi Omnichannel untuk Memperluas Jangkauan

Masuk ke ranah offline bukan berarti meninggalkan kekuatan online. BLP Beauty tetap mempertahankan aktivasi digital sebagai penggerak utama traffic dan engagement. Media sosial tetap menjadi ruang storytelling dan edukasi produk.

Namun, kehadiran offline membantu memperluas segmentasi pasar. Tidak semua konsumen nyaman berbelanja secara online, terutama untuk kategori produk seperti kosmetik yang sangat personal.

Strategi omnichannel memungkinkan brand menjangkau dua tipe konsumen sekaligus: mereka yang convenience-driven dan mereka yang experience-driven. Integrasi ini menciptakan perjalanan konsumen yang lebih fleksibel.

Dengan pendekatan ini, brand dapat mengumpulkan insight dari dua kanal berbeda—data digital dari e-commerce dan feedback langsung dari toko fisik. Kombinasi ini memperkuat strategi bisnis secara menyeluruh.

Membangun Loyalitas Lewat Interaksi Langsung

Salah satu keuntungan terbesar dari kehadiran offline adalah membangun koneksi emosional. Saat konsumen datang langsung ke store, mereka tidak hanya membeli produk, tetapi juga merasakan atmosfer brand.

Event launching, meet and greet, atau sesi beauty class menjadi momen yang mempererat hubungan antara brand dan komunitasnya. Aktivitas seperti ini menciptakan pengalaman yang lebih memorable dibanding sekadar transaksi online.

Selain itu, kehadiran offline juga meningkatkan kredibilitas brand. Bagi sebagian konsumen, melihat brand memiliki toko fisik memberikan rasa aman dan kepercayaan lebih.

Langkah BLP Beauty ini menjadi contoh bahwa di era digital sekalipun, interaksi manusia tetap memiliki nilai tinggi. Brand yang mampu memadukan kekuatan online dan offline berpeluang membangun loyalitas yang lebih kuat dalam jangka panjang.

So, menurut Fripipel sendiri, apakah perlu untuk suatu brand membuka offline store juga untuk menerapkan strategi baru?

Kalau mau lebih banyak tau tentang informasi, bisa baca kumpulan artikel dari Start Friday Asia Brand and Business Strategy Consulting ya!

Baca Juga: Cara Tepat Bagi Brand Owner Untuk Menerapkan Brand Strategy

Frippel dapat menyiarkan ulang, menulis ulang, dan atau menyalin konten ini dengan mencantumkan sumber Startfriday.asia

Ketinggalan informasi bisa bikin kamu insecure, Frippel. Yuk, ikuti artikel terbaru Startfriday.asia dengan mengklik tombol bintang di Google News .

Previous
Previous

Personal Branding Darmawan Prasodjo Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara

Next
Next

Daftar Mall Berbagai Kota di Indonesia, Pernahkah Fripipel Kesini?