Company Profile PT Inter Delta Tbk, Kode Saham INTD, Investasi, Tren Pasar dan Insight Hari Ini Bagi Investor
Profil Singkat PT Inter Delta Tbk (INTD)
PT Inter Delta Tbk merupakan perusahaan yang bergerak dalam perdagangan dan distribusi produk fotografi serta produk pendukungnya. Kegiatan usaha perseroan mencakup kertas foto, film dan kamera, bahan kimia fotografi, peralatan pemrosesan foto, hingga produk lain yang berkaitan dengan industri fotografi dan elektronik.
Perusahaan berdiri pada 1976 dan mencatatkan sahamnya di BEI pada 1989. Dalam beberapa tahun terakhir, INTD menghadapi perubahan struktur pasar akibat perkembangan fotografi digital. Kondisi tersebut membuat perusahaan perlu mempertahankan bisnis yang masih memiliki permintaan sekaligus menyesuaikan portofolio produknya dengan perubahan kebutuhan konsumen.
Identitas Perusahaan
PT Inter Delta Tbk berkantor pusat di kawasan Sunter, Jakarta Utara. Perseroan memiliki kegiatan operasional di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Bandung, Surabaya, Semarang, Medan, dan Bali.
Bisnis INTD terbagi ke dalam beberapa kelompok pendapatan, yaitu photo printing paper, films and cameras, photo and paper chemicals, serta kategori lainnya. Struktur tersebut menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya mengandalkan satu jenis produk fotografi dalam menjalankan kegiatan usahanya.
Saham INTD Bergerak di Sektor Apa?
Saham INTD berkaitan dengan sektor perdagangan dan peralatan pendukung fotografi. Produk perseroan mencakup barang yang digunakan dalam proses pencetakan foto, kamera dan film, serta bahan kimia fotografi.
Segmen photo printing paper masih menjadi salah satu kontributor penting. Berdasarkan data 2025, segmen tersebut menghasilkan pendapatan sekitar Rp12,83 miliar, sedangkan films and cameras menyumbang sekitar Rp13,43 miliar. Hal ini menunjukkan bahwa bisnis INTD masih memiliki basis pendapatan dari produk fotografi fisik.
Komposisi Pemegang Saham
INTD memiliki jumlah saham beredar sekitar 591,8 juta lembar. Struktur kepemilikannya perlu diperhatikan investor karena karakter saham dengan kapitalisasi relatif kecil dapat memiliki volatilitas dan likuiditas yang berbeda dibandingkan emiten berkapitalisasi besar.
Dalam melihat INTD, investor juga perlu memperhatikan perkembangan kepemilikan publik serta perubahan transaksi pemegang saham utama. Komposisi pemegang saham menjadi salah satu faktor penting dalam menilai likuiditas dan potensi pergerakan saham di pasar.
| Pemegang Saham | Persentase Kepemilikan |
|---|---|
| Peak Aim Development Limited | 54,74% |
| Karna Brata Lesmana | 22,77% |
| Natasha Lesmana | 9,74% |
| Pemegang Saham < 5% - Non Warkat | 11,29% |
| Pemegang Saham < 5% - Warkat | 1,46% |
Tren Pasar dan Alasan Investor Melirik Saham INTD
Pada 2025, INTD mencatat pendapatan Rp36,23 miliar atau meningkat 15,88% dibandingkan 2024 sebesar Rp31,27 miliar. Namun, pertumbuhan pendapatan tersebut belum berhasil mengangkat perusahaan ke profitabilitas karena perseroan masih mencatat rugi bersih Rp2,44 miliar.
Memasuki semester pertama 2026, pendapatan INTD mencapai sekitar Rp16,9 miliar, turun dibandingkan Rp18,8 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Perseroan juga masih mencatat rugi bersih sekitar Rp1,4 miliar, sehingga pemulihan margin menjadi salah satu perhatian utama investor.
Peluang Pertumbuhan INTD
Peluang pertumbuhan INTD dapat berasal dari optimalisasi segmen yang masih memiliki permintaan, terutama produk kamera, film, kertas foto, dan kebutuhan pencetakan tertentu. Perusahaan juga memiliki pengalaman panjang dalam distribusi produk fotografi sehingga memiliki jaringan dan pengetahuan pasar yang telah terbentuk selama puluhan tahun.
Di sisi lain, kemampuan perusahaan mengendalikan biaya menjadi semakin penting. Ketika pertumbuhan penjualan belum konsisten, peningkatan efisiensi operasional dapat menjadi salah satu cara untuk memperbaiki margin dan mempercepat pemulihan profitabilitas.
Risiko dan Tantangan INTD
Tantangan terbesar INTD adalah perubahan struktural pada industri fotografi. Perkembangan kamera digital, smartphone, dan penyimpanan foto digital membuat permintaan terhadap sejumlah produk fotografi konvensional tidak lagi sebesar masa lalu.
Tekanan lain terlihat dari margin perusahaan. Pada 2025, laba kotor sekitar Rp5,45 miliar masih belum cukup untuk menutup biaya operasional sehingga perseroan mencatat rugi operasi sekitar Rp5,06 miliar. Kondisi ini menunjukkan bahwa peningkatan penjualan belum otomatis menghasilkan keuntungan.
Insight Hari Ini Bagi Investor
INTD menawarkan cerita investasi yang berbeda karena perusahaan memiliki sejarah panjang di industri fotografi, tetapi harus menghadapi perubahan teknologi dan pola konsumsi. Pertumbuhan pendapatan 2025 menunjukkan adanya pemulihan dibandingkan 2024, namun tekanan profitabilitas masih menjadi perhatian.
Investor dapat memantau pertumbuhan pendapatan per segmen, efisiensi biaya, kemampuan perusahaan memperbaiki EBITDA, dan perkembangan laba bersih. Selama perusahaan masih membukukan kerugian, prospek INTD sebaiknya dinilai berdasarkan kemampuan melakukan transformasi bisnis dan memperbaiki margin secara berkelanjutan.
Company Profile PT Nitrasanata Dharma Tbk, Kode Saham JECX, Investasi, Tren Pasar dan Insight Hari Ini Bagi Investor
Company Profile PT Tanah Laut Tbk, Kode Saham INDX, Investasi, Tren Pasar dan Insight Hari Ini Bagi Investor
Which of the following describes what you are primarily looking for in an opportunity?
Select One:

