Company Profile PT Indo Acidatama Tbk., Kode Saham SRSN, Investasi Tren Pasar Dan Insight Hari Ini Bagi Investor

PT Indo Acidatama Tbk (SRSN) merupakan produsen bahan kimia dasar berbasis agro yang dikenal sebagai salah satu produsen etanol dan asam asetat terkemuka di Indonesia. Perusahaan didirikan pada 7 Desember 1982 dengan nama PT Sarasa Nugraha, sebelum berganti nama menjadi PT Indo Acidatama Tbk pada Mei 2006 setelah proses backdoor listing oleh PT Indo Acidatama Chemical Industry.

Selain etanol dan asam asetat, perusahaan juga memproduksi etil asetat, pupuk organik hayati, methylated spirit, dan gas karbon dioksida. Produk-produk perusahaan dipasarkan dengan merek dagang seperti Pomi, Randex, Beka, dan Alfinas, dengan fasilitas manufaktur yang berlokasi di Karanganyar, kawasan Surakarta, Jawa Tengah.

Nama Perusahaan: PT Indo Acidatama Tbk
Kode Saham: SRSN
Sektor: Barang Baku – Sub Sektor: Kimia
Tanggal IPO: 11 Januari 1993
Alamat Kantor Pusat: Graha Kencana Lt. 9 Suite A, Jl. Raya Perjuangan No. 88, Jakarta Barat 11530
Website: www.acidatama.co.id

Saham SRSN Bergerak di Sektor Apa?

Saham SRSN tercatat di Bursa Efek Indonesia pada sektor Barang Baku dengan sub sektor Kimia, tepatnya pada industri bahan kimia dasar. Bisnis utama perusahaan adalah memproduksi dan menjual bahan kimia berbasis agro, dengan etanol sebagai produk andalan yang digunakan di berbagai industri mulai dari farmasi, kosmetik, hingga bahan bakar.

Perusahaan saat ini belum memiliki anak usaha yang dikonsolidasikan secara resmi, sehingga seluruh kegiatan operasional dan produksi dijalankan langsung oleh entitas induk. Struktur bisnis yang ramping ini membuat kinerja SRSN sangat bergantung pada permintaan produk kimia dasar dan pergerakan harga bahan baku berbasis agro.

Manajemen dan Pengurus Perusahaan

Berdasarkan informasi terbaru perusahaan, susunan pengurus PT Indo Acidatama Tbk (SRSN) terdiri dari:

Dewan Komisaris

Biantoro Setijo – Presiden Komisaris
Budhi Santoso – Wakil Presiden Komisaris
Budhi Hartono – Komisaris
Wymbo Widjaksono – Komisaris
FS Bahari Nusantara – Komisaris Independen
Stephanus Junianto – Komisaris Independen

Dewan Direksi

Budhi Moeljono – Presiden Direktur
Mulyadi Utomo Budhi Moeljono – Wakil Presiden Direktur
Wong Lukas Yoyok Nurcahya – Direktur
Nurdjono Kusumohadi – Direktur
Shelumiel Setijo – Direktur
Sharad Ganesh Ugrankar – Direktur

Pemilik dan Pengendali Saham SRSN

Struktur pemegang saham SRSN menunjukkan bahwa kendali perusahaan dipegang secara kolektif oleh keluarga pendiri, yaitu keluarga Budhi dan Setijo, baik secara langsung maupun melalui entitas investasi. PT Budhi Bersaudara Manunggal tercatat sebagai pemegang saham terbesar dengan kepemilikan sekitar 14,15%, disusul PT Kemiri Sarana Investama sekitar 13,61%.

Selain itu, sejumlah anggota direksi dan komisaris juga memiliki saham secara langsung, di antaranya Budhi Moeljono sekitar 10,5%, serta Budhi Hartono dan Budhi Santoso masing-masing sekitar 9,9%. Sisa kepemilikan saham dimiliki oleh publik dan investor ritel, yang jumlahnya terus bertambah belakangan ini.

Sekilas Sejarah PT Indo Acidatama Tbk

Perjalanan SRSN bermula pada 1982 sebagai PT Sarasa Nugraha, perusahaan tekstil dan garmen yang resmi melantai di bursa pada 11 Januari 1993 dengan melepas sekitar 29,41% sahamnya kepada publik pada harga penawaran Rp3.500 per saham. Setelah mengalami kesulitan keuangan pada awal 2000-an, perusahaan dimanfaatkan sebagai wahana backdoor listing oleh PT Indo Acidatama Chemical Industry pada 2005.

Pasca proses tersebut, perusahaan resmi berganti nama menjadi PT Indo Acidatama Tbk pada Mei 2006 dan beralih fokus sepenuhnya ke industri kimia dasar berbasis agro. Sejak itu, perusahaan terus mengembangkan kapasitas produksi etanol dan turunannya di fasilitas manufaktur Karanganyar untuk melayani kebutuhan industri nasional.

Status Perdagangan dan Kinerja Pasar Terbaru

Saham SRSN menarik perhatian pelaku pasar belakangan ini, ditandai dengan lonjakan jumlah pemegang saham sebesar 54,5% menjadi sekitar 13 ribu investor dalam laporan registrasi pemegang efek terbaru. Kenaikan minat investor ritel tersebut sejalan dengan penguatan harga saham yang cukup signifikan, didukung sentimen positif terkait rencana pemerintah menerapkan campuran bioetanol E10 pada bahan bakar.

Dari sisi kinerja, perusahaan mencatatkan laba sekitar Rp77,35 miliar sepanjang 2025 dan penjualan sekitar Rp239,53 miliar hingga Maret 2026. Perusahaan juga menjadwalkan pembagian dividen tunai pada Juni 2026, melanjutkan komitmennya untuk berbagi hasil usaha dengan para pemegang saham.

Tren Pasar dan Alasan Investor Mulai Melirik SRSN

Beberapa faktor yang membuat investor memperhatikan saham SRSN antara lain:

Potensi manfaat dari rencana penerapan bioetanol E10 oleh pemerintah.
Posisi sebagai salah satu produsen etanol dan asam asetat terkemuka di Indonesia.
Lonjakan jumlah pemegang saham ritel yang mencerminkan peningkatan minat pasar.
Pertumbuhan laba bersih yang tercatat positif sepanjang 2025.
Rekam jejak pembagian dividen tunai kepada pemegang saham.
Struktur kepemilikan yang stabil di bawah kendali keluarga pendiri.

Risiko dan Tantangan yang Perlu Diperhatikan Investor

Meski memiliki prospek yang menarik, terdapat beberapa risiko yang perlu menjadi perhatian investor:

Fluktuasi harga bahan baku agro seperti molase yang memengaruhi biaya produksi.
Ketergantungan pada realisasi kebijakan bioetanol pemerintah yang masih bersifat rencana.
Volatilitas harga saham yang tinggi akibat lonjakan minat investor ritel.
Persaingan dengan produsen etanol dan bahan kimia dasar lain, baik lokal maupun impor.
Ketergantungan operasional pada satu lokasi fasilitas produksi di Karanganyar.

Insight Hari Ini untuk Investor

Dari sisi fundamental, PT Indo Acidatama Tbk merupakan salah satu emiten kimia dasar tertua di Bursa Efek Indonesia dengan posisi yang kuat di segmen etanol dan asam asetat. Rencana pemerintah menerapkan bioetanol E10 berpotensi membuka peluang permintaan baru bagi produsen etanol nasional seperti SRSN.

Pertumbuhan laba yang konsisten serta lonjakan minat investor ritel menjadi katalis yang layak dipantau dalam jangka menengah, meski tetap perlu diimbangi dengan kewaspadaan terhadap volatilitas harga saham dan ketidakpastian realisasi kebijakan. Bagi investor yang mencari eksposur pada sektor kimia dasar dengan potensi katalis kebijakan energi, SRSN masih menjadi salah satu emiten yang layak masuk daftar pantauan investasi.

Kesimpulan

PT Indo Acidatama Tbk (SRSN) merupakan produsen etanol, asam asetat, dan bahan kimia berbasis agro dengan fasilitas manufaktur di Karanganyar, Jawa Tengah. Berbekal posisi yang kuat di industri kimia dasar, kinerja laba yang positif, serta potensi katalis dari rencana bioetanol E10 pemerintah, saham SRSN tetap menjadi salah satu emiten sektor barang baku yang menarik untuk dipertimbangkan oleh investor jangka menengah maupun jangka panjang, dengan tetap memperhatikan risiko volatilitas yang melekat.

Rian Kurniawan - Start Friday Asia Brand and Business Strategy Consulting

Helps Your Business Grow Meaningfully. Since 2012, we've been helping luxury and premium businesses, from boutique hotels to fashion brands, build strong identities and strategies that generate real growth. Now with AI powered insights for faster, more informed decisions.

https://startfriday.asia
Previous
Previous

Company Profile PT Saratoga Investama Sedaya Tbk., Kode Saham SRTG, Investasi Tren Pasar Dan Insight Hari Ini Bagi Investor

Next
Next

Company Profile PT Soraya Berjaya Indonesia Tbk., Kode Saham SPRE, Investasi Tren Pasar Dan Insight Hari Ini Bagi Investor