PT Inter-Delta Tbk (INTD) merupakan perusahaan perdagangan produk fotografi dan peralatan pencetakan yang berbasis di Jakarta Utara. Perusahaan didirikan pada 15 November 1976 dan berganti nama menjadi PT Inter Delta Tbk pada 2 Desember 1996, dengan sejarah panjang sebagai pemasok kebutuhan industri foto di Indonesia.
Produk perusahaan meliputi kertas foto, bahan kimia fotografi, peralatan pengolahan foto, film, mikrofilm, serta peralatan elektronik pendukung. Melalui anak usaha PT Fotomatic Jaya Industries, perusahaan juga menjalankan ritel kamera dan film serta jasa pemrosesan film, dengan kantor perwakilan di sejumlah kota besar seperti Surabaya, Semarang, Medan, Bandung, dan Makassar.
Nama Perusahaan: PT Inter-Delta Tbk
Kode Saham: INTD
Sektor: Barang Baku – Sub Sektor: Barang Baku (Kertas)
Tanggal IPO: 18 Desember 1989
Alamat Kantor Pusat: Jl. Gaya Motor Barat, Sunter II, Jakarta Utara 14330
Website: www.inter-delta.co.id
Saham INTD Bergerak di Sektor Apa?
Saham INTD tercatat di Bursa Efek Indonesia pada sektor Barang Baku di papan pengembangan, dengan bidang usaha utama perdagangan dan produk fotografi. Bisnis perusahaan terbagi dalam beberapa segmen, yaitu kertas cetak foto, film dan kamera, bahan kimia pemrosesan foto dan kertas, serta segmen lainnya.
Seiring bergesernya tren fotografi dari analog ke digital, skala bisnis fotografi konvensional mengalami tekanan struktural. Posisi perusahaan sebagai pemain lama di industri ini membuat kinerjanya sangat bergantung pada permintaan layanan cetak foto dan kebutuhan industri pendukungnya.
Manajemen dan Pengurus Perusahaan
Berdasarkan informasi terbaru perusahaan, susunan pengurus PT Inter-Delta Tbk (INTD) terdiri dari:
Dewan Komisaris
Fachrul Abdul Rachman – Komisaris Utama
Jessica Lesmana – Komisaris
Chris Jauri – Komisaris
Dewan Direksi
Hasan Efendi Liem – Direktur Utama
Kevin Wong – Direktur
Satriani Ligatsyah – Direktur
Rachmat Sumengkar – Direktur
Pemilik dan Pengendali Saham INTD
Struktur pemegang saham INTD menunjukkan bahwa pengendali utama perusahaan adalah Peak Aim Development Limited dengan kepemilikan sekitar 54,74%. Selain itu terdapat kepemilikan strategis oleh Karna Brata Lesmana sebesar 22,77% yang tercatat sebagai pengendali akhir, serta Natasha Lesmana sebesar 9,74%.
Sisa kepemilikan saham sekitar 12% hingga 13% dimiliki oleh publik dengan sekitar 925 pemegang rekening efek berdasarkan data laporan kepemilikan per April 2026. Struktur kepemilikan yang terkonsentrasi pada induk usaha dan keluarga pendiri membuat arah strategi perusahaan relatif ditentukan oleh pihak pengendali.
Sekilas Sejarah PT Inter-Delta Tbk
Perjalanan INTD bermula pada 1976 ketika perusahaan didirikan sebagai pemasok produk fotografi di Indonesia. Perusahaan resmi melakukan IPO di Bursa Efek Indonesia pada 18 Desember 1989 dengan menawarkan 1,25 juta saham pada harga penawaran Rp7.200 per saham.
Seiring waktu, perusahaan beberapa kali melakukan aksi korporasi seperti pembagian saham bonus, dividen saham, dan pemecahan saham hingga total saham beredar mencapai sekitar 591,83 juta lembar. Pada 2026, susunan pengurus perusahaan mengalami penyegaran dengan masuknya sejumlah nama baru pada jajaran komisaris dan direksi.
Status Perdagangan dan Kinerja Pasar Terbaru
Saham INTD merupakan salah satu emiten kecil di Bursa Efek Indonesia dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp160 hingga Rp210 miliar, dengan harga saham berada di kisaran Rp270 hingga Rp350 per lembar. Rasio harga terhadap laba tercatat negatif sekitar minus 39 kali, mencerminkan kondisi perusahaan yang belum mencatatkan laba bersih berkelanjutan.
Rasio harga terhadap nilai buku yang berada di atas 5 kali menunjukkan bahwa harga pasar relatif tinggi dibandingkan ekuitas perusahaan. Likuiditas perdagangan saham yang terbatas serta kinerja keuangan yang masih tertekan menjadi hal yang perlu dicermati investor.
Tren Pasar dan Alasan Investor Mulai Melirik INTD
Beberapa faktor yang menjadi sorotan investor terkait saham INTD antara lain:
Penyegaran susunan komisaris dan direksi pada 2026.
Sejarah panjang perusahaan sebagai pemasok produk fotografi sejak 1976.
Dukungan induk usaha Peak Aim Development Limited sebagai pemegang saham pengendali.
Jaringan kantor perwakilan di berbagai kota besar di Indonesia.
Anak usaha ritel dan pemrosesan film yang melengkapi rantai bisnis fotografi.
Kapitalisasi pasar yang kecil sehingga sensitif terhadap pergerakan harga.
Risiko dan Tantangan yang Perlu Diperhatikan Investor
Mengingat kondisi perusahaan saat ini, terdapat sejumlah risiko yang perlu menjadi perhatian investor:
Pergeseran industri dari fotografi analog ke digital yang menekan permintaan kertas foto dan film.
Rasio harga terhadap laba negatif yang menunjukkan kinerja laba belum berkelanjutan.
Valuasi harga terhadap nilai buku yang relatif tinggi.
Likuiditas saham terbatas dengan porsi publik sekitar 12% hingga 13%.
Konsentrasi kepemilikan pada induk usaha dan pemegang saham pengendali akhir.
Insight Hari Ini untuk Investor
Dari sisi fundamental, PT Inter-Delta Tbk merupakan pemain lama di industri produk fotografi yang menghadapi tantangan struktural akibat digitalisasi. Jaringan distribusi dan pengalaman panjang menjadi aset, namun kinerja laba dan arah transformasi bisnis masih perlu dibuktikan.
Perkembangan strategi manajemen baru, kinerja segmen non-fotografi, serta perbaikan profitabilitas menjadi hal yang layak dipantau investor dalam jangka menengah. Artikel ini bersifat informatif sebagai profil perusahaan, dan investor disarankan merujuk pada keterbukaan informasi resmi Bursa serta berkonsultasi dengan penasihat keuangan sebelum mengambil keputusan.
Kesimpulan
PT Inter-Delta Tbk (INTD) merupakan perusahaan perdagangan produk fotografi yang berdiri sejak 1976 dan dikendalikan oleh Peak Aim Development Limited bersama Karna Brata Lesmana. Dengan jaringan distribusi nasional, penyegaran manajemen 2026, namun tantangan digitalisasi dan kinerja laba yang belum stabil, saham INTD menjadi emiten kecil yang perlu dicermati investor dengan kehati-hatian dan pemantauan perkembangan korporasi secara berkala.

