Company Profile PT Kapuas Prima Coal Tbk., Kode Saham ZINC, Investasi Tren Pasar Dan Insight Hari Ini Bagi Investor

PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC) merupakan perusahaan pertambangan dan logam dasar yang berbasis di Jakarta Utara dengan operasi tambang di Kalimantan Tengah. Perusahaan didirikan pada 12 Juli 2005 dan fokus pada eksplorasi serta produksi mineral, termasuk bijih besi, galena, konsentrat timbal, dan konsentrat seng.

Area konsesi pertambangan perusahaan mencakup sekitar 5.569 hektare di Kabupaten Lamandau, Provinsi Kalimantan Tengah. Perusahaan juga mengembangkan strategi hilirisasi melalui fasilitas pemurnian atau smelter untuk meningkatkan nilai tambah produk, dengan jumlah karyawan sekitar 200 hingga 250 orang.

Nama Perusahaan: PT Kapuas Prima Coal Tbk
Kode Saham: ZINC
Sektor: Barang Baku – Sub Sektor: Logam & Mineral
Tanggal IPO: 16 Oktober 2017
Alamat Kantor Pusat: Ruko Elang Laut Boulevard Blok A No. 32-33, Jl. Pantai Indah Selatan I, Jakarta Utara 14470
Website: www.kapuasprima.co.id

Saham ZINC Bergerak di Sektor Apa?

Saham ZINC tercatat di Bursa Efek Indonesia pada sektor Barang Baku dengan sub sektor Logam & Mineral, tepatnya pada industri pertambangan logam dasar. Bisnis utama perusahaan adalah penambangan, pengolahan, dan perdagangan mineral logam, khususnya seng, timbal, dan perak, di samping bijih besi.

Meski memiliki wilayah konsesi yang luas, kinerja keuangan perusahaan dalam beberapa tahun terakhir mengalami tekanan akibat kerugian dan kewajiban obligasi yang berulang kali tertunda. Kondisi tersebut menjadikan posisi ZINC berbeda dari emiten pertambangan yang aktif diperdagangkan dengan kinerja stabil.

Manajemen dan Pengurus Perusahaan

Berdasarkan informasi terbaru perusahaan, susunan pengurus PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC) terdiri dari:

Dewan Komisaris

Sim Antony – Komisaris Utama
Kioe Nata – Komisaris
Drs. Bambang Ghiri Arianto, SE, MBA, MH – Komisaris Independen

Dewan Direksi

Harjanto Widjaja – Direktur Utama
Hendra Susanto William – Direktur Keuangan
Evelyne Kioe – Direktur Pengembangan Bisnis
Padli Noor – Direktur Independen

Pemilik dan Pengendali Saham ZINC

Struktur pemegang saham ZINC menunjukkan bahwa pengendali perusahaan adalah Sim Antony yang juga menjabat Komisaris Utama dengan kepemilikan sekitar 14,4%. Selain itu terdapat kepemilikan strategis oleh Kioe Nata sebesar 12,3%, Budimulio Utomo sebesar 10,1%, PT Sarana Inti Selaras sebesar 9,8%, Haroen Soedjatmiko sebesar 9,6%, dan William sebesar 9,2%.

Sisa kepemilikan saham sekitar 34,6% dimiliki oleh masyarakat. Struktur kepemilikan yang cukup tersebar di antara beberapa pemegang saham besar ini membuat pengambilan keputusan strategis perusahaan melibatkan beberapa pihak berpengaruh sekaligus.

Sekilas Sejarah PT Kapuas Prima Coal Tbk

Perjalanan ZINC bermula pada 2005 sebagai perusahaan tambang yang awalnya berfokus pada batu bara dan kemudian mengembangkan bisnis logam dasar. Perusahaan resmi melakukan IPO di Bursa Efek Indonesia pada 16 Oktober 2017 dengan harga penawaran Rp140 per saham dan melepas sekitar 550 juta saham.

Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan beberapa kali menunda pembayaran obligasi tahun 2018, antara lain pada Desember 2023 dan Februari 2025, yang masing-masing berujung suspensi sementara oleh Bursa. Pada awal 2026, perusahaan menyampaikan laporan keuangan yang memperoleh opini tidak memberikan pendapat (disclaimer) dari akuntan publik dua tahun berturut-turut.

Status Perdagangan dan Kinerja Pasar Terbaru

Saham ZINC saat ini berstatus suspensi di seluruh pasar Bursa Efek Indonesia sejak 2 April 2026, setelah laporan keuangan tahun 2025 memperoleh opini disclaimer untuk kedua kalinya berturut-turut. Bursa kembali melanjutkan suspensi pada 5 Mei 2026 karena saham ZINC telah berada di Papan Pemantauan Khusus lebih dari satu tahun sejak 6 Mei 2025.

Harga terakhir saham tercatat sekitar Rp30 per lembar dengan kapitalisasi pasar nominal sekitar Rp757,5 miliar, yang bersifat indikatif karena saham tidak dapat diperdagangkan. Perusahaan juga melaporkan kerugian sekitar Rp252 miliar dan tidak membagikan dividen kepada pemegang saham pada periode terakhir.

Tren Pasar dan Perkembangan yang Perlu Dicermati Investor ZINC

Beberapa perkembangan yang menjadi sorotan investor terkait saham ZINC antara lain:

Suspensi perdagangan seluruh pasar sejak 2 April 2026 yang masih berlanjut.
Opini tidak memberikan pendapat (disclaimer) dua kali berturut-turut atas laporan keuangan tahun 2024 dan 2025.
Status Papan Pemantauan Khusus yang telah berlangsung lebih dari satu tahun sejak Mei 2025.
Riwayat penundaan pembayaran obligasi tahun 2018 pada Desember 2023 dan Februari 2025.
Kerugian sekitar Rp252 miliar dan tidak adanya pembagian dividen.
Upaya hilirisasi melalui pengembangan fasilitas pemurnian logam.

Risiko dan Tantangan yang Perlu Diperhatikan Investor

Mengingat kondisi perusahaan saat ini, terdapat sejumlah risiko serius yang perlu menjadi perhatian investor:

Saham tidak dapat diperdagangkan selama masa suspensi dan baru dapat ditransaksikan setelah ada keputusan Bursa.
Opini disclaimer yang menunjukkan keterbatasan keyakinan atas kewajaran laporan keuangan perusahaan.
Keraguan atas kelangsungan usaha akibat riwayat gagal bayar obligasi dan kerugian.
Potensi tindakan lanjutan Bursa terhadap emiten yang lama berada di Papan Pemantauan Khusus.
Fluktuasi harga komoditas logam dasar yang memengaruhi nilai produksi dan pendapatan.

Insight Hari Ini untuk Investor

Dari sisi fundamental, PT Kapuas Prima Coal Tbk memiliki aset konsesi tambang dan rencana hilirisasi yang menarik secara potensi, namun kondisi keuangan dan tata kelola pelaporan perusahaan masih menjadi tantangan utama. Opini disclaimer dua tahun berturut-turut serta status suspensi menunjukkan perlunya perbaikan signifikan sebelum saham dapat kembali diperdagangkan secara normal.

Kemajuan penyelesaian kewajiban obligasi, perbaikan laporan keuangan, serta keputusan lanjutan Bursa menjadi hal yang layak dipantau pemegang saham dalam jangka menengah. Artikel ini bersifat informatif sebagai profil perusahaan, dan investor disarankan merujuk pada keterbukaan informasi resmi Bursa serta berkonsultasi dengan penasihat keuangan sebelum mengambil keputusan.

Kesimpulan

PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC) merupakan perusahaan pertambangan logam dasar dengan konsesi di Kalimantan Tengah yang saat ini berstatus suspensi sejak April 2026 dan berada di Papan Pemantauan Khusus. Dengan riwayat penundaan pembayaran obligasi, opini disclaimer dua tahun berturut-turut, dan kerugian yang berlanjut, ZINC menjadi emiten yang perlu dicermati investor dengan kehati-hatian dan pemantauan perkembangan korporasi secara berkala.

Rian Kurniawan - Start Friday Asia Brand and Business Strategy Consulting

Helps Your Business Grow Meaningfully. Since 2012, we've been helping luxury and premium businesses, from boutique hotels to fashion brands, build strong identities and strategies that generate real growth. Now with AI powered insights for faster, more informed decisions.

https://startfriday.asia
Next
Next

Company Profile PT Wijaya Karya Beton Tbk., Kode Saham WTON, Investasi Tren Pasar Dan Insight Hari Ini Bagi Investor