PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) merupakan perusahaan induk media terintegrasi yang berbisnis dengan nama VIVA Group dan menjadi bagian dari Bakrie Group. Perusahaan didirikan pada 8 November 2004 dengan nama PT Semesta Kolina, kemudian berganti nama menjadi PT Visi Media Asia setelah diambil alih oleh kelompok usaha Bakrie pada 2006 dan mulai menjalankan bisnis media secara efektif pada 2007.
Melalui anak-anak usahanya, perusahaan mengoperasikan stasiun televisi siaran gratis ANTV dan tvOne, portal berita VIVA.co.id, serta platform media digital dan layanan streaming. Perusahaan juga menaungi PT Intermedia Capital Tbk dan sejumlah entitas pendukung bidang konsultasi manajemen dan pengelolaan properti perkantoran.
Nama Perusahaan: PT Visi Media Asia Tbk
Kode Saham: VIVA
Sektor: Barang Konsumen Non-Primer – Sub Sektor: Media & Hiburan
Tanggal IPO: 21 November 2011
Alamat Kantor Pusat: Wisma Bakrie 2 Lt. 4, Jl. H.R. Rasuna Said Kav. B-1, Jakarta Selatan 12920
Website: www.vivagroup.co.id
Saham VIVA Bergerak di Sektor Apa?
Saham VIVA tercatat di Bursa Efek Indonesia pada sektor Barang Konsumen Non-Primer dengan sub sektor Media & Hiburan, tepatnya pada industri penyiaran. Bisnis utama perusahaan adalah menyediakan konten berita, olahraga, dan gaya hidup melalui konvergensi platform penyiaran, online, dan mobile.
Pendapatan perusahaan terutama bersumber dari penjualan slot iklan di stasiun televisi ANTV dan tvOne, ditambah kontribusi dari portal berita dan layanan digital. Pada akhir 2021, perusahaan mengoperasikan 83 stasiun transmisi yang tersebar di seluruh Indonesia untuk menjangkau pemirsa nasional.
Manajemen dan Pengurus Perusahaan
Berdasarkan informasi terbaru perusahaan, susunan pengurus PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) terdiri dari:
Dewan Komisaris
Ilham Akbar Habibie – Presiden Komisaris
Omar Luthfi Anwar – Komisaris
Djoko Setiotomo – Komisaris
Setyanto Prawira Santosa – Komisaris Independen
Dewan Direksi
Anindya Novyan Bakrie – Presiden Direktur
Anindra Ardiansyah Bakrie – Wakil Presiden Direktur
Arief Yahya – Direktur
Jastiro Abi – Direktur
M. Sahid Mahudie – Direktur
Neil R. Tobing – Direktur
Pemilik dan Pengendali Saham VIVA
Struktur pemegang saham VIVA menunjukkan bahwa pengendali utama perusahaan adalah PT Bakrie Global Ventura, dengan total kepemilikan sekitar 39,84% per Mei 2026 yang tercatat melalui beberapa rekening kustodian dan kepemilikan langsung. Selain itu terdapat sejumlah pemegang saham institusi yang memegang di atas 5%, antara lain Banque Pictet sekitar 5,74%, OL Master Limited sekitar 5,50%, dan UBS AG Hong Kong sekitar 5,03%.
Sisa kepemilikan saham sekitar 51% dimiliki oleh publik dari total sekitar 16,46 miliar saham yang beredar. Sebagian pemegang saham institusi, termasuk OL Master Limited, tercatat melakukan divestasi sebagian porsi kepemilikannya dalam beberapa periode terakhir.
Sekilas Sejarah PT Visi Media Asia Tbk
Perjalanan VIVA bermula pada 2004 ketika perusahaan didirikan dengan nama PT Semesta Kolina, kemudian diambil alih oleh kelompok usaha Bakrie dan resmi bernama Visi Media Asia pada 2006. Bisnis perusahaan berkembang pesat setelah akuisisi Lativi pada 2007 yang kemudian bertransformasi menjadi tvOne, dan pada 2010 perusahaan menguasai hampir seluruh saham tvOne.
Perusahaan resmi mencatatkan sahamnya melalui IPO di Bursa Efek Indonesia pada 21 November 2011 dengan harga penawaran Rp300 per saham. Pada Februari 2024, VIVA dan beberapa anak usahanya sempat berstatus PKPU sementara atas permohonan salah satu kreditor, namun perusahaan menyatakan kegiatan operasional tidak terpengaruh.
Status Perdagangan dan Kinerja Pasar Terbaru
Saham VIVA merupakan salah satu saham media dengan harga di level puluhan rupiah di Bursa Efek Indonesia, dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp790 miliar pada September 2026. Harga saham tercatat naik signifikan dibandingkan sekitar Rp11 per saham pada pertengahan 2025, dengan volume perdagangan harian yang cukup aktif.
Perusahaan menyatakan akan memperkuat fokus pada bisnis digital bersama anak usahanya, dan RUPST terakhir menyetujui penambahan Djoko Setiotomo sebagai komisaris. Perkembangan restrukturisasi utang, perubahan pengurus, serta pergerakan saham yang volatil menjadi sorotan investor dalam menilai prospek perusahaan.
Tren Pasar dan Alasan Investor Mulai Melirik VIVA
Beberapa faktor yang membuat investor memperhatikan saham VIVA antara lain:
Kepemilikan dua stasiun televisi nasional, yaitu ANTV dan tvOne.
Penguatan bisnis digital melalui portal VIVA.co.id dan layanan streaming.
Kenaikan harga saham yang signifikan dibandingkan pertengahan 2025.
Dukungan Bakrie Group sebagai pengendali dan pemilik jaringan bisnis media.
Divestasi sebagian saham oleh pemegang saham institusi yang menarik perhatian pasar.
Penyegaran susunan komisaris dalam RUPST terakhir.
Risiko dan Tantangan yang Perlu Diperhatikan Investor
Meski menunjukkan aktivitas pasar yang tinggi, terdapat beberapa risiko yang perlu menjadi perhatian investor:
Riwayat status PKPU sementara pada 2024 yang mencerminkan tekanan kewajiban keuangan.
Harga saham yang berada di level sangat rendah sehingga sangat volatil.
Persaingan ketat dengan platform streaming dan media digital global.
Penurunan belanja iklan televisi konvensional di tengah perubahan kebiasaan menonton.
Konsentrasi kepemilikan pada pengendali dan sejumlah pemegang saham institusi besar.
Insight Hari Ini untuk Investor
Dari sisi fundamental, PT Visi Media Asia Tbk merupakan salah satu grup media konvergensi dengan aset penyiaran besar melalui ANTV dan tvOne, namun masih bergulat dengan tantangan struktur keuangan dan perubahan lanskap industri media. Penguatan bisnis digital menjadi arah strategis untuk menyesuaikan diri dengan pergeseran konsumsi konten.
Perkembangan restrukturisasi kewajiban, kinerja iklan, dan realisasi strategi digital menjadi hal yang layak dipantau investor dalam jangka menengah. Artikel ini bersifat informatif sebagai profil perusahaan, dan investor disarankan merujuk pada keterbukaan informasi resmi Bursa serta berkonsultasi dengan penasihat keuangan sebelum mengambil keputusan.
Kesimpulan
PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) merupakan perusahaan induk media terintegrasi di bawah Bakrie Group dengan portofolio stasiun televisi ANTV dan tvOne serta platform digital VIVA. Dengan aset media yang kuat, strategi penguatan bisnis digital, namun masih menghadapi tantangan keuangan dan volatilitas saham, VIVA menjadi emiten sektor media yang perlu dicermati investor dengan kehati-hatian dan pemantauan perkembangan korporasi secara berkala.

