PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOMF), yang dikenal sebagai WOM Finance, merupakan perusahaan pembiayaan konsumen yang menjadi bagian dari kelompok usaha Maybank Indonesia. Perusahaan didirikan pada 23 Maret 1982 dengan nama PT Jakarta Tokyo Leasing yang berfokus pada pembiayaan sepeda motor merek Honda, kemudian berganti nama menjadi PT Wahana Ottomitra Multiartha pada 2000.
Seiring waktu, perusahaan memperluas layanan pembiayaan ke berbagai merek sepeda motor Jepang lain, mobil baru dan bekas, serta pembiayaan investasi, modal kerja, dan multiguna. Perusahaan juga menyediakan layanan pembiayaan berbasis prinsip syariah melalui sebagian kantor cabangnya, dengan jaringan lebih dari 180 kantor cabang di seluruh Indonesia.
Nama Perusahaan: PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk
Kode Saham: WOMF
Sektor: Keuangan – Sub Sektor: Jasa Pembiayaan
Tanggal IPO: 13 Desember 2004
Alamat Kantor Pusat: Altira Office Tower Lt. 32, 33, 35, Jl. Yos Sudarso Kav. 85, Sunter Jaya, Tanjung Priok, Jakarta Utara 14350
Website: www.wom.co.id
Saham WOMF Bergerak di Sektor Apa?
Saham WOMF tercatat di Bursa Efek Indonesia pada sektor Keuangan dengan sub sektor Jasa Pembiayaan, tepatnya pada industri pembiayaan konsumen. Kegiatan usaha utama perusahaan meliputi pembiayaan investasi, pembiayaan modal kerja, pembiayaan multiguna, dan pembiayaan syariah yang diawasi oleh OJK.
Per Maret 2025, perusahaan memiliki satu kantor pusat dan 181 kantor cabang, termasuk 46 kantor cabang yang beroperasi berdasarkan prinsip syariah. Dengan sekitar 2.100 karyawan, perusahaan termasuk salah satu perusahaan pembiayaan konsumen terbesar di Indonesia dengan basis nasabah yang luas.
Manajemen dan Pengurus Perusahaan
Berdasarkan hasil RUPST 2026, susunan pengurus PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOMF) terdiri dari:
Dewan Komisaris
Steffano Ridwan – Presiden Komisaris
Thilagavathy Nadason – Komisaris
Taufik Aulia – Komisaris
Sarastri Baskoro – Komisaris Independen
Rallyati Arianto Wibowo – Komisaris Independen
Dewan Direksi
Cincin Lisa Hadi – Direktur
Hendrik Progo – Direktur
Paulus Cholot Janala – Direktur
Pemilik dan Pengendali Saham WOMF
Struktur pemegang saham WOMF menunjukkan bahwa pengendali utama perusahaan adalah PT Bank Maybank Indonesia Tbk dengan kepemilikan sekitar 67,49%. Selain itu terdapat kepemilikan strategis oleh PT Wahana Makmur Sejati sebesar 25,01%, sementara sisanya sekitar 7,50% dimiliki oleh masyarakat.
Maybank Indonesia mulai masuk sebagai pemegang saham pada 2005 dengan mengakuisisi sekitar 43% saham perusahaan, kemudian meningkatkan porsinya hingga menjadi pemegang saham mayoritas. Dengan porsi saham publik yang kecil, arah strategi bisnis WOMF sangat selaras dengan kebijakan induk perbankannya.
Sekilas Sejarah PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk
Perjalanan WOMF bermula pada 1982 sebagai PT Jakarta Tokyo Leasing yang melayani pembiayaan sepeda motor Honda, kemudian bertransformasi menjadi PT Wahana Ottomitra Multiartha pada 2000. Perusahaan resmi melakukan IPOdi Bursa Efek Indonesia pada 13 Desember 2004 dengan harga penawaran Rp700 per saham.
Pada 2005, perusahaan menjadi bagian dari kelompok usaha Maybank Indonesia, yang kemudian mendukung ekspansi jaringan dan layanan pembiayaan perusahaan. Pada RUPLB 2024 dan RUPST 2026, pemegang saham menetapkan perubahan susunan komisaris dan direksi untuk memperkuat pengawasan dan tata kelola.
Status Perdagangan dan Kinerja Pasar Terbaru
Saham WOMF merupakan salah satu emiten pembiayaan konsumen berkapitalisasi kecil hingga menengah di Bursa EfekIndonesia dengan nilai pasar sekitar Rp975 miliar pada 2026. Pada tahun buku 2025, perusahaan membukukan total aset sebesar Rp7,37 triliun atau tumbuh 6,08% secara tahunan, dengan laba sebesar Rp142,55 miliar.
Perusahaan juga aktif menggalang pendanaan melalui penerbitan obligasi berkelanjutan di pasar modal domestik. Dengan porsi saham publik hanya sekitar 7,5%, likuiditas perdagangan saham WOMF relatif terbatas dibandingkan emiten pembiayaan lainnya.
Tren Pasar dan Alasan Investor Mulai Melirik WOMF
Beberapa faktor yang membuat investor memperhatikan saham WOMF antara lain:
Dukungan penuh Maybank Indonesia sebagai pemegang saham pengendali.
Pertumbuhan total aset sebesar 6,08% menjadi Rp7,37 triliun pada 2025.
Laba tahun buku 2025 sebesar Rp142,55 miliar.
Jaringan lebih dari 180 kantor cabang termasuk cabang syariah.
Akses pendanaan melalui penerbitan obligasi berkelanjutan.
Pemisahan unit pembiayaan konvensional dan syariah yang memperluas segmen pasar.
Risiko dan Tantangan yang Perlu Diperhatikan Investor
Meski memiliki dukungan induk yang kuat, terdapat beberapa risiko yang perlu menjadi perhatian investor:
Risiko kredit macet pada portofolio pembiayaan kendaraan dan multiguna.
Persaingan ketat dengan perusahaan pembiayaan lain dan bank dalam segmen kendaraan bermotor.
Sensitivitas terhadap suku bunga dan biaya pendanaan dari perbankan serta pasar obligasi.
Porsi saham publik yang kecil sehingga likuiditas perdagangan terbatas.
Ketergantungan pada permintaan kendaraan bermotor dan kondisi daya beli masyarakat.
Insight Hari Ini untuk Investor
Dari sisi fundamental, PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk merupakan salah satu perusahaan pembiayaan konsumen dengan rekam jejak lebih dari empat dekade dan dukungan penuh Maybank Indonesia. Pertumbuhan aset dan laba pada 2025 menunjukkan kinerja yang tetap terjaga di tengah persaingan industri pembiayaan.
Perkembangan kualitas aset pembiayaan, biaya dana, dan penetrasi pembiayaan syariah menjadi hal yang layak dipantau investor dalam jangka menengah. Bagi investor yang mencari eksposur pada sektor pembiayaan konsumen dengan dukungan grup perbankan, WOMF masih menjadi salah satu emiten yang layak masuk daftar pantauan investasi, dengan tetap memperhatikan keterbatasan likuiditas saham.
Kesimpulan
PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOMF) merupakan perusahaan pembiayaan konsumen dengan jaringan lebih dari 180 kantor cabang yang dikendalikan oleh Maybank Indonesia dengan kepemilikan sekitar 67,5%. Berbekal dukungan induk perbankan, pertumbuhan aset dan laba yang terjaga, serta akses pendanaan melalui obligasi, saham WOMF tetap menjadi salah satu emiten sektor jasa pembiayaan yang menarik untuk dipertimbangkan oleh investor jangka menengah maupun jangka panjang.

