Bantu Masyarakat Melek Keuangan, Ternak Uang Hadirkan Platform Edukasi Modern

Di dirikan oleh tiga orang founder, meliputi Timothy Ronald (CMO), Raymond Chin (CEO), dan Felicia Tjiasaka (CPO), mereka bersepakat untuk meluncurkan aplikasi Ternak Uang yang bertujuan sebagai platform edukasi untuk memberikan informasi lebih luas mengenai pendidikan di bidang keuangan khususnya terkait investasi. Tak tanggung-tanggung, meski baru meluncur aplikasi ini membawa misi mencetak 10 juta investor di Indonesia. Cukup berbeda dengan platform serupa lainnya, Ternak Uang memfokuskan targetnya kepada para generasi muda terutama kalangan millenial dan Gen Z. Dengan alasan itulah, platform ini kemudian melakukan pendekatan melalui fitur-fitur yang didesain dan dikembangkan secara relevan dan modern untuk generasi muda dalam menghadapi isu finansial.

pexels-photo-6801874.jpeg

Beberapa fitur yang tersedia dalam aplikasi Ternak Uang diantaranya Ternak Uang Acamedy yang menyajikan modul materi dan recorded class yang diperbarui setiap minggu. Topik-topik yang dibahas cukup beragam, mulai dari customer goods, behavioral finance, financial analysis, saham, hingga cara membaca laporan keuangan. Selain itu Ternak Uang juga menyuguhkan layanan komunitas dan analisis saham, guna memudahkan pengguna dalam memustuskan investasinya.

Fitur Kelas Interaktif sendiri merupakan kelas interaktif yang dilakukan bersama para ahli dibidangnya seperti keuangan asuransi, saham, sekuritas, crypto, banking, saham, personal finance, IPOT, dan laporan keuangan. Pelatihan disediakan mulai dari level beginner sampai intermediate. Untuk fitur Watchlist Saham Pilihan, didalamnya berisi analisa mendalam tentang profil, potensi, analisis fundamental, dan valuasi dari emiten saham pilihan. Selain itu ada banyak fitur-fitur lainnya seperti Ternak Uang Hotline, dan Insight. Ternak Uang ingin menjembatani antara calon investor ke manajemen investor. Misi mereka adalah mengedukasi para calon investor untuk memilih investasi yang benar sesuai dengan pemasukan yang mereka miliki saat ini.

Ternak Uang sendiri diprakarsai oleh anak-anak muda di bawah 30 tahun. Hal ini menjadi sebuah keunggulan tersendiri untuk jeli menangkap isu keuangan yang relevan dan menarik bagi anak muda lainnya. Ternak Uang juga menyadari adanya kebutuhan untuk menyajikan materi secara ringkas dan menggunakan bahasa yang mudah dipahami agar dapat menjangkau generasi muda secara luas. Apalagi pengaruh pandemi ini membuat masyarakat yang akhirnya mulai paham dan melek literasi keuangan. Mereka juga sudah paham pentingnya memiliki manajemen keuangan khusus mulai dari dana darurat hingga investasi.

Ternak Uang sendiri kini sudah tersedia pada Play Store dan App Store, layanan Ternak Uang dapat diakses secara premium dengan biaya berlangganan mulai dari Rp 125.000/bulan. Nantinya seluruh materi yang disampaikan menggunakan bahasa Indonesia, agar mudah dipahami dan menjangkau generasi muda secara luas. Untuk mempercepat pertumbuhan bisnis dan awareness lebih luas kepada target pengguna, Ternak Uang juga membuka kolaborasi lebih luas dengan start-up hingga institusi finansial terkait.

Frippel dapat menyiarkan ulang, menulis ulang, dan atau menyalin konten ini dengan mencantumkan sumber Startfriday.asia

Ketinggalan informasi bisa bikin kamu insecure, Frippel. Yuk, ikuti artikel terbaru Startfriday.asia dengan mengklik tombol bintang di Google News .

Why You Can Trust Start Friday Asia

Sebagai firma konsultasi strategi brand dan bisnis berskala internasional, Start Friday Asia Brand and Business Strategy Consulting mengintegrasikan kekuatan data analitik yang presisi dengan intuisi kreatif yang progresif untuk membedah secara global sekitar 50 juta merek atau bisnis baru yang lahir dari berbagai negara setiap tahunnya. Setiap rekomendasi strategis kami disusun melalui riset pasar lintas budaya yang mendalam dan validasi pakar industri global, memastikan bahwa setiap solusi yang kami berikan bukan sekadar tren sesaat, melainkan langkah bisnis berbasis fakta yang aman, kredibel, dan mampu memenangkan persaingan di pasar global.

Previous
Previous

Perlukah Bisnis Kuliner Menggunakan Social Media Sebagai Strategi Pemasaran?

Next
Next

Manfaatkan TikTok Untuk Strategi Marketingmu