Begini Cara H&M Mempertahankan Popularitasnya di Industri Fashion
Surabaya, Start Friday Asia — H&M mempertahankan popularitasnya di industri fashion dengan menggabungkan harga yang relatif terjangkau, kemampuan merespons tren, jaringan global, penjualan online dan offline, serta investasi berkelanjutan pada produk dan pengalaman pelanggan.
Strategi tersebut membuat H&M tidak hanya mengandalkan jumlah toko. Pada tahun buku 2024, H&M Group mencatat penjualan bersih sebesar SEK234,478 miliar, dengan sekitar 30% penjualan berasal dari kanal online. Pada periode yang sama, perusahaan juga mengoperasikan 4.253 toko secara global.
Bagi Fripipel, perjalanan H&M menunjukkan bahwa mempertahankan popularitas bukan berarti terus melakukan strategi yang sama. Sebaliknya, sebuah brand perlu terus memperbaiki produk, membaca perubahan konsumen, dan menyesuaikan cara pelanggan menemukan serta membeli produknya.
Apa Strategi Utama yang Membuat H&M Tetap Relevan?
H&M mempertahankan popularitasnya melalui kombinasi antara desain, harga, dan skala bisnis. Sejak awal, ide bisnis perusahaan adalah membuat fashion dan desain dapat diakses oleh lebih banyak orang tanpa harus mengorbankan nilai desain. Prinsip tersebut masih menjadi fondasi strategi H&M hingga sekarang.
Namun, popularitas H&M tidak hanya dibangun melalui harga. H&M terus berusaha memperbarui koleksi dan meningkatkan relevansi produk agar sesuai dengan perubahan tren. Dalam laporan tahun buku 2024, H&M menyatakan bahwa perusahaan meningkatkan respons terhadap tren dan relevansi produk, terutama pada kategori pakaian wanita.
Strategi tersebut menunjukkan bahwa produk menjadi pusat dari keberlangsungan sebuah fashion brand. Konsumen dapat mengenal H&M melalui nama besarnya, tetapi keputusan pembelian tetap dipengaruhi oleh apakah koleksi yang ditawarkan terasa menarik dan relevan.
Beberapa fondasi utama strategi H&M adalah:
Menghadirkan desain yang mengikuti perkembangan tren.
Menawarkan berbagai kategori produk dalam satu ekosistem.
Menjaga harga agar tetap kompetitif.
Memperbarui koleksi dan penawaran produk.
Menggabungkan toko fisik dengan kanal digital.
Bagi Fripipel, pelajarannya adalah popularitas sebuah brand perlu didukung oleh produk yang terus memberikan alasan kepada konsumen untuk kembali.
Siapa yang Menggerakkan Strategi dan Perubahan H&M?
H&M Group saat ini dipimpin oleh tim manajemen yang bertanggung jawab terhadap arah strategis perusahaan. Daniel Ervér menjadi CEO H&M Group pada 2024, setelah sebelumnya menjabat sebagai CEO brand H&M. Perubahan kepemimpinan tersebut menjadi bagian dari fase baru perusahaan dalam memperkuat bisnis intinya.
Dalam laporan tahun buku 2024, Ervér menekankan fokus perusahaan untuk meningkatkan hal-hal yang memberikan dampak terbesar bagi pelanggan, termasuk produk, pengalaman belanja, dan pembangunan brand.
Namun, keberhasilan perusahaan global tentu tidak hanya bergantung pada satu pemimpin. H&M Group mengandalkan organisasi besar yang mencakup pengembangan produk, rantai pasok, pemasaran, teknologi, operasional toko, dan kanal digital.
Data resmi H&M Group terbaru mencatat sekitar 130.000 karyawan secara global pada 2025. Skala sumber daya manusia tersebut memperlihatkan bahwa mempertahankan popularitas brand global membutuhkan sistem dan koordinasi yang besar.
Bagi Fripipel, pelajarannya adalah:
Strategi membutuhkan kepemimpinan yang jelas.
Produk membutuhkan tim yang memahami pasar.
Pertumbuhan membutuhkan sistem yang dapat berkembang.
Pengalaman pelanggan melibatkan banyak fungsi bisnis.
Brand yang besar tetap membutuhkan fokus terhadap konsumen.
Mengapa Kemampuan Beradaptasi Menjadi Penting bagi H&M?
Industri fashion bergerak cepat. Selera konsumen, teknologi, kanal penjualan, dan tren dapat berubah dalam waktu singkat. Karena itu, brand yang mempertahankan strategi yang sama terlalu lama berisiko kehilangan relevansi.
H&M menunjukkan upaya adaptasi melalui perubahan pada produk, rantai pasok, dan pengalaman pelanggan. Dalam laporan 2024, perusahaan menjelaskan upaya memperpendek proses pengembangan produk, meningkatkan kemampuan memprediksi permintaan, memperluas kapasitas nearshoring, serta meningkatkan penggunaan teknologi RFID.
Strategi tersebut penting karena kemampuan merespons pasar bukan hanya bergantung pada tim pemasaran. Sebuah tren baru tidak akan memberikan manfaat jika perusahaan tidak mampu menerjemahkannya menjadi produk yang tersedia pada waktu yang tepat.
Bagi Fripipel, kemampuan adaptasi dapat dilakukan melalui:
Memantau perubahan kebutuhan konsumen.
Mempercepat proses pengambilan keputusan.
Menggunakan data untuk memahami permintaan.
Mengevaluasi produk yang kurang relevan.
Memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan efisiensi.
Popularitas H&M dapat dipertahankan karena perusahaan terus berusaha menyesuaikan sistem bisnisnya dengan perubahan pasar, bukan hanya mengubah desain produknya.
Baca juga : Keunikan Brand Tulola Jewelry dalam Mengangkat Warisan Budaya Indonesia
Kapan H&M Mulai Beradaptasi untuk Mempertahankan Popularitasnya?
H&M mulai membangun fondasi bisnisnya sejak tahun 1947 ketika Erling Persson membuka toko pertama di Västerås, Swedia. Pada awalnya, toko tersebut bernama Hennes, yang berarti “miliknya” atau merujuk pada perempuan, karena produk yang dijual berfokus pada pakaian wanita. Seiring waktu, H&M berkembang dengan memperluas kategori produk dan mengubah identitas bisnisnya menjadi lebih luas.
Perubahan penting terjadi pada tahun 1968 ketika Hennes mengakuisisi Mauritz Widforss, sebuah toko yang menjual perlengkapan berburu dan pakaian pria. Dari sinilah nama Hennes & Mauritz atau H&M mulai digunakan. Keputusan tersebut menjadi salah satu contoh bagaimana sebuah brand dapat berkembang dengan menyesuaikan portofolio produknya terhadap peluang pasar.
Dalam perkembangannya, H&M terus melakukan penyesuaian terhadap perubahan perilaku konsumen. Ketika e-commerce mulai berkembang pesat, H&M tidak hanya mengandalkan toko fisik, tetapi juga memperkuat kanal digital. Perubahan ini semakin penting ketika konsumen mulai terbiasa mencari informasi, membandingkan produk, hingga melakukan pembelian melalui platform online.
Bagi Fripipel, perjalanan H&M menunjukkan bahwa popularitas sebuah brand tidak bisa hanya bergantung pada satu strategi yang berhasil di masa lalu. Brand perlu memahami kapan waktu yang tepat untuk mempertahankan strategi lama dan kapan harus melakukan perubahan.
Beberapa momen penting dalam perkembangan H&M antara lain:
1947: toko Hennes pertama dibuka di Västerås, Swedia.
1968: H&M terbentuk setelah akuisisi Mauritz Widforss.
1998: H&M mulai memperluas kehadiran digital melalui online shopping.
2004: H&M memperkenalkan strategi kolaborasi dengan desainer terkenal.
2020-an: fokus semakin berkembang pada integrasi toko fisik, digital, dan keberlanjutan.
Di Mana H&M Membangun dan Mempertahankan Popularitas Brand-nya?
Popularitas H&M tidak hanya dibangun di satu negara. Brand ini berkembang dari Swedia menuju berbagai pasar internasional melalui jaringan toko fisik dan kanal digital. Kehadiran global menjadi bagian penting dari strategi H&M karena setiap pasar memiliki karakter konsumen, tren fashion, dan kebiasaan belanja yang berbeda.
Toko fisik tetap menjadi salah satu ruang penting bagi H&M untuk membangun hubungan dengan konsumen. Di dalam toko, pelanggan tidak hanya melihat produk secara digital, tetapi dapat mencoba pakaian, merasakan material, dan memahami koleksi secara langsung. Pengalaman tersebut membantu memperkuat hubungan antara produk dan identitas brand.
Namun, H&M juga memahami bahwa persaingan tidak lagi terjadi hanya di pusat perbelanjaan. Persaingan kini berlangsung di berbagai kanal digital, mulai dari situs e-commerce, aplikasi, media sosial, hingga platform komunikasi digital lainnya. Karena itu, kehadiran H&M perlu tetap relevan di tempat konsumen mencari inspirasi maupun melakukan transaksi.
Strategi omnichannel menjadi semakin penting dalam kondisi tersebut. Artinya, pengalaman pelanggan di toko fisik dan kanal digital perlu saling terhubung. Konsumen dapat menemukan produk melalui satu kanal, mencari informasi melalui kanal lain, lalu menyelesaikan pembelian sesuai dengan preferensi mereka.
Bagaimana H&M Mempertahankan Popularitasnya di Industri Fashion?
H&M mempertahankan popularitasnya dengan menggabungkan beberapa strategi, bukan hanya mengandalkan harga atau tren. Salah satu kekuatannya adalah kemampuan untuk terus memperbarui koleksi dan menghadirkan produk yang mengikuti perubahan selera konsumen. Dalam industri fashion yang bergerak cepat, kecepatan membaca pasar menjadi faktor yang sangat penting.
Strategi berikutnya adalah memperkuat identitas H&M sebagai brand yang menyediakan fashion dengan jangkauan pasar luas. Berbagai kategori produk memungkinkan H&M menjangkau kebutuhan konsumen yang beragam, mulai dari pakaian sehari-hari hingga koleksi yang lebih mengikuti tren tertentu. Diversifikasi tersebut membantu brand memiliki lebih banyak titik interaksi dengan pelanggan.
Kolaborasi juga menjadi bagian penting dari strategi popularitas H&M. Sejak menjalankan kolaborasi dengan Karl Lagerfeld pada 2004, H&M terus menggunakan kerja sama dengan desainer, kreator, dan figur kreatif sebagai cara menghadirkan perhatian baru terhadap brand. Strategi ini membuat H&M dapat menghubungkan identitas mass marketdengan nilai kreativitas dan eksklusivitas tertentu.
Data & Statistik
| Indikator | Keterangan | Tahun | Fokus | Target | Keunggulan | Strategi |
|---|---|---|---|---|---|---|
| H&M | Brand fashion global | 1947 | Fashion terjangkau | Pasar massal | Brand heritage | Fashion & value |
| Global | 81 pasar toko | 2025 | Ekspansi internasional | Konsumen global | Jangkauan luas | Omnichannel |
| Toko | 3.660 toko H&M | 2025 | Retail fisik | Pelanggan offline | Pengalaman langsung | Optimasi portofolio |
| Digital | 61 pasar online | 2025 | E-commerce | Konsumen digital | Belanja fleksibel | Integrasi kanal |
| Penjualan | SEK 200 miliar | 2025 | Pertumbuhan bisnis | Pasar global | Skala besar | Perkuat penawaran |
| Kolaborasi | 20+ tahun | 2004–2025 | Fashion & kreativitas | Fashion enthusiast | Brand excitement | Designer collaboration |
| Warisan | Hampir 80 tahun | 1947–2026 | Brand heritage | Lintas generasi | Global recognition | Adaptasi berkelanjutan |
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
-
H&M mempertahankan popularitas melalui kombinasi produk yang mengikuti tren, harga yang relatif terjangkau, jaringan global, serta pengembangan kanal online dan offline.
-
H&M menargetkan konsumen fashion yang luas, terutama pelanggan yang ingin mengikuti tren dengan pilihan produk yang lebih mudah dijangkau.
-
Karena industri fashion berubah dengan cepat. Inovasi membantu H&M menyesuaikan produk, pengalaman belanja, dan strategi bisnis dengan perubahan kebutuhan konsumen.
-
H&M didirikan pada tahun 1947 dan terus berkembang secara internasional selama beberapa dekade hingga menjadi salah satu perusahaan fashion retail global.
-
H&M memperkuat kehadirannya melalui toko fisik dan kanal online di berbagai pasar internasional, sehingga konsumen dapat berinteraksi dengan brand melalui berbagai touchpoint.
-
H&M mempertahankannya melalui adaptasi terhadap tren, pengembangan omnichannel, kolaborasi kreatif, optimalisasi jaringan toko, dan penyesuaian strategi terhadap perubahan perilaku konsumen.
Ingin Brand Strategy Fripipel Seadaptif Brand Global Seperti H&M?
Di tengah persaingan industri fashion yang bergerak cepat, produk berkualitas saja belum cukup untuk mempertahankan perhatian konsumen. Dibutuhkan strategi branding yang mampu mengikuti perubahan tren, memahami kebutuhan pasar, serta membangun pengalaman pelanggan yang konsisten di berbagai touchpoint, seperti yang terus dilakukan H&M sebagai salah satu pemain fashion retail global.
Jika Fripipel ingin:
Membangun identitas brand yang kuat dan relevan dengan perubahan pasar.
Mengikuti tren tanpa kehilangan karakter dan positioning brand.
Meningkatkan pengalaman pelanggan melalui kanal online dan offline.
Menciptakan diferensiasi di tengah persaingan industri fashion yang cepat berubah.
Memperkuat loyalitas pelanggan melalui pengalaman brand yang konsisten.
Mengembangkan strategi branding yang adaptif untuk mendukung pertumbuhan bisnis jangka panjang.
Maka Fripipel membutuhkan strategi branding yang terintegrasi.
Saatnya produk Fripipel tidak hanya dikenal, tetapi juga menjadi pilihan utama di pasar.
Start Friday Asia Brand & Business Strategy Consulting membantu brand berkembang melalui:
Branding & positioning strategy
Website dan landing page berbasis SEO
Content strategy yang relevan dengan tren
Digital campaign untuk meningkatkan exposure
Pastikan brand Fripipel tampil bersama Start Friday Asia Brand & Business Strategy Consulting. Integrasikan layanan Business Consulting sertaBrand Strategy Consulting untuk menciptakan Product Branding yang lebih kuat dan kompetitif.
Baca juga:

