Indonesia Emas 2045, Start Friday Asia Brand & Business Strategy Consulting Deklarasi Branding Berbasis AI
Surabaya, StartFriday.Asia — Pembelajaran berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kini semakin relevan untuk diterapkan di berbagai bidang, mulai dari bisnis, branding, hingga pengembangan sumber daya manusia. Artificial Intelligence tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga memungkinkan personalisasi dan peningkatan kualitas pembelajaran secara signifikan.
Pendekatan ini diterapkan langsung oleh Start Friday Asia Brand & Business Strategy Consulting, yang secara resmi mendeklarasikan diri sebagai organisasi AI Friendly, atau yang secara internal dikenal dengan sebutan Fripipel berbasis Artificial Intelligence. Deklarasi ini menjadi langkah strategis Start Friday Asia Brand & Business Strategy Consulting dalam menjawab kebutuhan dunia industri dan pendidikan yang terus bertransformasi.
Komitmen Start Friday Asia dalam Integrasi AI
Direktur Start Friday Asia Brand & Business Strategy Consulting, Rian Kurniawan, menjelaskan bahwa Artificial Intelligence akan diintegrasikan ke seluruh program bisnis dan campaign yang dijalankan, baik yang berbasis IT maupun non-IT. Menurutnya, Artificial Intelligence tidak diposisikan sebagai sekadar alat tambahan, melainkan sebagai bagian dari sistem kerja dan pembelajaran.
“Tentu dengan kedalaman Artificial Intelligence yang berbeda-beda. Diharapkan nantinya peserta internship bisa membangun dan menggunakan generative AI untuk seluruh program, meskipun tingkat kompleksitasnya akan disesuaikan,” jelas Rian. Pendekatan ini memungkinkan peserta internship memahami Artificial Intelligence tidak hanya dari sisi penggunaan, tetapi juga dari sisi strategi dan penerapan nyata di dunia bisnis dan branding.
Baca Juga: 10 Skills Every Team Should Build by 2026
AI sebagai Media Pembelajaran Praktis dan Simulatif
Pemanfaatan Artificial Intelligence di Start Friday Asia Brand & Business Strategy Consulting tidak berhenti pada otomasi pekerjaan. Teknologi ini juga digunakan sebagai sarana pembelajaran berbasis simulasi dan interaksi. Mahasiswa dapat belajar melalui role-playing berbasis Artificial Intelligence, simulasi brand campaign, hingga pengambilan keputusan strategis di lingkungan virtual.
Dengan model ini, proses belajar menjadi lebih kontekstual dan aplikatif. Peserta tidak hanya menerima teori, tetapi langsung mempraktikkan keterampilan yang dibutuhkan di industri, mulai dari analisis brand, strategi komunikasi, hingga eksekusi kampanye digital menggunakan Artificial Intelligence. Pendekatan ini dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara dunia akademik dan dunia kerja yang semakin menuntut adaptasi cepat.
Efisiensi Biaya dan Akselerasi Kreativitas
Sementara itu, Kristin, perwakilan dari tim Start Friday Asia Brand & Business Strategy Consulting, menambahkan bahwa penggunaan Artificial Intelligence juga berdampak langsung pada efisiensi biaya dan waktu. Dengan bantuan Artificial Intelligence, proses kreatif seperti pembuatan logo, desain materi promosi, hingga jingle brand dapat dilakukan lebih cepat dan terjangkau.
“Artificial Intelligence membuat proses belajar dan produksi menjadi lebih murah dan lebih cepat. Ini penting agar peserta internship bisa fokus pada strategi dan ide, bukan hanya pada keterbatasan teknis,” ungkap Kristin. Namun demikian, Start Friday Asia Brand & Business Strategy Consulting menekankan bahwa Artificial Intelligence tetap berfungsi sebagai alat bantu, bukan pengganti kreativitas manusia.
Menyiapkan Talenta Adaptif untuk Era AI
Tujuan utama dari inisiatif Artificial Intelligence Friendly ini adalah menyiapkan generasi muda yang mampu beradaptasi dengan perkembangan Artificial Intelligence secara kritis dan bertanggung jawab. Start Friday Asia Brand & Business Strategy Consulting berkomitmen menghadirkan berbagai kegiatan edukatif, pelatihan, dan seminar yang membahas Artificial Intelligence dari sisi teknis, strategis, hingga etis.
Kristin menegaskan bahwa Artificial Intelligence akan memberikan dampak maksimal hanya jika digunakan oleh individu yang memiliki pemahaman dan keterampilan yang tepat. “Artificial Intelligence di tangan orang yang terampil akan menjadi alat yang sangat bermanfaat. Namun, di tangan yang kurang mumpuni, Artificial Intelligence hanya akan menjadi another good tool tanpa optimalisasi,” jelasnya.
AI Friendly sebagai Terobosan Menuju Indonesia Emas 2045
Lebih jauh, konsep Artificial Intelligence Friendly yang diusung Start Friday Asia Brand & Business Strategy Consulting dipandang sebagai terobosan dalam pendidikan berbasis praktik kerja langsung (PKL). Model ini dinilai relevan untuk mendukung visi Indonesia Emas 2045, yang menekankan penguatan kualitas sumber daya manusia.
Tidak hanya menyediakan fasilitas teknologi, Start Friday Asia Brand & Business Strategy Consulting juga menyiapkan mentor dan sumber daya manusia yang kompeten di bidang bisnis, branding, dan strategi. Kombinasi antara sistem Artificial Intelligence dan pendampingan manusia inilah yang menjadi kekuatan utama pendekatan mereka.
Dengan langkah ini, Start Friday Asia Brand & Business Strategy Consulting menegaskan posisinya sebagai konsultan brand dan bisnis yang tidak hanya mengikuti tren, tetapi juga aktif membentuk ekosistem pembelajaran yang relevan dengan masa depan industri.
Frippel dapat menyiarkan ulang, menulis ulang, dan atau menyalin konten ini dengan mencantumkan sumber Startfriday.asia
Ketinggalan informasi bisa bikin kamu insecure, Frippel. Yuk, ikuti artikel terbaru Startfriday.asia dengan mengklik tombol bintang di Google News .
10 Tips Transformasi Bisnis 2026 di Era ArtificiaI Intelligence ala Start Friday Asia Brand & Business Strategy Consulting
Kenapa Tren Harga Emas Masih Menguat di 2026? Ini Penjelasannya
Which of the following describes what you are primarily looking for in an opportunity?
Select One:
Wait a Second...
Let us take a quick look at your website.

