Mengapa Brand Global Mulai Serius Berinvestasi di Roblox sebagai Kanal Marketing 2026
Surabaya, StartFriday.Asia - Fripipel, lanskap digital saat ini menunjukkan satu hal yang semakin jelas: game sudah berevolusi jauh melampaui fungsi hiburan. Platform game virtual kini berperan sebagai ruang sosial, ekonomi, sekaligus media komunikasi brand. Salah satu platform yang paling menonjol dalam transformasi ini adalah Roblox. Disanalah Brand Global mulai serius berinvestasi di Roblox sebagai kanal Marketing.
Jutaan pengguna aktif setiap hari dan tingkat interaksi yang tinggi, kini Roblox dipandang sebagai kanal marketing strategis oleh banyak brand global terutama untuk menjangkau audiens digital native secara lebih relevan dan autentik.
Apa itu Roblox dalam Dunia Marketing?
Roblox adalah platform virtual berbasis user-generated content. Artinya, pengguna tidak hanya datang untuk bermain tapi juga menciptakan pengalaman, membangun komunitas, dan mengekspresikan identitas digital mereka sendiri. Berbeda dari game konvensional, Roblox memungkinkan audiens untuk membangun pengalaman mereka sendiri dan membentuk komunitas digital. Itulah mengapa Brand Global mulai serius berinvestasi di Roblox.
Fripipel, salah satu tanda paling nyata bisa dilihat dari durasi waktu yang dihabiskan. Audiens menghabiskan waktu jauh lebih lama di Roblox dibandingkan banyak platform digital lain. Bagi brand, Roblox bukan sekadar media iklan tetapi ruang untuk menciptakan brand experience yang imersif.
Mengapa Roblox Relevan sebagai Kanal Marketing Strategis?
Mayoritas pengguna Roblox berasal dari Gen Z dan Gen Alpha, generasi yang tumbuh di era internet dan dunia virtual. Fripipel perlu tahu, fakta ini menunjukkan bahwa Roblox mampu memberikan atensi audiens yang lebih berkualitas bukan sekadar exposure.
Beberapa alasan utama Brand Global mulai serius berinvestasi di Roblox sebagai kanal Marketing strategis:
Engagement yang Tinggi dan Aktif
Berbeda dengan kanal digital pasif, interaksi di Roblox bersifat aktif. Audiens bermain, mengeksplorasi, dan berpartisipasi menciptakan hubungan yang lebih dalam antara brand dan pengguna.Potensi Viralisasi Lintas Platform
Aktivasi di Roblox sering kali meluas ke platform lain seperti TikTok, YouTube, dan Instagram. Konten berbasis pengalaman cenderung lebih organik dan memiliki peluang viral yang lebih tinggi.Insight Perilaku Konsumen
Dunia virtual memungkinkan brand mengamati pola perilaku audiens secara real-time mulai dari preferensi, area yang paling ramai hingga durasi interaksi. Data ini menjadi aset penting untuk strategi berbasis insight.
Dalam lanskap digital yang terus berkembang, Gen Alpha menjadi salah satu audiens paling menantang sekaligus potensial untuk dijangkau. Generasi ini tumbuh bersama konten visual yang cepat, interaktif, dan berbasis perangkat mobile. Karena itu Fripipel, brand perlu menyesuaikan strategi komunikasi visual agar tetap relevan dan efektif.
Strategi Konten Visual untuk Menjangkau Gen Alpha
Jika brand ingin menyampaikan informasi visual yang menarik bagi Gen Alpha, pendekatan yang digunakan tidak bisa lagi bersifat konvensional. Berikut beberapa strategi konten visual yang dapat diterapkan:
Format Video Pendek
Gen Alpha sangat akrab dengan platform seperti TikTok, Instagram Reels, dan YouTube Shorts. Video berdurasi 15–60 detik dengan ritme cepat, musik yang dinamis, serta teks overlay yang mudah dibaca terbukti lebih efektif dalam menarik perhatian mereka.
Infografis Interaktif dan Berwarna
Menggunakan desain dengan warna cerah, ikon yang komunikatif, dan struktur visual yang rapi. Infografis sebaiknya mudah dipindai dan berfokus pada poin-poin utama, sehingga pesan dapat dipahami dalam waktu singkat.
Pemanfaatan Teknologi AI dan AR
Integrasi teknologi Artificial Intelligence (AI) dan Augmented Reality (AR) memungkinkan audiens berinteraksi langsung dengan konten. Contohnya melalui filter edukatif, simulasi visual, atau kuis interaktif yang mendorong keterlibatan aktif.
Konten dengan Format Story
Format story yang vertikal dan bersifat sementara menciptakan rasa urgensi sekaligus kedekatan dengan audiens. Pendekatan ini selaras dengan kebiasaan Gen Alpha dalam mengonsumsi konten harian di media sosial.
Gamifikasi Informasi
Mengemas informasi dalam bentuk permainan atau tantangan visual, seperti kuis interaktif atau konsep “pilih petualanganmu sendiri”, dapat meningkatkan engagement sekaligus memperkuat daya ingat terhadap pesan brand.
Desain Mobile-First
Seluruh aset visual harus dioptimalkan untuk layar ponsel. Ukuran teks perlu cukup besar, tata letak responsif, dan elemen visual tersusun agar nyaman dilihat dalam satu kali scroll.
Bahasa Visual yang Relevan
Penggunaan emoji, meme, dan referensi budaya pop yang sedang relevan membantu konten terasa lebih autentik dan tidak kaku bagi Gen Alpha.
Kolaborasi dengan Influencer
Bekerja sama dengan kreator atau influencer yang memiliki kedekatan dengan Gen Alpha memungkinkan brand menyampaikan pesan melalui gaya komunikasi yang lebih natural dan dipercaya audiens.
Pada akhirnya Fripipel, strategi konten visual untuk Gen Alpha harus memenuhi empat prinsip utama yaitu cepat dalam menyampaikan pesan, menarik secara visual, interaktif dalam mendorong partisipasi, dan autentik dalam gaya komunikasi. Dengan pendekatan yang tepat, brand tidak hanya mampu menarik perhatian tetapi juga membangun hubungan jangka panjang dengan generasi masa depan.
Baca Juga: Apa itu Sustainability Branding? AI & Sustainable Future untuk Bisnis Masa Depan
Bagaimana Brand Menggunakan Roblox?
Sebagai kanal marketing strategis, Roblox memungkinkan brand untuk hadir secara partisipatif, bukan intrusif. Brand tidak lagi hanya menyampaikan pesan, tetapi ikut masuk dan berinteraksi di dalam dunia yang sudah akrab bagi audiensnya. Salah satu contoh yang relevan adalah kolaborasi Spotify x Roblox.
Spotify berkolaborasi dengan Roblox melalui Spotify Island, sebuah dunia virtual bertema musik yang memungkinkan pengguna menjelajah berbagai area, bermain mini games, berinteraksi dengan elemen musik dan artis, serta mengoleksi item digital eksklusif.
Kolaborasi ini menunjukkan bahwa Spotify tidak sekadar mempromosikan layanan streaming, melainkan membangun pengalaman brand yang imersif. Tanpa hard selling, Spotify mengajak audiens khususnya Gen Z dan Gen Alpha merasakan musik sebagai bagian dari gaya hidup digital mereka.
Melalui gamifikasi dan interaksi sosial, Spotify berhasil menciptakan engagement yang lebih kuat dibandingkan iklan konvensional sekaligus memperkuat koneksi emosional dengan generasi muda. Itulah alasan Brand Global mulai serius berinvestasi di Roblox sebagai Marketing strategis bagi Gen Z dan Gen Alpha.
Secara umum, aktivasi brand di Roblox dapat hadir dalam beberapa bentuk berikut:
Branded virtual world atau thematic space
Mini games berbasis storytelling
Virtual items dan digital collectibles
Event kolaboratif dan experiential launch
Pendekatan ini membuat brand terasa menyatu dengan pengalaman audiens, bukan sebagai gangguan. Namun, satu hal penting yang perlu dicatat yaitu keberhasilan marketing di Roblox sangat bergantung pada pemahaman terhadap kultur komunitasnya. Aktivasi yang tidak autentik atau terlalu memaksakan pesan brand justru berisiko kehilangan relevansi. Oleh karena itu, strategi Roblox sebaiknya dipandang sebagai investasi jangka panjang, bukan sekadar campaign sesaat.
Saatnya Brand Hadir di Dunia Audiensnya
Fripipel, perubahan perilaku konsumen tidak menunggu brand untuk siap. Brand perlu hadir di ruang digital yang kini semakin imersif. Roblox bukan sekadar tren, melainkan salah satu kanal marketing strategis yang mencerminkan cara baru audiens berinteraksi dan membangun makna.
Kini, pertanyaannya bukan lagi apakah brand perlu masuk ke Roblox, melainkan bagaimana memanfaatkannya sebagai kanal marketing strategis yang tepat, relevan, dan berkelanjutan. Untuk itu, dibutuhkan strategi yang matang serta pemahaman audiens yang kuat agar kehadiran brand benar-benar bermakna.
Jika Fripipel ingin menggali potensi Roblox atau kanal digital lainnya secara lebih strategis, Start Friday Asia Brand & Business Strategy Consulting AI Innovation siap menjadi partner diskusi untuk merancang pendekatan yang sesuai dengan karakter brand dan perilaku audiens.
Baca Juga: Apa itu Corporate Branding? Fondasi Strategis untuk Membangun Reputasi Perusahaan

