The Kings Shopping Centre Membuktikan Kekuatan Identitas Tempat di Tengah Perubahan Zaman
Surabaya, Start Friday Asia — The Kings Shopping Centre merupakan salah satu pusat perbelanjaan yang memiliki sejarah panjang di Kota Bandung. Berlokasi di Jalan Kepatihan No. 11–17, kawasan Balonggede, Regol, pusat perbelanjaan ini telah dikenal sejak 1983 dan melewati beberapa fase perubahan besar sebelum hadir kembali dengan bangunan baru pada 2019.
Bagi Fripipel, perjalanan The Kings menarik karena kekuatannya tidak hanya terletak pada bangunan atau tenant yang berada di dalamnya. Identitas tempat ini terbentuk melalui hubungan antara sejarah, lokasi, aktivitas perdagangan, pengalaman masyarakat, serta kemampuannya beradaptasi ketika kondisi fisik dan perilaku konsumen berubah.
Kebakaran yang terjadi pada 1989 dan kembali terjadi pada 2014 menjadi bagian penting dari perjalanan The Kings. Setelah kebakaran 2014, bangunan lama dibongkar dan dikembangkan kembali hingga akhirnya gedung baru mulai beroperasi pada 2019. Perubahan tersebut menunjukkan bahwa identitas sebuah tempat dapat tetap dipertahankan meskipun bentuk fisiknya mengalami transformasi.
Dari perspektif Place Branding, The Kings memperlihatkan bahwa kekuatan sebuah tempat tidak selalu berasal dari bangunan yang tidak pernah berubah. Justru, kemampuan mempertahankan asosiasi masyarakat sambil memperbarui pengalaman dan fasilitas dapat menjadi modal penting untuk menjaga relevansi sebuah destinasi.
Apa yang Membuat The Kings Shopping Centre Memiliki Identitas yang Kuat?
Identitas The Kings terbentuk dari perjalanan panjang sebagai pusat perdagangan di kawasan pusat Kota Bandung. Sebelum menggunakan bangunan modern seperti sekarang, Kings telah menjadi tujuan belanja masyarakat selama beberapa dekade. Pada 2014, media bahkan mencatat bahwa Kings telah dikenal sebagai tujuan wisata belanja murah selain Pasar Baru, dengan produk sandang, makanan, dan area permainan anak.
Karakter tersebut memberikan The Kings sebuah place identity yang berbeda. Tempat ini tidak hanya dipersepsikan sebagai gedung pusat perbelanjaan, tetapi juga sebagai bagian dari pengalaman masyarakat ketika beraktivitas di kawasan Kepatihan dan sekitar Alun-alun Bandung.
Setelah pembangunan kembali, karakter perdagangan tersebut tidak sepenuhnya ditinggalkan. Gedung baru menghadirkan berbagai kategori seperti fesyen, kuliner, kebutuhan rumah tangga, hiburan, dan permainan. Beberapa sumber mencatat keberadaan tenant seperti CGV, MR.DIY, ACE, Toys Kingdom, Miniso, serta berbagai gerai makanan dan fesyen.
Beberapa elemen yang membentuk identitas The Kings antara lain:
Sejarah panjang sejak 1983.
Lokasi di kawasan pusat Kota Bandung.
Hubungan dengan kawasan Kepatihan dan Alun-alun Bandung.
Karakter sebagai pusat perdagangan dengan pilihan produk yang beragam.
Transformasi bangunan setelah kebakaran.
Kehadiran fungsi belanja, kuliner, hiburan, dan keluarga.
Dengan demikian, identitas The Kings bukan hanya berasal dari nama atau logo. Identitasnya muncul dari pengalaman yang terbentuk secara berulang selama puluhan tahun dan kemudian diterjemahkan kembali melalui bangunan serta aktivitas baru.
Siapa yang Menjadi Bagian dari Identitas The Kings Shopping Centre?
Pengunjung merupakan salah satu pihak yang berperan besar dalam membentuk identitas sebuah tempat. The Kings sejak lama melayani masyarakat yang datang untuk mencari kebutuhan fesyen, tekstil, makanan, hiburan, hingga kebutuhan keluarga. Pada masa sebelum kebakaran 2014, gedung ini bahkan memiliki ratusan tenant.
Setelah bangunan baru hadir, karakter pengunjung menjadi semakin beragam. Kehadiran tenant makanan, fesyen, kebutuhan rumah tangga, permainan, dan bioskop membuat The Kings dapat digunakan untuk berbagai aktivitas dalam satu kunjungan. Data tenant yang dipublikasikan pada 2024 menunjukkan adanya gerai seperti KFC, Chatime, J.CO, Mako, McDonald's, Pizza Hut, Solaria, CGV, Fun World, Miniso, dan MR.DIY.
Hal tersebut memperlihatkan bahwa identitas tempat dibangun oleh lebih dari satu kelompok. Pengunjung, tenant, pekerja, pemilik usaha, keluarga, wisatawan, dan masyarakat sekitar semuanya berinteraksi dengan tempat tersebut.
Kelompok yang dapat menjadi bagian dari ekosistem The Kings antara lain:
Masyarakat Bandung dan kawasan sekitarnya.
Keluarga yang mencari aktivitas belanja dan hiburan.
Konsumen fesyen dan kebutuhan sehari-hari.
Anak muda yang mencari kuliner dan hiburan.
Wisatawan yang beraktivitas di kawasan pusat Kota Bandung.
Pelaku usaha dan tenant yang menjalankan aktivitas perdagangan.
Dalam Place Branding, keberadaan kelompok-kelompok tersebut penting karena sebuah tempat tidak dapat membangun citra hanya melalui komunikasi dari pengelola. Persepsi pengunjung terbentuk dari apa yang mereka lihat, rasakan, beli, lakukan, dan ceritakan setelah berinteraksi dengan tempat tersebut.
Mengapa Perubahan Menjadi Bagian Penting dari Identitas The Kings?
Perubahan menjadi bagian penting dari perjalanan The Kings karena pusat perbelanjaan ini beberapa kali menghadapi kondisi yang memaksa terjadinya transformasi. Kebakaran pertama terjadi pada 1989 dan bangunan kemudian dibangun kembali pada 1992. Lebih dari dua dekade kemudian, kebakaran kembali terjadi pada Juni 2014.
Kebakaran 2014 menjadi titik balik yang sangat besar. Peristiwa tersebut menghanguskan bangunan pusat perbelanjaan dan menyebabkan aktivitas perdagangan di kawasan sekitar ikut terganggu. Saat itu, jalan Kepatihan, Dalem Kaum, dan sebagian Dewi Sartika ditutup untuk mendukung proses pemadaman.
Setelah kejadian tersebut, pihak pemilik memilih membangun kembali gedung secara menyeluruh. Proses pembangunan generasi baru The Kings berlangsung hingga gedung baru mulai beroperasi pada 2019. Bangunan baru tersebut membawa tampilan, fasilitas, dan komposisi tenant yang berbeda dari generasi sebelumnya.
Perubahan tersebut menunjukkan beberapa pelajaran penting dalam Place Branding:
Identitas tempat dapat bertahan meskipun bangunannya berubah.
Sejarah dapat menjadi bagian dari narasi sebuah tempat.
Perubahan fisik perlu diikuti perubahan pengalaman.
Tenant dapat membantu menerjemahkan identitas baru.
Relevansi perlu dijaga tanpa sepenuhnya menghilangkan karakter lama.
Karena itu, perubahan The Kings tidak harus dipandang sebagai hilangnya identitas. Sebaliknya, transformasi tersebut dapat menjadi cara untuk meneruskan identitas lama melalui bentuk pengalaman yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat pada zamannya.
Baca juga: Strategi Miko Mall Membangun Customer Experience di Tengah Persaingan Mall Bandung
Kapan The Kings Shopping Centre Mengalami Perubahan Besar?
The Kings mulai beroperasi pada 1983 dan kemudian mengalami kebakaran pertama pada 1989. Setelah itu, bangunan dibangun kembali dan kembali menjadi bagian dari aktivitas perdagangan Kota Bandung. Sejarah tersebut menunjukkan bahwa keberadaan The Kings telah melewati beberapa generasi perubahan pusat belanja.
Perubahan besar berikutnya terjadi pada 23 Juni 2014 ketika kebakaran kembali melanda pusat perbelanjaan tersebut. Api mulai diketahui sekitar pukul 23.30 dan proses pemadaman berlangsung selama berhari-hari. Kebakaran menyebabkan kerusakan besar terhadap bangunan dan barang dagangan di dalamnya.
Setelah itu, proses pembangunan kembali dilakukan dan menghasilkan generasi baru The Kings. Sumber yang membahas sejarah bangunan mencatat pembangunan dimulai pada 2017 dan gedung baru selesai serta mulai beroperasi pada 2019. Gedung baru tersebut memiliki konsep yang lebih modern dan menghadirkan berbagai tenant baru.
Jika dirangkum, beberapa fase penting The Kings adalah:
1983 menjadi awal perjalanan Kings.
1989 menjadi periode kebakaran pertama.
1992 menjadi periode pembangunan kembali.
2014 menjadi titik balik akibat kebakaran kedua.
2017 menjadi periode pembangunan generasi baru.
2019 menjadi momentum beroperasinya gedung baru.
Rangkaian tersebut memperlihatkan bahwa identitas The Kings terbentuk melalui perjalanan, bukan hanya melalui satu periode operasional. Justru keberadaan sejarah yang panjang membuat perubahan pada 2019 menjadi bagian dari cerita identitas tempat tersebut.
Di Mana The Kings Shopping Centre Membangun Posisi sebagai Bagian dari Kota Bandung?
The Kings berada di Jalan Kepatihan No. 11–17, Balonggede, Kecamatan Regol, Kota Bandung. Lokasinya berada di kawasan pusat kota dan memiliki kedekatan dengan kawasan Dalem Kaum serta Alun-alun Bandung.
Posisi tersebut memiliki arti penting dalam perspektif Place Branding. Sebuah pusat perbelanjaan tidak berdiri sendiri karena pengalaman pengunjung juga dipengaruhi oleh kawasan di sekitarnya. Aktivitas wisata, perdagangan, transportasi, ruang publik, dan fasilitas kota dapat ikut membentuk persepsi terhadap sebuah tempat.
Kedekatan The Kings dengan kawasan pusat kota membuat kunjungan ke mall dapat menjadi bagian dari perjalanan yang lebih luas. Pengunjung dapat menggabungkan aktivitas belanja dengan aktivitas di kawasan Alun-alun Bandung dan pusat perdagangan sekitarnya.
Faktor lokasi yang mendukung posisi The Kings antara lain:
Berada di Jalan Kepatihan.
Berada di kawasan Balonggede dan Regol.
Dekat dengan kawasan Dalem Kaum.
Berdekatan dengan Alun-alun Bandung.
Berada di kawasan perdagangan dan aktivitas masyarakat.
Memiliki akses transportasi umum di sekitar kawasan.
Karena itu, lokasi The Kings merupakan bagian dari identitas, bukan sekadar alamat. Hubungan dengan pusat kota membuat tempat ini memiliki konteks yang berbeda dibandingkan pusat perbelanjaan yang berada di kawasan pinggiran atau kawasan pengembangan baru.
Bagaimana The Kings Shopping Centre Mempertahankan Kekuatan Identitas Tempat?
The Kings dapat mempertahankan identitasnya dengan menggabungkan sejarah yang sudah dikenal masyarakat dengan pengalaman modern yang ditawarkan bangunan baru. Strateginya bukan sekadar mempertahankan bentuk lama, melainkan memastikan bahwa nilai yang membuat masyarakat mengenal Kings tetap terasa dalam pengalaman baru.
Komposisi tenant menjadi salah satu elemen yang dapat memperkuat strategi tersebut. Kehadiran kategori fesyen, kuliner, hiburan, kebutuhan rumah tangga, permainan, dan bioskop menciptakan alasan kunjungan yang beragam. Pada 2019, misalnya, Kawan Lama Retail membuka ACE, Toys Kingdom, dan Chatime di The Kings karena lokasi tersebut dinilai strategis dan berada dekat kawasan permukiman serta perkantoran.
Pengalaman pengunjung juga perlu menjadi bagian dari strategi Place Branding. Bangunan yang lebih modern akan memiliki nilai lebih jika fasilitas, kenyamanan, aktivitas, komunikasi, dan interaksi dengan tenant semuanya mendukung karakter yang ingin dibangun. Dengan demikian, pengunjung tidak hanya mengenali The Kings dari masa lalunya, tetapi juga memiliki pengalaman baru yang relevan dengan kondisi sekarang.
Beberapa langkah yang dapat memperkuat identitas The Kings adalah:
Mengangkat sejarah The Kings sebagai bagian dari cerita brand.
Memperkuat karakter sebagai pusat belanja di jantung Kota Bandung.
Mengembangkan aktivitas yang relevan dengan keluarga dan generasi muda.
Memperkuat komunikasi digital mengenai tenant dan kegiatan.
Menciptakan pengalaman yang konsisten di seluruh area mall.
Menghubungkan The Kings dengan aktivitas wisata kawasan pusat Bandung.
Mempertahankan keseimbangan antara karakter lokal dan fasilitas modern.
Data & Statistik
| Indikator | Data / Informasi |
|---|---|
| Lokasi | Jl. Kepatihan No. 11–17, Bandung |
| Berdiri | 1983 |
| Konsep | Shopping mall dengan belanja, kuliner, dan hiburan |
| Transformasi | Bangunan baru beroperasi pada 2019 |
| Jumlah Lantai | 8 lantai retail |
| Tenant | Fashion, kuliner, hiburan, dan kebutuhan rumah tangga |
| Fasilitas | Bioskop, permainan, mushola, baby room, dan parkir |
| Identitas Tempat | Sejarah, lokasi strategis, perdagangan, dan hiburan |
| Place Branding | Sejarah, lokasi, tenant, dan pengalaman pengunjung |
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
-
Sejarah panjang, lokasi strategis, tenant beragam, dan pengalaman pengunjung.
-
Masyarakat Bandung, keluarga, anak muda, wisatawan, dan konsumen umum.
-
Karena identitas membantu The Kings tetap relevan dan mudah dikenali di tengah perubahan.
-
Perubahan besar terjadi setelah kebakaran 2014 dan pembangunan kembali hingga beroperasi pada 2019.
-
Di Jalan Kepatihan, kawasan pusat Kota Bandung dan dekat Alun-alun Bandung.
-
Dengan memadukan sejarah, lokasi, tenant, fasilitas, dan pengalaman pengunjung.
Ingin Place Branding The Kings Shopping Centre Semakin Kuat?
Di tengah perubahan perilaku konsumen dan perkembangan pusat perbelanjaan, kekuatan sebuah tempat tidak hanya ditentukan oleh bangunan atau jumlah tenant. Place Branding berperan dalam membangun identitas, memperkuat brand recall, dan menciptakan pengalaman yang membuat sebuah tempat tetap relevan serta memiliki makna bagi masyarakat.
Jika Fripipel ingin memahami bagaimana sebuah tempat seperti The Kings Shopping Centre dapat:
Mempertahankan identitas di tengah perubahan fisik dan zaman.
Memperkuat brand recall melalui sejarah dan pengalaman pengunjung.
Menciptakan positioning yang relevan di tengah persaingan pusat perbelanjaan.
Menghubungkan identitas tempat dengan karakter kawasan di sekitarnya.
Membangun pengalaman yang membuat pengunjung ingin kembali.
Start Friday Asia Brand & Business Strategy Consulting membantu brand berkembang melalui:
Branding & positioning strategy
Website dan landing page berbasis SEO
Content strategy yang relevan dengan tren
Digital campaign untuk meningkatkan exposure
Pastikan brand Fripipel tampil bersama Start Friday Asia Brand & Business Strategy Consulting. Integrasikan layanan Business Consulting serta Brand Strategy Consulting untuk menciptakan Product Branding yang lebih kuat dan kompetitif.
Baca juga :

