7 Tips Efektif Agar Video Promosi Brand di Tiktok Masuk FYP

TikTok telah menjadi platform yang sangat populer bagi para pembuat konten untuk berbagi video singkat kreatif. Dalam upaya memaksimalkan popularitas konten di TikTok, ada beberapa strategi yang dapat diterapkan. Dalam artikel ini, kita akan membahas beberapa strategi yang efektif di bawah ini!

1. Lakukan Anthropomorphic Marketing alias teknik yang memanusiakan brand

Salah satu strategi yang bisa digunakan adalah Anthropomorphic Marketing, yaitu teknik yang memanusiakan brand. Sebagai contoh, akun Twitter Netflix sering berbalas komentar dengan audiensnya sebagai "manusia" dan berinteraksi dengan akun brand lain, seperti Disney Hotstar dan Viu. Ini menciptakan kehadiran yang lebih personal dan membuat audiens merasa terlibat dengan brand tersebut.

source : semantic scholar

2. Buatlah konten yang terkait dengan kehidupan nyata

Pada konteks video, penting untuk membuat skenario dan tampilan yang se-relate mungkin dengan kehidupan nyata. Misalnya, dapat menciptakan karakter seperti mbak-mbak optik lunett yang memiliki karakter sebagai pekerja di Jakarta yang mudah ngeluh dan memiliki gaji cukupan, namun suka memberikan hadiah pada dirinya sendiri. Hal ini akan membuat audiens lebih mudah merasa terhubung dengan konten dan lebih mungkin untuk membagikannya dengan teman-teman mereka.

source : tiktok @optikalunett_official

3. Semakin relate video kamu, semakin banyak orang yang akan share

Semakin konten video kamu terkait dengan kehidupan nyata dan dapat membuat audiens merasa terhubung, semakin banyak orang yang akan membagikan video kamu ke geng mereka. Maka dari itu, penting untuk memperhatikan tema yang relevan dan konten yang dapat menciptakan resonansi dengan audiens target.

4. Buatlah video dengan durasi pendek

Durasi video yang pendek adalah kunci keberhasilan di TikTok. Daripada membuat konten dengan durasi puluhan detik untuk mempromosikan produk, lebih baik membuat konten video dengan durasi di bawah 15 detik. Hal ini memungkinkan kontenmu dapat terus diputar berulang dan dapat memperoleh skor valuable di TikTok.

5. Perhatikan nilai hiburan

Selain konten yang terkait dengan kehidupan nyata, penting juga untuk memperhatikan nilai hiburan dari konten yang dibuat. Pastikan kontenmu menghibur audiens dengan humor, kejutan, atau kreativitas yang menarik. Konten yang menghibur cenderung lebih menarik bagi audiens dan memiliki potensi untuk menjadi viral.

source : tiktok @tenuedeattire

6. Gunakan musik yang populer

Musik memiliki peran yang sangat penting di TikTok. Gunakan musik yang sedang populer dan sesuai dengan tema kontenmu. Penggunaan musik yang populer dapat meningkatkan daya tarik kontenmu dan membuatnya lebih menarik bagi audiens.

7. Manfaatkan fitur efek dan filter

TikTok menyediakan berbagai fitur efek dan filter yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas dan kreativitas kontenmu. Manfaatkan fitur ini untuk membuat konten yang lebih menarik dan unik!

Frippel dapat menyiarkan ulang, menulis ulang, dan atau menyalin konten ini dengan mencantumkan sumber Startfriday.asia

Ketinggalan informasi bisa bikin kamu insecure, Frippel. Yuk, ikuti artikel terbaru Startfriday.asia dengan mengklik tombol bintang di Google News .

Why You Can Trust Start Friday Asia

Sebagai firma konsultasi strategi brand dan bisnis berskala internasional, Start Friday Asia Brand and Business Strategy Consulting mengintegrasikan kekuatan data analitik yang presisi dengan intuisi kreatif yang progresif untuk membedah secara global sekitar 50 juta merek atau bisnis baru yang lahir dari berbagai negara setiap tahunnya. Setiap rekomendasi strategis kami disusun melalui riset pasar lintas budaya yang mendalam dan validasi pakar industri global, memastikan bahwa setiap solusi yang kami berikan bukan sekadar tren sesaat, melainkan langkah bisnis berbasis fakta yang aman, kredibel, dan mampu memenangkan persaingan di pasar global.

Previous
Previous

Cara Brand Consultant Bandung Ciptakan Tren dengan Strategi Voice of Customer!

Next
Next

Kegagalan Kodak Kalah Telat dengan Fujifilm: Kurang Mampu Mengikuti Arus Tren?