PT Cipta Selera Murni Tbk (CSMI) merupakan perusahaan restoran cepat saji dan importir bumbu serta bahan dasar yang berbasis di Jakarta. Perusahaan didirikan pada 25 Juli 1983 sebagai pemegang master waralaba pertama Church’s Chicken, jaringan restoran ayam goreng asal Amerika Serikat yang dikenal dengan merek Texas Chicken, untuk wilayah Indonesia.
Sejak awal berdiri, perusahaan mengoperasikan gerai ayam goreng bergaya Amerika yang menyajikan menu ayam gorengdan pendampingnya di berbagai kota di Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Perusahaan bersama entitas anak, PT Cipta Global Selera yang dimiliki 88%, tercatat telah mengoperasikan lebih dari 30 gerai, dan dalam pernyataan terbarunya manajemen menyebut mengandalkan merek NWS Chicken di wilayah Jawa dan Sumatera.
Nama Perusahaan: PT Cipta Selera Murni Tbk
Kode Saham: CSMI
Sektor: Barang Konsumen Non-Primer – Sub Sektor: Jasa Konsumen
Tanggal IPO: 9 April 2020
Alamat Kantor Pusat: Menara Imperium, Lower Ground No. 04 (LG-04), Jakarta Selatan 12980
Website: www.ciptaseleramurni.co.id
Saham CSMI Bergerak di Sektor Apa?
Saham CSMI tercatat di Bursa Efek Indonesia pada sektor Barang Konsumen Non-Primer dengan sub sektor Jasa Konsumen, tepatnya pada industri pariwisata dan rekreasi dengan sub industri rumah makan. Bisnis utama perusahaan adalah mengoperasikan restoran cepat saji dan mengimpor bumbu serta bahan dasar yang menunjang operasional gerai.
Perusahaan tercatat di papan pengembangan Bursa Efek Indonesia dengan skala usaha yang relatif kecil dibandingkan jaringan restoran cepat saji besar lain. Kinerja bisnis sangat dipengaruhi oleh traffic gerai, harga bahan baku seperti ayam dan minyak, serta efisiensi operasional outlet yang sudah berjalan.
Manajemen dan Pengurus Perusahaan
Berdasarkan informasi terbaru perusahaan, susunan pengurus PT Cipta Selera Murni Tbk (CSMI) terdiri dari:
Dewan Komisaris
Dwi Santoso – Komisaris Utama
Mahfudin – Komisaris
Dewan Direksi
Radino Miharjo – Direktur Utama
Siti Rahmawati – Direktur
Pemilik dan Pengendali Saham CSMI
Struktur pemegang saham CSMI menunjukkan bahwa pengendali utama perusahaan adalah Lisa Muchtar dengan kepemilikan sekitar 56,15% atau sekitar 458,2 juta lembar saham. Sisa kepemilikan saham sekitar 43,85% dimiliki oleh publik dan investor lainnya.
Berdasarkan data KSEI per 31 Agustus 2026, terdapat enam pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1% dan porsi saham yang beredar di publik atau free float tercatat sekitar 34,55%. Anggota direksi dan komisaris yang tercatat memiliki saham CSMI dalam persentase yang sangat kecil.
Sekilas Sejarah PT Cipta Selera Murni Tbk
Perjalanan CSMI bermula pada 1983 ketika perusahaan didirikan untuk membawa merek ayam goreng Church’s Chicken yang kemudian dikenal sebagai Texas Chicken ke Indonesia. Perusahaan berkembang dengan jaringan gerai di beberapa pulau dan memperluas basis operasional melalui entitas anak.
Perusahaan resmi melakukan IPO di Bursa Efek Indonesia pada 9 April 2020 dengan melepas sekitar 184,06 juta saham pada harga penawaran Rp196 per saham, menjadi emiten ke-22 yang melantai pada tahun tersebut. Pada September 2026, perusahaan menyampaikan penjelasan atas permintaan Bursa terkait volatilitas saham dan menggelar public expose insidentil pada akhir Agustus 2026.
Status Perdagangan dan Kinerja Pasar Terbaru
Saham CSMI merupakan salah satu emiten restoran berkapitalisasi sangat kecil di Bursa Efek Indonesia dengan nilai pasar sekitar Rp160 hingga Rp200 miliar pada 2026. Harga saham sempat melonjak tajam hingga disuspensi Bursa pada awal September 2026 dan tercatat berada di kisaran Rp248 per lembar pada 22 September 2026.
Dari sisi kinerja, perusahaan mencatatkan rugi bersih sekitar Rp1,02 miliar pada semester I 2026 yang membengkak dibandingkan periode sebelumnya, dengan tekanan dari beban operasional dan biaya bahan baku. Manajemen menyatakan tengah mengkaji ekspansi merek baru secara bertahap, dengan tetap berfokus pada efisiensi outlet yang sudah berjalan.
Tren Pasar dan Perkembangan yang Perlu Dicermati Investor CSMI
Beberapa perkembangan yang menjadi sorotan investor terkait saham CSMI antara lain:
Lonjakan harga saham yang sempat berujung suspensi Bursa pada awal September 2026.
Permintaan penjelasan Bursa terkait volatilitas dan pelaksanaan public expose insidentil.
Rencana kajian ekspansi merek baru secara bertahap oleh manajemen.
Struktur kepemilikan yang terkonsentrasi pada pengendali Lisa Muchtar.
Peran merek NWS Chicken di wilayah Jawa dan Sumatera.
Jaringan lebih dari 30 gerai yang tersebar di beberapa pulau.
Risiko dan Tantangan yang Perlu Diperhatikan Investor
Mengingat kondisi perusahaan saat ini, terdapat sejumlah risiko yang perlu menjadi perhatian investor:
Rugi bersih yang membengkak pada semester I 2026.
Volatilitas harga saham yang sangat tinggi dan tidak selalu sejalan dengan fundamental.
Tekanan beban operasional dan biaya bahan baku yang menekan margin.
Persaingan ketat dengan jaringan restoran cepat saji lokal maupun internasional.
Kapitalisasi pasar yang kecil dan likuiditas saham yang terbatas.
Insight Hari Ini untuk Investor
Dari sisi fundamental, PT Cipta Selera Murni Tbk merupakan emiten restoran cepat saji dengan sejarah panjang sejak 1983, namun kini menghadapi tekanan kinerja dengan rugi bersih yang melebar pada semester I 2026. Lonjakan harga saham pada September 2026 lebih banyak mencerminkan sentimen pasar daripada perbaikan fundamental yang terkonfirmasi.
Realisasi efisiensi operasional outlet, rencana ekspansi merek baru, dan perkembangan kinerja kuartal berikutnya menjadi hal yang layak dipantau investor dalam jangka menengah. Artikel ini bersifat informatif sebagai profil perusahaan, dan investor disarankan merujuk pada keterbukaan informasi resmi Bursa serta berkonsultasi dengan penasihat keuangan sebelum mengambil keputusan.
Kesimpulan
PT Cipta Selera Murni Tbk (CSMI) merupakan perusahaan restoran cepat saji berbasis waralaba yang berdiri sejak 1983 dan dikendalikan oleh Lisa Muchtar dengan kepemilikan sekitar 56,15%. Dengan jaringan gerai di beberapa pulau, rencana ekspansi merek baru, namun kinerja yang masih merugi dan harga saham yang sangat fluktuatif, CSMI menjadi emiten yang perlu dicermati investor dengan kehati-hatian dan pemantauan perkembangan korporasi secara berkala.

