Company Profile PT Integra Indocabinet Tbk., Kode Saham WOOD, Investasi Tren Pasar Dan Insight Hari Ini Bagi Investor

PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD) merupakan produsen furnitur dan produk kayu berbasis di Sidoarjo, Jawa Timur, yang menjadi bagian dari Integra Group. Perusahaan didirikan pada 19 Mei 1989 dan pada awalnya memproduksi rak CD dari plastik maupun kayu untuk pasar Amerika Serikat, sebelum berkembang menjadi produsen furnitur dan panel kayu terintegrasi.

Perusahaan menjalankan dua segmen utama, yaitu manufaktur dan kehutanan, termasuk memegang hak pengusahaan hutan sebagai sumber bahan baku. Produk perusahaan dipasarkan ke berbagai negara melalui jalur ekspor, sehingga kinerjanya sangat terkait dengan permintaan furnitur global dan pergerakan nilai tukar.

Nama Perusahaan: PT Integra Indocabinet Tbk
Kode Saham: WOOD
Sektor: Barang Konsumen Non-Primer – Sub Sektor: Barang Rumah Tangga
Tanggal IPO: 21 Juni 2017
Alamat Kantor Pusat: Jl. Raya Betro No. 678, Sedati, Sidoarjo 61253, Jawa Timur
Website: -

Saham WOOD Bergerak di Sektor Apa?

Saham WOOD tercatat di Bursa Efek Indonesia pada sektor Barang Konsumen Non-Primer dengan sub sektor Barang Rumah Tangga, tepatnya pada industri furnitur dan produk kayu. Bisnis utama perusahaan adalah memproduksi dan menjual furnitur kayu serta produk kayu lainnya untuk pasar domestik maupun internasional.

Perusahaan merupakan anak usaha dari PT Integra Indo Lestari yang menjadi pemegang saham pengendali dan induk utama. Integrasi antara kehutanan, pengolahan kayu, dan manufaktur furnitur memberi perusahaan kontrol yang cukup baik atas pasokan bahan baku dan kualitas produk akhir.

Manajemen dan Pengurus Perusahaan

Berdasarkan informasi terbaru perusahaan, susunan pengurus PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD) terdiri dari:

Dewan Komisaris

Bing Hartono Poernomosidi – Komisaris Utama dan Komisaris Independen
Stephanie Kane Ilham – Komisaris
Sjany Tjandra – Komisaris

Dewan Direksi

Halim Rusli – Direktur Utama
Widjaja Karli – Direktur
Wang Sutrisno – Direktur
Fernando Situmorang – Direktur Independen

Pemilik dan Pengendali Saham WOOD

Struktur pemegang saham WOOD menunjukkan bahwa pengendali utama perusahaan adalah PT Integra Indo Lestari dengan kepemilikan sekitar 71% hingga 73%. Sisa saham sekitar 25% dimiliki oleh masyarakat, sementara perusahaan juga memiliki saham treasuri sekitar 2,69% hasil program pembelian kembali saham.

Selain itu terdapat kepemilikan investor institusi global seperti Norges Bank Investment Management dengan porsi sekitar 2%. Anggota direksi dan komisaris, antara lain Halim Rusli, Widjaja Karli, Wang Sutrisno, Stephanie Kane Ilham, dan Sjany Tjandra, juga tercatat memiliki saham WOOD dalam jumlah kecil.

Sekilas Sejarah PT Integra Indocabinet Tbk

Perjalanan WOOD bermula pada 1989 ketika perusahaan didirikan untuk memproduksi rak CD berbahan kayu dan plastik bagi pasar Amerika Serikat. Seiring waktu, perusahaan bertransformasi menjadi produsen furnitur dan produk kayu dengan fasilitas produksi di Jawa Timur serta hak pengusahaan hutan sebagai penopang bahan baku.

Perusahaan resmi melakukan IPO di Bursa Efek Indonesia pada 21 Juni 2017 dengan melepas 1,25 miliar saham atau 20% dari modal pada harga penawaran Rp260 per saham. Pada 2025, perusahaan menerbitkan laporan tahunan terintegrasi bertema “Resilience” yang mencerminkan upaya menjaga ketahanan usaha di tengah dinamika pasar global.

Status Perdagangan dan Kinerja Pasar Terbaru

Saham WOOD merupakan salah satu emiten furnitur dan produk kayu dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp1,1 hingga Rp1,3 triliun di Bursa Efek Indonesia pada 2026. Jumlah saham beredar tercatat sekitar 6,26 miliar lembar, dengan harga saham bergerak di kisaran ratusan rupiah per lembar.

Perusahaan menjalankan program buyback saham yang menghasilkan saham treasuri sekitar 2,69%, sekaligus menegaskan perhatian manajemen terhadap nilai saham bagi pemegang saham. Penyegaran jajaran pengurus pada 2026, antara lain masuknya Fernando Situmorang sebagai direktur independen, menjadi sorotan investor dalam menilai tata kelola perusahaan.

Tren Pasar dan Alasan Investor Mulai Melirik WOOD

Beberapa faktor yang membuat investor memperhatikan saham WOOD antara lain:

Integrasi bisnis dari kehutanan, pengolahan kayu, hingga manufaktur furnitur.
Orientasi ekspor yang kuat ke berbagai pasar internasional.
Program buyback saham yang menghasilkan saham treasuri sekitar 2,69%.
Kehadiran investor institusi global seperti Norges Bank Investment Management.
Dukungan induk Integra Indo Lestari sebagai pemegang saham pengendali yang stabil.
Penguatan jajaran direksi dengan masuknya direktur independen baru pada 2026.

Risiko dan Tantangan yang Perlu Diperhatikan Investor

Meski memiliki integrasi bisnis yang kuat, terdapat beberapa risiko yang perlu menjadi perhatian investor:

Ketergantungan pada permintaan furnitur global yang sensitif terhadap kondisi ekonomi negara tujuan ekspor.
Fluktuasi nilai tukar dan biaya pengiriman yang memengaruhi margin penjualan ekspor.
Regulasi keberlanjutan kehutanan dan standar legalitas kayu yang semakin ketat.
Persaingan dengan produsen furnitur dari negara lain seperti Vietnam dan Tiongkok.
Konsentrasi kepemilikan saham pada pengendali sehingga porsi saham publik terbatas.

Insight Hari Ini untuk Investor

Dari sisi fundamental, PT Integra Indocabinet Tbk merupakan salah satu emiten furnitur dan produk kayu dengan model bisnis terintegrasi dari hulu ke hilir. Posisi sebagai bagian dari Integra Group serta orientasi ekspor memberikan basis pasar yang luas, meski kinerja tetap sensitif terhadap siklus permintaan global.

Perkembangan permintaan ekspor, efektivitas pengelolaan biaya, serta kebijakan pembelian kembali saham menjadi hal yang layak dipantau investor dalam jangka menengah. Bagi investor yang mencari eksposur pada sektor barang konsumen non-primer berbasis ekspor, WOOD masih menjadi salah satu emiten yang layak masuk daftar pantauan investasi.

Kesimpulan

PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD) merupakan produsen furnitur dan produk kayu terintegrasi yang berdiri sejak 1989 dan dikendalikan oleh PT Integra Indo Lestari dengan porsi sekitar 71% hingga 73%. Berbekal integrasi dari kehutanan hingga manufaktur, orientasi ekspor yang kuat, serta program buyback saham, saham WOOD tetap menjadi salah satu emiten sektor barang rumah tangga yang menarik untuk dipertimbangkan oleh investor jangka menengah maupun jangka panjang.

Rian Kurniawan - Start Friday Asia Brand and Business Strategy Consulting

Helps Your Business Grow Meaningfully. Since 2012, we've been helping luxury and premium businesses, from boutique hotels to fashion brands, build strong identities and strategies that generate real growth. Now with AI powered insights for faster, more informed decisions.

https://startfriday.asia
Previous
Previous

Company Profile PT Waskita Beton Precast Tbk., Kode Saham WSBP, Investasi Tren Pasar Dan Insight Hari Ini Bagi Investor

Next
Next

Company Profile PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk., Kode Saham WOMF, Investasi Tren Pasar Dan Insight Hari Ini Bagi Investor