Company Profile PT Sona Topas Tourism Industry Tbk., Kode Saham SONA, Investasi Tren Pasar Dan Insight Hari Ini Bagi Investor

PT Sona Topas Tourism Industry Tbk (SONA) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pariwisata dan ritel perjalanan di Indonesia, dengan fokus pada bisnis duty free dan ritel wisata. Perusahaan didirikan pada 25 Agustus 1978 dengan nama PT Sona Topas Group, mulai beroperasi secara komersial pada 1980, dan berganti nama menjadi PT Sona Topas Tourism Industry Tbk pada Oktober 1990.

Melalui anak-anak usahanya, perusahaan mengoperasikan toko bebas bea di Bali, Jakarta, dan Medan, serta toko ritel perjalanan di berbagai kota seperti Bali, Surabaya, Lombok, dan Batam. Selain itu, perusahaan juga menjalankan bisnis agen perjalanan yang menjual tiket pesawat, paket tur, serta jasa pengurusan dokumen perjalanan.

Nama Perusahaan: PT Sona Topas Tourism Industry Tbk
Kode Saham: SONA
Sektor: Barang Konsumen Non-Primer – Sub Sektor: Perdagangan Ritel
Tanggal IPO: 21 Juli 1992
Alamat Kantor Pusat: Menara Sudirman Lt. 20, Jl. Jend. Sudirman Kav. 60, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 12190
Website: www.sonatopas.co.id

Saham SONA Bergerak di Sektor Apa?

Saham SONA tercatat di Bursa Efek Indonesia pada sektor Barang Konsumen Non-Primer dengan sub sektor Perdagangan Ritel. Bisnis perusahaan terbagi dalam tiga divisi, yaitu Travel, Duty Free Shop, dan Retail Shop, yang masing-masing melayani kebutuhan wisatawan domestik maupun mancanegara.

Melalui anak usahanya seperti PT Inti Dufree Promosindo dan PT Arthamulia Indah, perusahaan mengelola toko bebas bea dan toko ritel di lokasi-lokasi wisata strategis. Dengan sekitar 800 karyawan, bisnis perusahaan sangat erat kaitannya dengan arus kunjungan wisatawan dan aktivitas perjalanan udara di Indonesia.

Manajemen dan Pengurus Perusahaan

Berdasarkan informasi terbaru perusahaan, susunan pengurus PT Sona Topas Tourism Industry Tbk (SONA) terdiri dari:

Dewan Komisaris

Jonathan Tahir – Presiden Komisaris
Ronald Kumalaputra – Komisaris
Gn Hiang Lin – Komisaris Independen

Dewan Direksi

Ir. Wong Budi Setiawan – Presiden Direktur
Harry Wangidjaja – Direktur
Victoria Tahir – Direktur

Pemilik dan Pengendali Saham SONA

Struktur pemegang saham SONA mengalami perubahan besar pada 2026, ketika PT Pratama Citra Karunia resmi menjadi pengendali baru setelah mengambil alih 45% saham dari DFS Venture Singapore pada 29 April 2026. Transaksi sebanyak 298,08 juta lembar saham tersebut dilakukan pada harga Rp690 per saham dengan nilai sekitar Rp205,68 miliar.

PT Pratama Citra Karunia merupakan pihak terafiliasi dengan keluarga Tahir, di mana Jonathan Tahir selaku Presiden Komisaris SONA juga memegang mayoritas saham dan menjabat Presiden Komisaris di pengendali baru tersebut. Selain itu terdapat kepemilikan strategis oleh PT Precise Pacific Realty sebesar 31,65% dan Tahir sebesar 15,70%, sementara kepemilikan publik hanya tersisa sekitar 7,5%.

Sekilas Sejarah PT Sona Topas Tourism Industry Tbk

Perjalanan SONA bermula pada 1978 sebagai agen perjalanan wisata yang kemudian berkembang menjadi pengelola toko bebas bea dan ritel perjalanan terkemuka. Perusahaan resmi mencatatkan sahamnya di bursa melalui IPO pada 21 Juli 1992, dan sempat tercatat di papan utama sebelum turun ke papan pengembangan pada 2024.

Momentum penting terjadi pada 29 April 2026 ketika DFS Venture Singapore, bagian dari jaringan ritel bebas bea global, melepas seluruh kepemilikannya di SONA. Pasca-transaksi tersebut, kerja sama pasokan dengan jaringan DFS berakhir, namun manajemen menegaskan hal tersebut tidak berdampak material terhadap kinerja dan operasional perusahaan secara keseluruhan.

Status Perdagangan dan Kinerja Pasar Terbaru

Pasca pengambilalihan, pengendali baru melaksanakan penawaran tender wajib (tender offer) atas sekitar 7,63% saham SONA dengan harga penawaran sekitar Rp2.284 per saham pada periode 23 Juni hingga 22 Juli 2026. Berdasarkan laporan hasil penawaran tender, total kepemilikan pengendali baru berada di angka 45,11% per 10 Agustus 2026.

Saham SONA saat ini berada di Papan Pemantauan Khusus Bursa Efek Indonesia akibat porsi free float yang berada di bawah ketentuan minimum 15%. Perusahaan menyatakan berkomitmen memenuhi ketentuan free float tersebut sebelum masa transisi berakhir, sambil tetap mencatatkan pendapatan sekitar Rp198 miliar pada kuartal pertama 2026 dan membidik ekspansi ritel dalam lima tahun ke depan.

Tren Pasar dan Alasan Investor Mulai Melirik SONA

Beberapa faktor yang membuat investor memperhatikan saham SONA antara lain:

Pergantian pengendali baru kepada PT Pratama Citra Karunia yang terafiliasi keluarga Tahir.
Rencana ekspansi bisnis ritel dalam lima tahun ke depan pasca penawaran tender wajib.
Pemulihan sektor pariwisata dan arus kunjungan wisatawan ke Indonesia.
Portofolio toko bebas bea dan ritel di lokasi wisata strategis seperti Bali, Jakarta, dan Medan.
Komitmen perusahaan memenuhi ketentuan free float minimum 15% dari Bursa Efek Indonesia.
Rekam jejak kinerja pendapatan dan laba bersih yang kembali membaik pasca pandemi.

Risiko dan Tantangan yang Perlu Diperhatikan Investor

Meski memiliki prospek pemulihan, terdapat beberapa risiko yang perlu menjadi perhatian investor:

Berakhirnya kerja sama pasokan dengan jaringan ritel bebas bea DFS yang dapat memengaruhi lini produk.
Porsi free float yang rendah sehingga saham masuk Papan Pemantauan Khusus Bursa Efek Indonesia.
Likuiditas saham yang sangat terbatas di pasar sekunder.
Ketergantungan bisnis pada arus kunjungan wisatawan dan kondisi sektor pariwisata.
Konsentrasi kepemilikan saham yang tinggi pada pengendali dan pihak terafiliasi.

Insight Hari Ini untuk Investor

Dari sisi fundamental, PT Sona Topas Tourism Industry Tbk merupakan salah satu emiten ritel pariwisata dengan jaringan toko bebas bea dan ritel perjalanan di lokasi-lokasi wisata utama Indonesia. Pergantian pengendali kepada pihak yang terafiliasi dengan keluarga Tahir menandai babak baru bagi strategi bisnis perusahaan ke depan.

Rencana ekspansi ritel lima tahun ke depan serta komitmen memenuhi ketentuan free float menjadi katalis yang layak dipantau investor dalam jangka menengah, meski tetap perlu diimbangi dengan kewaspadaan terhadap likuiditas saham yang terbatas. Bagi investor yang mencari eksposur pada sektor ritel pariwisata, SONA masih menjadi salah satu emiten yang layak masuk daftar pantauan investasi.

Kesimpulan

PT Sona Topas Tourism Industry Tbk (SONA) merupakan perusahaan ritel pariwisata yang mengelola toko bebas bea dan ritel perjalanan di berbagai kota di Indonesia dan kini memasuki babak baru di bawah pengendali baru PT Pratama Citra Karunia. Berbekal jaringan ritel yang luas di lokasi wisata strategis, rencana ekspansi lima tahun ke depan, serta kinerja pendapatan yang terus membaik, saham SONA tetap menjadi salah satu emiten sektor ritel pariwisata yang menarik untuk dipertimbangkan oleh investor jangka menengah maupun jangka panjang, dengan tetap memperhatikan risiko likuiditas dan free float yang melekat.

Rian Kurniawan - Start Friday Asia Brand and Business Strategy Consulting

Helps Your Business Grow Meaningfully. Since 2012, we've been helping luxury and premium businesses, from boutique hotels to fashion brands, build strong identities and strategies that generate real growth. Now with AI powered insights for faster, more informed decisions.

https://startfriday.asia
Previous
Previous

Company Profile PT Soraya Berjaya Indonesia Tbk., Kode Saham SPRE, Investasi Tren Pasar Dan Insight Hari Ini Bagi Investor

Next
Next

Company Profile PT Xolare RCR Energy Tbk., Kode Saham SOLA, Investasi Tren Pasar Dan Insight Hari Ini Bagi Investor