Company Profile PT Xolare RCR Energy Tbk., Kode Saham SOLA, Investasi Tren Pasar Dan Insight Hari Ini Bagi Investor

PT Xolare RCR Energy Tbk (SOLA) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan aspal modifikasi dan jasa konstruksi infrastruktur jalan di Indonesia. Perusahaan didirikan pada 18 Desember 2014 dengan nama PT RCR Energy Indonesia, mulai beroperasi secara komersial pada 2015, dan resmi berganti nama menjadi PT Xolare RCR Energy pada Januari 2022.

Perusahaan menjalankan bisnis melalui dua segmen utama, yaitu segmen aspal dengan merek dagang XOLABIT untuk produk aspal penetrasi dan emulsi, serta segmen konstruksi untuk pembangunan infrastruktur jalan. Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan juga melakukan diversifikasi bisnis ke sektor energi terbarukan, khususnya pembangunan pembangkit tenaga surya (PLTS).

Nama Perusahaan: PT Xolare RCR Energy Tbk
Kode Saham: SOLA
Sektor: Barang Baku – Bidang Usaha: Perdagangan Aspal dan Jasa Konstruksi
Tanggal IPO: 8 Mei 2024
Alamat Kantor Pusat: Gedung Plaza Simatupang Lt. 6, Jl. TB Simatupang Kav. IS No. 01, Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan 12310
Website: www.xolare.co.id

Saham SOLA Bergerak di Sektor Apa?

Saham SOLA tercatat di Bursa Efek Indonesia pada sektor Barang Baku dengan bidang usaha utama perdagangan aspal dan jasa konstruksi, serta industri pengolahan aspal melalui entitas anak. Produk aspal perusahaan mencakup aspal penetrasi atau bitumen, aspal emulsi, polymer modified asphalt, aspal modifikasi karet alam, coldmix, waterproofing, hingga cat aspal untuk berbagai kebutuhan infrastruktur.

Selain lini bisnis inti aspal dan konstruksi, perusahaan kini juga aktif menggarap proyek PLTS, baik untuk kebutuhan industri pertambangan maupun program ketenagalistrikan nasional. Diversifikasi ke sektor energi terbarukan ini menjadi strategi perusahaan untuk menangkap peluang pertumbuhan di luar bisnis aspal konvensional.

Manajemen dan Pengurus Perusahaan

Berdasarkan informasi terbaru perusahaan, susunan pengurus PT Xolare RCR Energy Tbk (SOLA) terdiri dari:

Dewan Komisaris

Dr. Winardi Sani – Komisaris Utama
Achmad Alwi, SH – Komisaris
Ramdani Eka Saputra, SE, SH, MM, MH – Komisaris Independen

Dewan Direksi

Mochamad Bhadaiwi – Direktur Utama
Imam Buchairi – Direktur
Elvis Subiantoro – Direktur
Hasnan Riswandi – Direktur

Pemilik dan Pengendali Saham SOLA

Struktur pemegang saham SOLA menunjukkan bahwa pengendali utama perusahaan adalah PT Energi Hijau Investama, dengan kepemilikan sekitar 57,91%. Selain itu terdapat kepemilikan strategis oleh PT Xolabit Terminal Bitumen sebesar 9,38% dan PT Asha Raharja Persada sebesar 7,93%.

Pemilik manfaat akhir (ultimate beneficial owner) sekaligus pengendali SOLA adalah Mochamad Bhadaiwi, yang juga menjabat sebagai Direktur Utama perusahaan. Sisa kepemilikan saham sekitar 19% dimiliki oleh masyarakat yang diperdagangkan di papan pengembangan Bursa Efek Indonesia.

Sekilas Sejarah PT Xolare RCR Energy Tbk

Perjalanan SOLA bermula pada 2014 sebagai perusahaan penanaman modal asing dengan nama RCR Energy Indonesia, sebelum berubah status menjadi penanaman modal dalam negeri dan berganti nama menjadi Xolare RCR Energy pada 2022. Perusahaan resmi melakukan IPO di Bursa Efek Indonesia pada 8 Mei 2024 dengan melepas 656,25 juta saham pada harga penawaran Rp110 per saham.

Pasca-IPO, perusahaan terus memperluas portofolio bisnisnya, termasuk menyelesaikan proyek PLTS di Pulau Gag, Raja Ampat, Papua Barat senilai Rp25,53 miliar untuk perusahaan tambang nikel PT Gag Nikel. Perusahaan juga aktif memperoleh kontrak baru di segmen jalan tambang (hauling) dan jasa konstruksi energi terbarukan sepanjang 2025 dan 2026.

Status Perdagangan dan Kinerja Pasar Terbaru

Saham SOLA merupakan salah satu emiten konstruksi dan energi terbarukan berskala kecil di Bursa Efek Indonesia. Perusahaan menargetkan pendapatan sebesar Rp412,57 miliar pada 2026, tumbuh 23,5% dibandingkan realisasi 2025 sebesar Rp333,99 miliar, dengan target laba bersih Rp52,74 miliar atau naik 18,1% dari realisasi tahun sebelumnya.

Pertumbuhan tersebut didukung oleh penguatan pipeline proyek jalan tambang, backlog konstruksi, serta diversifikasi ke segmen energi terbarukan dan jasa EPC (engineering, procurement, construction). Saham SOLA pernah mengalami penghentian sementara perdagangan akibat pergerakan harga yang tidak biasa pada 2025, namun kini kembali diperdagangkan normal seiring membaiknya kinerja operasional perusahaan.

Tren Pasar dan Alasan Investor Mulai Melirik SOLA

Beberapa faktor yang membuat investor memperhatikan saham SOLA antara lain:

Target pertumbuhan pendapatan dan laba bersih double digit pada 2026.
Diversifikasi bisnis ke sektor energi terbarukan, khususnya PLTS.
Perolehan kontrak jalan tambang (hauling) yang terus bertambah.
Peluang baru dari regulasi carbon capture, utilization and storage (CCUS).
Rencana bisnis EPC untuk mendukung proyek ketenagalistrikan nasional.
Peningkatan backlog konstruksi yang memperkuat visibilitas pendapatan ke depan.

Risiko dan Tantangan yang Perlu Diperhatikan Investor

Meski memiliki target pertumbuhan yang ambisius, terdapat beberapa risiko yang perlu menjadi perhatian investor:

Volatilitas harga saham yang tinggi, tercermin dari riwayat suspensi perdagangan pada 2025.
Fluktuasi harga bahan baku aspal yang dipengaruhi harga minyak global.
Ketergantungan pendapatan pada proyek-proyek konstruksi dan tambang tertentu.
Risiko eksekusi proyek energi terbarukan yang membutuhkan investasi dan keahlian teknis khusus.
Persaingan dengan perusahaan konstruksi dan pengolahan aspal lain yang lebih besar.
Likuiditas saham yang relatif terbatas sebagai emiten skala kecil.

Insight Hari Ini untuk Investor

Dari sisi fundamental, PT Xolare RCR Energy Tbk merupakan salah satu emiten konstruksi dan pengolahan aspal yang tengah bertransformasi menjadi pemain energi terbarukan melalui ekspansi bisnis PLTS. Target pertumbuhan pendapatan dan laba double digit pada 2026 mencerminkan optimisme manajemen terhadap pipeline proyek yang terus berkembang.

Diversifikasi ke sektor EBT serta peluang dari regulasi CCUS menjadi katalis yang layak dipantau investor dalam jangka menengah, meski tetap perlu diimbangi dengan kewaspadaan terhadap volatilitas harga saham dan skala usaha yang masih relatif kecil. Bagi investor yang mencari eksposur pada sektor konstruksi dan energi terbarukan dengan potensi pertumbuhan tinggi, SOLA masih menjadi salah satu emiten yang layak masuk daftar pantauan investasi.

Kesimpulan

PT Xolare RCR Energy Tbk (SOLA) merupakan perusahaan pengolahan aspal dan jasa konstruksi yang tengah berekspansi ke sektor energi terbarukan melalui proyek PLTS. Berbekal target pertumbuhan pendapatan dan laba yang agresif pada 2026, diversifikasi bisnis ke EBT, serta perolehan kontrak jalan tambang yang terus bertambah, saham SOLA tetap menjadi salah satu emiten sektor barang baku dan energi terbarukan yang menarik untuk dipertimbangkan oleh investor jangka menengah maupun jangka panjang.

Rian Kurniawan - Start Friday Asia Brand and Business Strategy Consulting

Helps Your Business Grow Meaningfully. Since 2012, we've been helping luxury and premium businesses, from boutique hotels to fashion brands, build strong identities and strategies that generate real growth. Now with AI powered insights for faster, more informed decisions.

https://startfriday.asia
Next
Next

Company Profile PT Soho Global Health Tbk., Kode Saham SOHO, Investasi Tren Pasar Dan Insight Hari Ini Bagi Investor