Company Profile PT Tower Bersama Infrastructure Tbk., Kode Saham TBIG, Investasi Tren Pasar Dan Insight Hari Ini Bagi Investor

PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) merupakan perusahaan penyedia infrastruktur telekomunikasi independen terkemuka di Indonesia yang menyewakan ruang pada menara telekomunikasi untuk penempatan antena BTS oleh operator seluler. Perusahaan didirikan pada 8 November 2004 dengan nama PT Banyan Mas, sebelum berganti nama menjadi PT Tower Bersama Infrastructure pada 2009, dengan akar bisnis Tower Bersama Group yang telah berjalan sejak 2003.

Selain menara, perusahaan juga menyediakan akses jaringan Distributed Antenna System (DAS) di mal dan gedung perkantoran, serta mengembangkan bisnis serat optik untuk memperluas konektivitas digital. Perusahaan mengoperasikan lebih dari 20 ribu menara di Jawa, Bali, Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi, serta terus berekspansi ke kawasan Maluku dan Papua.

Nama Perusahaan: PT Tower Bersama Infrastructure Tbk
Kode Saham: TBIG
Sektor: Infrastruktur – Sub Sektor: Telekomunikasi
Tanggal IPO: 26 Oktober 2010
Alamat Kantor Pusat: The Convergence Indonesia Lt. 11, Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan 12940
Website: www.tower-bersama.com

Saham TBIG Bergerak di Sektor Apa?

Saham TBIG tercatat di Bursa Efek Indonesia pada sektor Infrastruktur dengan sub sektor Telekomunikasi, tepatnya pada industri penyedia infrastruktur menara. Bisnis utama perusahaan adalah penyewaan ruang untuk antena dan peralatan transmisi sinyal nirkabel di lokasi menara berdasarkan perjanjian sewa jangka panjang dengan operator telekomunikasi.

Perusahaan menjalankan bisnisnya melalui sejumlah anak usaha, di antaranya PT Gihon Telekomunikasi Indonesia Tbk, PT Visi Telekomunikasi Infrastruktur Tbk, PT United Towerindo, dan PT Telenet Internusa. Model sewa jangka panjang dengan kontrak berulang membuat pendapatan perusahaan relatif stabil dan dapat diprediksi dari tahun ke tahun.

Manajemen dan Pengurus Perusahaan

Berdasarkan informasi terbaru perusahaan, susunan pengurus PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) terdiri dari:

Dewan Komisaris

Edwin Soeryadjaya – Presiden Komisaris
Verena Lim – Komisaris
Ludovicus Sensi Wondabio – Komisaris
Heri Sunaryadi – Komisaris

Dewan Direksi

Herman Setya Budi – Presiden Direktur
Hardi Wijaya Liong – Wakil Presiden Direktur
Helmy Yusman Santoso – Direktur
Budianto Purwahjo – Direktur
Leonardus Wahyu Wasono Mihardjo – Direktur

Pemilik dan Pengendali Saham TBIG

Struktur pemegang saham TBIG menunjukkan bahwa pengendali utama perusahaan adalah Bersama Digital Infrastructure Asia Pte Ltd, dengan kepemilikan sekitar 80% hingga 82%. Selain itu terdapat kepemilikan strategis oleh PT Wahana Anugerah Sejahtera sebesar sekitar 9,4%, sementara sisanya dimiliki oleh publik dan saham treasuri perusahaan.

Bersama Digital Infrastructure dikendalikan oleh Provident Capital dan PT Saratoga Investama Sedaya Tbk, dengan konsorsium yang dipimpin Macquarie Asset Management sebagai pemegang saham minoritas signifikan sejak 2022. Sejumlah anggota direksi dan komisaris, termasuk Edwin Soeryadjaya dan Hardi Wijaya Liong, juga memiliki saham TBIG secara langsung.

Sekilas Sejarah PT Tower Bersama Infrastructure Tbk

Perjalanan TBIG bermula pada 2003 dengan berdirinya PT United Towerindo, yang kemudian berkembang menjadi Tower Bersama Group melalui pembangunan menara build-to-suit serta akuisisi portofolio dan perusahaan menara yang sudah ada. Perusahaan resmi melakukan IPO di Bursa Efek Indonesia pada 26 Oktober 2010.

Seiring waktu, perusahaan terus memperluas portofolio menara dan jaringan serat optik, serta aktif menggalang pendanaan melalui penerbitan obligasi di pasar domestik maupun internasional. Pada 2025, perusahaan antara lain menerbitkan Obligasi VI Tahap III senilai Rp2,7 triliun untuk mendukung kebutuhan pembiayaan dan refinancing.

Status Perdagangan dan Kinerja Pasar Terbaru

Saham TBIG merupakan salah satu emiten infrastruktur telekomunikasi dengan kapitalisasi pasar besar di Bursa Efek Indonesia, tercatat berada di kisaran Rp32 hingga Rp33 triliun pada 2026. Harga saham sempat tertekan cukup dalam sepanjang 2026 di tengah konsolidasi operator seluler dan pelemahan rupiah, namun perusahaan tetap menjaga kinerja operasional yang stabil.

Perusahaan membagikan dividen sebesar Rp1,05 triliun atau Rp47 per saham dari laba tahun buku 2025, serta menyiapkan belanja modal sekitar Rp4 triliun untuk ekspansi organik melalui pembangunan menara, serat optik, dan konektivitas. Kebijakan dividen yang konsisten dan fokus pertumbuhan organik menjadi sorotan investor dalam menilai prospek perusahaan.

Tren Pasar dan Alasan Investor Mulai Melirik TBIG

Beberapa faktor yang membuat investor memperhatikan saham TBIG antara lain:

Posisi sebagai salah satu perusahaan menara telekomunikasi independen terbesar di Indonesia.
Model pendapatan berulang dari kontrak sewa jangka panjang dengan operator telekomunikasi.
Rekam jejak pembagian dividen yang konsisten kepada pemegang saham.
Ekspansi organik melalui pembangunan menara, serat optik, dan solusi konektivitas.
Dukungan pemegang saham strategis seperti Provident Capital, Saratoga, dan Macquarie.
Valuasi saham yang terkoreksi cukup dalam sepanjang 2026 sehingga menarik perhatian investor.

Risiko dan Tantangan yang Perlu Diperhatikan Investor

Meski memiliki model bisnis yang stabil, terdapat beberapa risiko yang perlu menjadi perhatian investor:

Konsolidasi operator seluler yang dapat mengurangi jumlah penyewa menara.
Beban utang dan bunga yang relatif besar sebagai bagian dari model bisnis padat modal.
Pelemahan nilai tukar rupiah yang memengaruhi beban utang berdenominasi mata uang asing.
Persaingan dengan perusahaan menara lain seperti Mitratel dan Protelindo.
Fluktuasi harga saham yang tinggi di tengah dinamika pasar modal.

Insight Hari Ini untuk Investor

Dari sisi fundamental, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk merupakan salah satu pemain utama di industri menara telekomunikasi independen Indonesia dengan model bisnis pendapatan berulang jangka panjang. Dukungan pemegang saham strategis yang kuat serta diversifikasi ke serat optik dan DAS memberikan fondasi bagi pertumbuhan berkelanjutan di tengah kebutuhan konektivitas yang terus meningkat.

Kebijakan dividen yang konsisten, rencana belanja modal untuk ekspansi organik, serta valuasi yang terkoreksi menjadi katalis yang layak dipantau investor dalam jangka menengah. Bagi investor yang mencari eksposur pada sektor infrastruktur telekomunikasi dengan arus kas yang relatif stabil, TBIG masih menjadi salah satu emiten yang layak masuk daftar pantauan investasi.

Kesimpulan

PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) merupakan penyedia infrastruktur menara telekomunikasi independen terkemuka di Indonesia dengan portofolio puluhan ribu penyewaan dan diversifikasi ke serat optik dan DAS. Berbekal model bisnis pendapatan berulang, dukungan pemegang saham strategis, serta kebijakan dividen yang konsisten, saham TBIG tetap menjadi salah satu emiten sektor infrastruktur telekomunikasi yang menarik untuk dipertimbangkan oleh investor jangka menengah maupun jangka panjang.

Rian Kurniawan - Start Friday Asia Brand and Business Strategy Consulting

Helps Your Business Grow Meaningfully. Since 2012, we've been helping luxury and premium businesses, from boutique hotels to fashion brands, build strong identities and strategies that generate real growth. Now with AI powered insights for faster, more informed decisions.

https://startfriday.asia
Previous
Previous

Company Profile PT Tunas Baru Lampung Tbk., Kode Saham TBLA, Investasi Tren Pasar Dan Insight Hari Ini Bagi Investor

Next
Next

Company Profile PT Express Transindo Utama Tbk., Kode Saham TAXI, Investasi Tren Pasar Dan Insight Hari Ini Bagi Investor