Lenmarc Mall dan Tantangan Bersaing di Tengah Dominasi PTC Surabaya
Surabaya, Start Friday Asia — Lenmarc Mall adalah salah satu contoh menarik bagaimana sebuah pusat perbelanjaan bisa berdiri megah, memiliki fasilitas lengkap, namun tetap kesulitan menarik keramaian karena harus berhadapan langsung dengan raksasa ritel di sekitarnya. Bagi fripipel yang tinggal di kawasan Surabaya Barat, nama Lenmarc mungkin terdengar asing dibandingkan PTC atau Pakuwon Mall, meski jaraknya hanya beberapa menit berkendara. Kisah ini menjadi pelajaran penting tentang bagaimana identitas sebuah tempat bisa tenggelam ketika berada dalam bayang-bayang dominasi kompetitor yang jauh lebih besar.
Apa yang Membuat Lenmarc Mall Harus Bersaing Berat dengan Dominasi PTC dan Pakuwon Mall?
Lenmarc Mall adalah pusat perbelanjaan berlantai enam yang dikembangkan oleh PT Bukit Darmo Property Tbk di kawasan elite Bukit Darmo, Surabaya Barat. Mal ini hadir dengan konsep family mall, menawarkan konsep unik memadukan belanja dengan hiburan keluarga, termasuk kehadiran Mini Trans Studio, wahana hiburan indoor pertama yang dibangun di dalam sebuah mal di Surabaya pada masanya.
Sayangnya, lokasi Lenmarc Mall berada tidak jauh dari kawasan Pakuwon Indah, tempat berdirinya dua raksasa ritel yang saling terhubung, yaitu Pakuwon Trade Center atau PTC dan Pakuwon Mall. Kedua mal ini dikenal sebagai destinasi belanja yang selalu ramai, dengan segmentasi pasar yang saling melengkapi, mulai dari kebutuhan belanja terjangkau di PTC hingga jenama mewah di Pakuwon Mall.
Skala perbedaan antara Lenmarc dan kompetitornya ini terlihat cukup jelas dari berbagai data berikut:
Lenmarc Mall memiliki luas total sekitar 82.000 meter persegi, sementara Pakuwon Mall memiliki luas area sewa bersih hingga 200.000 meter persegi, menjadikannya salah satu mal terbesar di Indonesia.
Pakuwon Mall memiliki lebih dari 300 gerai dengan 22 anchor tenant besar, jauh lebih banyak dibandingkan jumlah tenant yang pernah dimiliki Lenmarc Mall.
PTC sendiri memiliki fasilitas pendukung seperti Surabaya Convention Center berkapasitas 2.000 orang, sesuatu yang tidak dimiliki Lenmarc Mall.
Sejumlah tenant yang sebelumnya berada di Lenmarc Mall, seperti Chipmunks Playland & Cafe, akhirnya pindah ke Pakuwon Mall karena jumlah pengunjung yang lebih menjanjikan di sana.
Kondisi ini menunjukkan bahwa tantangan utama Lenmarc Mall bukan sekadar soal kualitas fasilitas, melainkan soal skala dan daya tarik gravitasi yang jauh lebih besar dimiliki oleh kompetitornya di kawasan yang sama.
Siapa Saja Pihak di Balik Berdirinya Lenmarc Mall hingga Kompetitornya yang Besar?
Lenmarc Mall didirikan, dikembangkan, dan dikelola oleh PT Bukit Darmo Property Tbk, perusahaan yang juga membangun apartemen Adhiwangsa Golf View Residence dan Nine Boulevard Premium Office Tower yang berdiri tepat di atas kawasan mal ini. Menariknya, nama Lenmarc sendiri bukan sekadar nama biasa, melainkan gabungan dari nama dua anak pendiri perusahaan, yaitu Lenny dan Marcia, yang konon menjadi semacam hadiah ulang tahun karena keduanya gemar menghabiskan waktu di mal.
Di sisi lain, kompetitor utama Lenmarc Mall, yaitu PTC dan Pakuwon Mall, berada di bawah naungan Pakuwon Jati, perusahaan properti besar yang didirikan oleh Alexander Tedja pada 1982. Sebagai salah satu pengembang superblok terbesar di Surabaya, Pakuwon Jati telah memiliki pengalaman panjang dan reputasi kuat dalam membangun serta mengelola pusat perbelanjaan berskala besar di berbagai penjuru kota.
Kehadiran para tenant besar turut menjadi pihak penting yang memperkuat posisi kompetitor Lenmarc. Sogo, sebagai anchor tenant terbesar di Pakuwon Mall, bersama H&M dan berbagai jenama internasional lainnya, menjadi magnet utama yang terus menarik pengunjung dari berbagai kalangan ke kawasan Pakuwon Indah.
Sementara itu, para pengunjung dan komunitas lokal Surabaya Barat sendiri turut menjadi pihak yang menentukan arah persaingan ini. Kebiasaan warga untuk lebih memilih PTC atau Pakuwon Mall sebagai destinasi utama, dibandingkan Lenmarc yang lokasinya sebenarnya tidak jauh berbeda, menunjukkan betapa kuatnya loyalitas yang sudah terbangun terhadap kedua mal raksasa tersebut selama bertahun-tahun.
Kapan Lenmarc Mall Dibangun hingga Akhirnya Bertransformasi Menjadi Fairway Nine?
Pembangunan Lenmarc Mall bersama apartemen Adhiwangsa dimulai pada 2006, setelah proses perencanaan yang telah dimulai sejak akhir 2005. Awalnya, mal ini direncanakan untuk dibuka pada 2009, namun proses pembangunan mengalami penundaan hingga akhirnya resmi beroperasi pada 8 Desember 2010, dengan tenant utama Chipmunks Playland & Cafe serta bioskop Lenmarc XXI yang dilengkapi The Premiere, layanan bioskop premium kedua di Surabaya setelah Grand City Mall.
Pada Januari 2015, Lenmarc Mall sempat melakukan penyegaran logo dan konsep untuk menarik kembali minat pengunjung. Namun upaya ini belum sepenuhnya mampu membendung persaingan dengan PTC dan Pakuwon Mall yang terus berkembang pesat di kawasan yang sama, sehingga sejumlah tenant besar akhirnya memilih pindah ke lokasi kompetitor yang dinilai lebih ramai.
Beberapa tonggak waktu penting dalam perjalanan Lenmarc Mall dapat dirangkum sebagai berikut:
2006: Pembangunan Lenmarc Mall dan apartemen Adhiwangsa dimulai.
8 Desember 2010: Lenmarc Mall resmi dibuka untuk umum.
Januari 2015: Penyegaran logo dan konsep dilakukan untuk menarik kembali pengunjung.
Pertengahan 2022: Proses renovasi besar-besaran mulai dilakukan.
16 November 2023: Nama Lenmarc Mall resmi berganti menjadi Fairway Nine.
22 Mei 2024: Renovasi rampung, ditandai perayaan Surabaya Food Fest di atrium lantai dua.
Perjalanan waktu ini menunjukkan bahwa Lenmarc Mall tidak diam menghadapi tantangan persaingan, melainkan terus mencari cara untuk bertransformasi, hingga akhirnya memutuskan mengubah total identitasnya menjadi Fairway Nine demi menyasar segmen anak muda dan komunitas yang lebih spesifik.
Baca juga: Bukan Sekadar Mall, Trans Icon Surabaya Membangun Ekosistem dari Hunian hingga Hiburan
Di Mana Posisi Lenmarc Mall di Tengah Kawasan Elite Bukit Darmo dan Pusat Gravitasi PTC-Pakuwon Mall?
Lenmarc Mall berlokasi di Jalan Mayjend Yono Suwoyo Nomor 9, tepatnya di kawasan Pradahkalikendal, Dukuh Pakis, yang merupakan bagian dari kawasan elite Bukit Darmo di Surabaya Barat. Posisi ini sebenarnya cukup strategis, tidak jauh dari KidZania Surabaya dan berada di jalur utama yang menghubungkan berbagai kawasan permukiman kelas atas di wilayah barat kota.
Namun, tantangan besar muncul karena kawasan Pakuwon Indah, tempat berdirinya PTC dan Pakuwon Mall, berada relatif dekat dan telah lebih dulu membangun reputasi sebagai pusat gravitasi utama aktivitas belanja di Surabaya Barat. Sejak dibuka pada 2003 dan 2004, kedua mal ini telah memiliki waktu jauh lebih panjang untuk membangun basis pelanggan setia dibandingkan Lenmarc yang baru beroperasi pada 2010.
Dari sudut pandang place branding, kedekatan geografis dengan kompetitor yang sudah lebih dulu mapan justru bisa menjadi tantangan besar, bukan keuntungan. Sebuah tempat baru akan sulit membangun identitas kuat apabila berada dalam radius yang sama dengan destinasi yang sudah lebih dulu dikenal luas dan memiliki skala jauh lebih besar, seperti yang dialami Lenmarc terhadap PTC dan Pakuwon Mall.
Kondisi geografis semacam ini menuntut Lenmarc, dan kini Fairway Nine, untuk menemukan diferensiasi yang benar-benar berbeda, alih-alih bersaing head-to-head dalam hal skala dan kelengkapan tenant dengan kompetitor yang sudah jauh lebih besar dan mapan di kawasan yang sama.
Mengapa Dominasi PTC dan Pakuwon Mall Begitu Sulit Ditandingi dari Sisi Place Branding?
Dominasi PTC dan Pakuwon Mall sulit ditandingi karena keduanya telah membangun place branding yang sangat kuat sebagai satu kesatuan destinasi belanja terbesar di Surabaya Barat, bahkan salah satu yang terbesar di Indonesia. Konsep dua mal yang saling terhubung ini memungkinkan pengunjung merasakan pengalaman belanja lengkap dalam satu kunjungan, mulai dari kebutuhan terjangkau hingga produk mewah, sesuatu yang sulit ditiru oleh mal tunggal seperti Lenmarc.
Dari sudut pandang place branding, faktor waktu turut menjadi keunggulan besar bagi PTC dan Pakuwon Mall. Sebagai mal yang telah beroperasi lebih dari dua dekade, keduanya memiliki waktu jauh lebih panjang untuk membangun ingatan kolektif masyarakat, sehingga nama Pakuwon Indah sudah identik dengan destinasi belanja utama di benak warga Surabaya Barat, jauh sebelum Lenmarc hadir sebagai pemain baru.
Skala investasi dan luas lahan yang jauh lebih besar juga memberikan keleluasaan bagi PTC dan Pakuwon Mall untuk terus memperluas fasilitas, mulai dari penambahan hotel bintang lima seperti The Westin dan Four Points by Sheraton, hingga apartemen mewah yang menyatu dengan kawasan mal. Ekspansi berkelanjutan semacam ini semakin memperkuat citra kawasan tersebut sebagai pusat gravitasi utama, sekaligus mempersempit ruang bagi kompetitor baru untuk merebut perhatian pasar yang sama.
Bagi fripipel yang mempelajari strategi place branding, kasus persaingan Lenmarc dengan PTC dan Pakuwon Mall menegaskan bahwa membangun identitas tempat yang kuat membutuhkan kombinasi waktu, skala, dan konsistensi ekspansi yang sulit dikejar dalam waktu singkat, terutama ketika kompetitor sudah memiliki keunggulan signifikan di seluruh aspek tersebut.
Bagaimana Lenmarc atau Fairway Nine Berupaya Membangun Identitas Baru di Tengah Dominasi Tersebut?
Menyadari sulitnya bersaing secara langsung dalam hal skala, PT Bukit Darmo Property memilih jalur berbeda dengan melakukan rebranding total, mengubah nama Lenmarc Mall menjadi Fairway Nine pada November 2023. Langkah ini menunjukkan strategi place branding baru yang tidak lagi berusaha menandingi PTC dan Pakuwon Mall secara langsung, melainkan menciptakan identitas yang benar-benar berbeda dan lebih relevan dengan segmen pasar tertentu.
Perombakan konsep yang dilakukan turut mengarahkan mal ini menyasar anak muda dan komunitas, dengan menghadirkan lebih banyak area terbuka serta fokus pada tenant kuliner yang menghadap langsung ke lapangan golf di sekitarnya. Pendekatan ini menciptakan pengalaman berbeda dibandingkan mal konvensional, sekaligus menjadi pembeda yang tidak dimiliki oleh kompetitor besar di kawasan yang sama.
Perayaan Surabaya Food Fest pada Mei 2024 menjadi penanda penting selesainya proses renovasi, sekaligus menjadi momentum bagi Fairway Nine untuk memperkenalkan identitas barunya kepada masyarakat luas. Langkah semacam ini menunjukkan bahwa alih-alih terus terjebak dalam persaingan skala dengan PTC dan Pakuwon Mall, pengelola memilih untuk membangun ulang narasi tempat ini dari awal, dengan target audiens yang lebih spesifik.
Pada akhirnya, keberhasilan Fairway Nine dalam menemukan identitas barunya akan sangat bergantung pada konsistensi eksekusi strategi rebranding yang telah dijalankan. Bagi fripipel yang penasaran dengan perjalanan mal ini ke depan, kasus Lenmarc yang bertransformasi menjadi Fairway Nine membuktikan bahwa ketika dominasi kompetitor terlalu kuat untuk ditandingi secara langsung, membangun identitas baru yang unik bisa menjadi strategi place branding yang jauh lebih realistis untuk dijalankan.
Data & Statistik
| Indikator | Data / Informasi |
|---|---|
| Lokasi | Jl. Mayjend Yono Suwoyo No. 9, Pradahkalikendal, Dukuh Pakis, Surabaya |
| Kawasan | Surabaya Barat, kawasan elite Bukit Darmo yang berdekatan dengan kawasan Pakuwon Indah |
| Positioning | Pusat lifestyle, kuliner, dan komunitas yang mengedepankan pengalaman ruang terbuka serta suasana yang berbeda dari mal konvensional |
| Target Utama | Anak muda, komunitas, keluarga, serta masyarakat Surabaya Barat yang mencari pengalaman kuliner, hiburan, dan aktivitas sosial |
| Tenant dan Fasilitas | Tenant kuliner, area terbuka, ruang komunitas, serta fasilitas yang menghadap ke area lapangan golf di sekitar kawasan |
| Daya Tarik | Konsep lifestyle yang lebih terbuka, suasana kawasan golf, tenant kuliner, serta pendekatan yang menyasar anak muda dan komunitas |
| Keunggulan Lokasi | Berada di kawasan elite Bukit Darmo dan dekat dengan pusat aktivitas Surabaya Barat, termasuk PTC dan Pakuwon Mall |
| Identitas Tempat | Destinasi lifestyle yang membangun diferensiasi melalui suasana, komunitas, kuliner, ruang terbuka, dan pengalaman yang lebih spesifik |
| Place Branding | Diferensiasi melalui rebranding dari Lenmarc Mall menjadi Fairway Nine, penyegaran konsep, fokus pada komunitas dan anak muda, serta pengalaman ruang yang berbeda dari kompetitor |
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
-
Skala, jumlah tenant, daya tarik kawasan, dan basis pengunjung PTC serta Pakuwon Mall jauh lebih besar.
-
PT Bukit Darmo Property Tbk sebagai pengembang dan pengelola kawasan.
-
Lenmarc Mall resmi berganti nama menjadi Fairway Nine pada 16 November 2023.
-
Di Jalan Mayjend Yono Suwoyo No. 9, kawasan Bukit Darmo, Surabaya Barat.
-
Untuk membangun identitas baru yang lebih berbeda dan menyasar anak muda serta komunitas.
-
Melalui konsep lifestyle, area terbuka, tenant kuliner, komunitas, dan pengalaman yang berbeda dari mal konvensional.
Ingin Place Branding Fripipel Se-Kuat Fairway Nine?
Jika Fripipel ingin:
Membangun identitas tempat yang kuat meski berada di tengah persaingan destinasi ritel yang lebih besar.
Menciptakan diferensiasi melalui konsep, pengalaman, dan karakter kawasan yang sulit ditiru kompetitor.
Mengubah tantangan persaingan menjadi peluang untuk membangun positioning yang lebih spesifik dan relevan.
Mengintegrasikan ritel, kuliner, hiburan, komunitas, hunian, perkantoran, dan hospitality dalam satu ekosistem yang saling mendukung.
Membangun persepsi brand melalui pengalaman tempat yang konsisten, unik, dan mudah dikenali oleh target audiens.
Maka Fripipel membutuhkan strategi branding yang terintegrasi.
Saatnya produk Fripipel tidak hanya dikenal, tetapi juga menjadi pilihan utama di pasar melalui product Branding yang tepat.
Start Friday Asia Brand & Business Strategy Consultingmembantu brand berkembang melalui:
Branding & positioning strategy
Website dan landing page berbasis SEO
Content strategy yang relevan dengan tren
Digital campaign untuk meningkatkan exposure
Pastikan brand Fripipel berkembang bersama Start Friday Asia Brand & Business Strategy Consulting. Integrasikan layanan Business Consultingserta Brand Strategy Consulting untuk menciptakan product Branding yang lebih kuat, kompetitif, dan berkelanjutan.
Baca juga :

