Nokia Nggak Mati, Cuma Lagi Upgrade Dan Sekarang Mereka Balik Lagi Bikin Kita Nostalgia

Surabaya, StartFriday.Asia - Nokia memang sempat menghilang dari radar setelah era kejayaan ponsel fitur klasik mereka berakhir. Tapi kini, mereka kembali muncul dengan strategi baru yang memadukan desain ikonik masa lalu dengan teknologi modern. Produk-produk barunya tetap membawa nuansa nostalgia, namun sudah diperbarui sesuai kebutuhan pengguna zaman sekarang. Perusahaan yang kini lisensi ponselnya dipegang oleh HMD Global ini telah merilis kembali beberapa seri legendaris seperti Nokia 3310 dan Nokia 8210 dengan tampilan retro namun fitur yang lebih canggih. Langkah ini menjadi strategi unik untuk menyasar pengguna yang rindu akan masa lalu, sekaligus memperkenalkan nilai “sederhana dan tahan lama” pada generasi baru.

Make it stand out

Whatever it is, the way you tell your story online can make all the difference.

HMD Global, perusahaan asal Finlandia, adalah pihak yang kini memproduksi dan memasarkan ponsel Nokia. Sejak mendapatkan lisensi merek Nokia pada 2016, HMD Global berusaha menghidupkan kembali kejayaan brand legendaris ini dengan pendekatan baru yang lebih relevan untuk pasar saat ini. Tim di balik HMD Global terdiri dari para mantan eksekutif Nokia, yang memahami kekuatan emosional dan nilai historis dari merek tersebut. Mereka menggabungkan pengalaman lama dengan inovasi baru, membuat produk Nokia tidak hanya sekadar ponsel, tetapi juga simbol identitas dan kenangan.

Make it stand out

Whatever it is, the way you tell your story online can make all the difference.

Kebangkitan Nokia mulai terasa sejak 2017 saat mereka merilis ulang Nokia 3310 dalam versi modern. Sejak saat itu, peluncuran seri-seri lawas dengan pembaruan terus dilakukan secara berkala, termasuk pada event teknologi seperti Mobile World Congress (MWC) setiap tahunnya. Meskipun tidak secepat vendor lain dalam ekspansi, Nokia secara konsisten hadir kembali di pasar global dan Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Tahun 2023 dan 2024 menjadi momentum penting karena mereka juga mulai menjajaki ekosistem digital dan perangkat berbasis Android dengan kualitas software yang semakin solid.

Kebangkitan Nokia tidak hanya terjadi di Eropa sebagai markas besarnya, tapi juga menyentuh pasar-pasar Asia seperti India dan Indonesia, di mana mereka memiliki basis pengguna loyal sejak dulu. Di negara-negara ini, ponsel fitur (feature phone) Nokia tetap memiliki permintaan stabil, terutama karena daya tahan baterai dan kesederhanaannya. Bahkan di Indonesia, produk seperti Nokia 105 dan Nokia 110 tetap banyak dicari, khususnya oleh kalangan yang membutuhkan ponsel kedua atau ponsel untuk kebutuhan komunikasi dasar. Selain itu, ponsel Android Nokia kelas entry dan mid-range mulai menarik perhatian karena kombinasi harga terjangkau dan jaminan pembaruan software.

Nokia sadar bahwa kekuatan nostalgia bisa menjadi pintu masuk untuk menciptakan kembali relevansi mereka. Di tengah kejenuhan pasar ponsel pintar yang cenderung seragam, mereka menawarkan sesuatu yang berbeda: nilai emosional, kesederhanaan, dan durabilitas — sesuatu yang mulai dirindukan pengguna. Selain itu, strategi Nokia juga menyasar pasar dengan kebutuhan spesifik, seperti pelajar, pengguna lanjut usia, atau pengguna yang ingin “detox” dari smartphone. Dengan mengusung misi “technology with a purpose”, Nokia mencoba tidak hanya menjual perangkat, tetapi juga gaya hidup yang lebih seimbang.

Nokia mengandalkan kekuatan brand heritage mereka dengan desain yang familiar, namun di-upgrade dengan fitur modern seperti kamera, layar warna, konektivitas 4G, dan sistem operasi ringan. Mereka juga fokus pada daya tahan baterai, kualitas rakitan, dan kepraktisan penggunaan. Untuk menjangkau pasar yang lebih luas, Nokia bekerja sama dengan retail, e-commerce, dan operator lokal untuk mendistribusikan produk mereka. Selain itu, pendekatan pemasaran mereka banyak mengandalkan sentuhan emosional dan storytelling, mengingatkan kembali pengguna akan masa-masa saat Nokia menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari.

Previous
Previous

Rose All Day Cosmetics, Brand Lokal Sukses yang Digemari Generasi Muda

Next
Next

Netflix Punya Cara Bikin Kita Niat Nonton 1 Episode Tapi Tiba-Tiba Udah Season Finale