Dari Pasar Tradisional ke Destinasi Kuliner Perjalanan Place Branding Pasar Atom Surabaya

Surabaya, Start Friday Asia — Pasar Atom barangkali satu-satunya pusat perbelanjaan di Surabaya yang perjalanannya bisa ditelusuri hingga ke tepian Kali Pegirian, jauh sebelum kata "mal" dikenal di kota ini. Dari sekadar tempat berjualan informal di kawasan Pecinan, Pasar Atom kini dikenal luas sebagai pusat emas sekaligus surga kuliner legendaris yang selalu ramai dikunjungi warga Surabaya maupun wisatawan. Bagi fripipel yang tumbuh besar di Surabaya, ungkapan "belum lengkap ke Surabaya kalau belum ke Pasar Atom" bukan sekadar slogan promosi, melainkan cerminan nyata dari ikatan emosional masyarakat terhadap tempat ini.

Apa yang Membuat Pasar Atom Bertransformasi dari Pasar Tradisional Menjadi Destinasi Kuliner Ikonik?

Pasar Atom adalah pusat perbelanjaan dan perdagangan yang terletak di Surabaya Utara, tepatnya di kawasan Jalan Bunguran dan Jalan Stasiun Kota. Berbeda dari kebanyakan mal modern yang dibangun langsung dalam skala besar, Pasar Atom justru berevolusi dari sebuah pasar tradisional informal yang berkembang di sepanjang Kali Pegirian pada awal abad ke-20, tempat para pedagang menjual kebutuhan sehari-hari sekaligus kuliner khas peranakan Tionghoa.

Yang membuat transformasinya begitu unik adalah bagaimana pasar ini berkembang secara bertahap, tanpa kehilangan akar budayanya sebagai bagian dari kawasan Pecinan Surabaya. Pembangunan gedung permanen dimulai pada 1972 oleh PT Prosam Plano & Co bersama dukungan Pemerintah Kotamadya Surabaya, dan dilakukan secara berjenjang hingga tahap kelima pada awal 1980-an, dengan setiap tahap difokuskan pada kategori dagang yang berbeda.

Beberapa fakta yang menunjukkan bagaimana Pasar Atom berkembang menjadi destinasi yang kaya fungsi antara lain:

  • Tahap pembangunan kedua secara khusus difokuskan untuk sektor makanan dan kuliner, sementara tahap ketiga untuk konveksi, tahap keempat untuk grosir, dan tahap kelima untuk ritel modern.

  • Pasar Atom tercatat sebagai gedung pertama di Surabaya yang menggunakan eskalator, menandai langkah awal modernisasi pusat perbelanjaan kota.

  • Kini, kompleks ini memiliki lebih dari 2.600 stan yang tersebar di dua gedung besar, menjual pakaian, elektronik, perhiasan, hingga makanan.

  • Pasar Atom dikenal luas sebagai pusat perhiasan emas terbesar di Surabaya sejak era 1980 hingga 1990-an.

Kombinasi antara fungsi perdagangan, perhiasan, dan kuliner legendaris dalam satu kawasan inilah yang menjadikan Pasar Atom lebih dari sekadar pasar biasa, melainkan representasi hidup dari sejarah ekonomi dan budaya Surabaya selama lebih dari lima dekade.

Siapa Saja Pihak yang Berperan dalam Perjalanan Panjang Pasar Atom?

Perjalanan formal Pasar Atom tidak lepas dari peran PT Prosam Plano & Co sebagai investor utama yang memulai pembangunan gedung permanen pada 1972, bekerja sama dengan Pemerintah Kotamadya Surabaya. Kolaborasi antara pihak swasta dan pemerintah kota ini menunjukkan bagaimana revitalisasi kawasan pasar informal menjadi pusat perdagangan tertutup membutuhkan dukungan lintas sektor sejak awal prosesnya.

Sosok penting lain di balik keunikan arsitektur Pasar Atom adalah Harjono Sigit, mantan Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember yang juga dikenal sebagai ayah dari penyanyi Maia Estianty. Desain tangga melayang tanpa penyangga yang ia ciptakan menjadi yang pertama diterapkan di Surabaya, sekaligus menegaskan bahwa Pasar Atom bukan sekadar bangunan komersial biasa, melainkan juga karya arsitektur yang diperhitungkan pada masanya.

Komunitas Tionghoa Surabaya turut menjadi pihak yang tidak terpisahkan dari identitas Pasar Atom. Sebagai bagian dari kawasan Pecinan, pasar ini mencerminkan sejarah panjang migrasi, asimilasi, dan dinamika sosial masyarakat Tionghoa di Surabaya, tercermin dari banyaknya pedagang etnis Tionghoa yang berjualan di sini, sekaligus kuliner khas peranakan yang menjadi daya tarik utama kawasan ini hingga sekarang.

Para pedagang kuliner legendaris juga menjadi pihak penting yang memperkuat reputasi Pasar Atom sebagai destinasi makan. Salah satu contohnya adalah Cakue Peneleh yang telah melayani pengunjung sejak 1988, bersama deretan pedagang lain seperti Lontong Mie Ny. Marlia dan Soto Ayam Lamongan Djoko Tarup, yang bersama-sama membentuk reputasi Pasar Atom sebagai surga kuliner autentik Surabaya.

Kapan Tahapan Penting Transformasi Pasar Atom Terjadi?

Sejarah nama Pasar Atom sendiri sudah tercatat sejak 1950 dengan ejaan "Atoom", jauh sebelum bangunan permanen yang dikenal saat ini berdiri. Ejaan nama ini kemudian berubah menjadi "Pasar Atum" pada 1989, sebelum akhirnya dikenal luas sebagai "Mall Pasar Atom" pada era 2000-an, seiring revitalisasi besar-besaran yang menggabungkan konsep pasar tradisional dengan pusat perbelanjaan modern.

Titik penting lain terjadi pada 6 Februari 1978, ketika pembangunan gedung mulai dirampungkan, sebelum akhirnya diresmikan secara resmi pada 25 Juni 1979. Pembangunan berlanjut secara bertahap hingga Tahap V pada 1984, menandai selesainya seluruh rangkaian pembangunan awal kompleks Pasar Atom.

Beberapa tonggak waktu penting dalam perjalanan Pasar Atom dapat dirangkum sebagai berikut:

  • 1950: Nama "Atoom" mulai tercatat sebagai identitas pasar dalam catatan pemerintah kota.

  • 1972: Pembangunan gedung permanen dimulai oleh PT Prosam Plano & Co bersama Pemkot Surabaya.

  • 25 Juni 1979: Peresmian resmi Pasar Atom setelah pembangunan tahap awal rampung.

  • 1980–1984: Pembangunan berlanjut hingga tahap kelima, melengkapi fungsi ritel modern dan swalayan.

  • 1989: Perubahan ejaan nama menjadi "Pasar Atum".

  • 2007: Pasar Atom Mall, bagian modern dari kompleks ini, resmi dibuka untuk umum.

Rangkaian waktu ini menunjukkan bahwa identitas Pasar Atom sebagai destinasi belanja dan kuliner tidak terbentuk secara instan, melainkan hasil dari proses panjang selama lebih dari tujuh dekade, mulai dari pasar informal di tepi sungai hingga menjadi kompleks perbelanjaan modern yang dikenal saat ini.

Baca juga: Bagaimana Ekspansi Galaxy Mall Memperkuat Posisi Surabaya Timur sebagai Destinasi Lifestyle

Di Mana Posisi Pasar Atom dalam Kawasan Pecinan dan Sejarah Kota Surabaya?

Pasar Atom berlokasi di Jalan Bunguran Nomor 45 dan Jalan Stasiun Kota, tepat di jantung kawasan Pecinan Surabaya, tidak jauh dari kawasan wisata Kya-Kya dan Jembatan Merah yang sarat nilai sejarah. Posisi ini menjadikan Pasar Atom dapat diakses dari empat arah jalan utama kota, yaitu Jalan Bunguran, Jalan Waspada, Jalan Siaga, dan Jalan Stasiun Kota, sehingga sangat strategis bagi aktivitas perdagangan sejak awal berdirinya.

Kedekatan lokasi dengan Jembatan Merah menjadikan kawasan Pasar Atom bukan sekadar pusat ekonomi, tetapi juga saksi bisu peristiwa bersejarah, termasuk perjuangan arek-arek Suroboyo pada 10 November 1945. Nilai historis semacam ini memberikan lapisan makna tambahan bagi Pasar Atom, menjadikannya lebih dari sekadar tempat transaksi jual beli semata.

Dari sudut pandang place branding, lokasi Pasar Atom di kawasan Pecinan memberikan keunggulan alami yang sulit ditiru oleh pusat perbelanjaan modern lain di Surabaya. Nuansa budaya Tionghoa yang kental, mulai dari arsitektur sekitar hingga ragam kuliner khas peranakan, menjadi daya tarik tersendiri yang membedakan Pasar Atom dari mal-mal konvensional yang cenderung seragam dari sisi desain maupun suasana.

Kedekatan dengan Pelabuhan Tanjung Perak turut memperkuat posisi strategis Pasar Atom sejak masa lalu, karena kawasan ini menjadi salah satu titik distribusi barang penting bagi perdagangan kota. Kombinasi lokasi bersejarah, nuansa budaya, dan aksesibilitas yang baik inilah yang menjadikan Pasar Atom tetap relevan sebagai destinasi utama warga Surabaya lintas generasi.

Mengapa Perjalanan Place Branding Pasar Atom Begitu Unik Dibanding Pusat Perbelanjaan Modern Lain?

Perjalanan place branding Pasar Atom begitu unik karena identitasnya tidak dibangun melalui strategi pemasaran modern yang terencana sejak awal, melainkan terbentuk secara organik dari kebiasaan masyarakat dan sejarah panjang kawasan Pecinan itu sendiri. Berbeda dengan mal-mal baru yang membangun citra brand dari nol, Pasar Atom justru mewarisi identitas budaya yang sudah ada jauh sebelum bangunan permanennya berdiri.

Dari sudut pandang place branding, kekuatan Pasar Atom terletak pada otentisitas yang sulit direplikasi, terutama pada aspek kulinernya. Deretan kuliner legendaris seperti nasi cumi, cakue, hingga kupang petis, bukan sekadar menu tambahan, melainkan bagian inti dari identitas tempat ini yang telah diwariskan lintas generasi pedagang, menciptakan ikatan emosional kuat antara pengunjung dan tempat ini.

Perubahan nama dari "Atoom" menjadi "Pasar Atum" hingga akhirnya "Mall Pasar Atom" juga mencerminkan bagaimana identitas tempat ini terus beradaptasi mengikuti perkembangan zaman, tanpa sepenuhnya menghapus akar sejarahnya. Pendekatan semacam ini menunjukkan bahwa place branding yang kuat tidak selalu harus dimulai dari nol, tetapi bisa juga dibangun dengan cara merawat dan mengembangkan identitas yang sudah ada sejak lama.

Bagi fripipel yang mempelajari strategi place branding, kasus Pasar Atom menjadi contoh berharga bahwa sebuah tempat dapat membangun daya tarik kuat justru dari keaslian sejarah dan budaya yang dimilikinya, bukan semata dari kemegahan bangunan atau kelengkapan jenama internasional seperti yang biasa ditemukan di mal-mal modern lainnya.

Bagaimana Pasar Atom Mempertahankan Identitasnya sebagai Destinasi Kuliner dan Belanja hingga Kini?

Untuk mempertahankan relevansinya, Pasar Atom terus merawat warisan kulinernya dengan memberi ruang bagi pedagang legendaris untuk tetap berjualan, seperti Cakue Peneleh yang telah bertahan sejak 1988 hingga sekarang. Konsistensi menjaga pedagang lama ini menjadi salah satu kunci utama yang membuat Pasar Atom tetap dipercaya sebagai rujukan kuliner autentik di tengah menjamurnya kafe dan restoran modern di Surabaya.

Pengelola juga aktif memanfaatkan media sosial resmi, seperti akun Instagram @pasaratom yang telah memiliki puluhan ribu pengikut, untuk terus mempromosikan berbagai penawaran dan informasi terbaru kepada pengunjung. Langkah ini menunjukkan bahwa meski berakar dari tradisi panjang, Pasar Atom tetap beradaptasi dengan kebutuhan komunikasi digital masyarakat masa kini.

Perhatian dari berbagai pihak, termasuk kunjungan pejabat negara pada awal 2025 yang menegaskan pentingnya keberlangsungan Pasar Atom bagi penguatan ekonomi sekaligus penopang hidup masyarakat sekitar, turut menjadi bukti bahwa tempat ini masih dianggap signifikan secara sosial dan ekonomi, jauh melampaui fungsinya sebagai sekadar tempat berbelanja.

Pada akhirnya, keberlangsungan Pasar Atom sebagai destinasi belanja dan kuliner ikonik Surabaya akan sangat bergantung pada kemampuannya menjaga keseimbangan antara pelestarian tradisi dan adaptasi terhadap kebutuhan zaman. Bagi fripipel yang ingin merasakan perpaduan sejarah, budaya, dan cita rasa autentik Surabaya dalam satu kunjungan, Pasar Atom membuktikan bahwa place branding yang paling kuat sering kali lahir bukan dari rekayasa pemasaran, melainkan dari kejujuran sejarah dan konsistensi menjaga warisan yang sudah ada sejak lama.

Data & Statistik

Pasar Atom Surabaya
Indikator Data / Informasi
Lokasi Jl. Bunguran No. 45 dan Jl. Stasiun Kota, Surabaya, Jawa Timur
Kawasan Surabaya Utara, kawasan Pecinan yang dekat dengan Kya-Kya, Jembatan Merah, dan akses menuju Pelabuhan Tanjung Perak
Positioning Pusat perdagangan, belanja, perhiasan emas, dan destinasi kuliner legendaris yang memadukan tradisi dengan konsep pusat perbelanjaan modern
Target Utama Masyarakat Surabaya lintas generasi, wisatawan, pencinta kuliner, serta pengunjung yang mencari produk perdagangan dan kuliner khas Surabaya
Tenant dan Fasilitas Lebih dari 2.600 stan yang menawarkan pakaian, elektronik, perhiasan, makanan, kuliner khas, serta berbagai kebutuhan perdagangan dan ritel
Daya Tarik Kuliner legendaris seperti nasi cumi, cakue, dan kupang petis, pusat perhiasan emas, serta nuansa budaya dan sejarah kawasan Pecinan Surabaya
Keunggulan Lokasi Berada di kawasan Pecinan dengan akses dari Jl. Bunguran, Jl. Waspada, Jl. Siaga, dan Jl. Stasiun Kota serta dekat dengan kawasan bersejarah Jembatan Merah
Identitas Tempat Destinasi belanja dan kuliner ikonik Surabaya yang dibangun dari sejarah perdagangan, budaya Tionghoa, kuliner autentik, dan kebiasaan masyarakat lintas generasi
Place Branding Diperkuat melalui pelestarian kuliner legendaris, warisan budaya, keberadaan pedagang lokal, sejarah kawasan Pecinan, serta adaptasi komunikasi digital terhadap perkembangan zaman

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Ingin Place Branding Fripipel Se-Kuat Pasar Atom?

Jika Fripipel ingin:

  • Membangun identitas tempat yang kuat melalui sejarah, budaya, dan karakter lokal yang autentik.

  • Mempertahankan elemen legendaris yang sudah melekat di masyarakat sambil tetap beradaptasi dengan perkembangan zaman.

  • Menjadikan kuliner khas sebagai bagian utama dari identitas dan daya tarik sebuah tempat.

  • Menciptakan pengalaman yang menggabungkan perdagangan, kuliner, budaya, dan interaksi sosial dalam satu kawasan.

  • Memanfaatkan kekuatan komunitas dan pedagang lokal untuk membangun ikatan emosional dengan pengunjung lintas generasi.

  • Mengembangkan place branding secara organik melalui konsistensi pengalaman, warisan budaya, dan relevansi terhadap kebutuhan pengunjung masa kini.

Maka Fripipel membutuhkan strategi branding yang terintegrasi.

Saatnya produk Fripipel tidak hanya dikenal, tetapi juga menjadi pilihan utama di pasar melalui product Branding yang tepat.

Start Friday Asia Brand & Business Strategy Consultingmembantu brand berkembang melalui:

  • Branding & positioning strategy

  • Website dan landing page berbasis SEO

  • Content strategy yang relevan dengan tren

  • Digital campaign untuk meningkatkan exposure

Pastikan brand Fripipel berkembang bersama Start Friday Asia Brand & Business Strategy Consulting. Integrasikan layanan Business Consultingserta Brand Strategy Consulting untuk menciptakan product Branding yang lebih kuat, kompetitif, dan berkelanjutan.

Baca juga :

Rian Kurniawan - Start Friday Asia Brand and Business Strategy Consulting

Helps Your Business Grow Meaningfully. Since 2012, we've been helping luxury and premium businesses, from boutique hotels to fashion brands, build strong identities and strategies that generate real growth. Now with AI powered insights for faster, more informed decisions.

https://startfriday.asia
Previous
Previous

InterContinental Bali Sanur Resort dan Strategi Memadukan Luxury dengan Karakter Lokal Bali

Next
Next

Bagaimana Ekspansi Galaxy Mall Memperkuat Posisi Surabaya Timur sebagai Destinasi Lifestyle