Plaza Surabaya Dulu Rumah Sakit Simpang Kini Menjadi Bagian dari Identitas Kota

Surabaya, Start Friday Asia — Plaza Surabaya mungkin hanya terlihat seperti pusat perbelanjaan keluarga biasa bagi sebagian pengunjungnya saat ini. Namun di balik lorong-lorong ritel dan gerai makanannya, tersimpan lapisan sejarah panjang yang jarang diketahui banyak orang, yakni jejak sebuah rumah sakit tertua di Surabaya yang pernah menjadi saksi perjuangan arek-arek Suroboyo. Bagi fripipel yang terbiasa berbelanja di kawasan Jalan Pemuda, kisah transformasi dari rumah sakit kolonial menjadi mal modern ini menjadi contoh menarik bagaimana sejarah dapat terus hidup dan membentuk identitas sebuah tempat. Artikel ini akan mengupas perjalanan Plaza Surabaya melalui kerangka 5W 1H, agar fripipel memahami bagaimana masa lalu dan masa kini bertemu dalam satu bangunan yang sama.

Apa yang Membuat Plaza Surabaya Berbeda dari Pusat Perbelanjaan Lain di Kota Ini?

Plaza Surabaya adalah pusat perbelanjaan yang berdiri di kawasan Surabaya Pusat, tepat bersebelahan dengan Monumen Kapal Selam, salah satu landmark bersejarah kota. Yang membuat mal ini berbeda dari kompetitornya adalah lokasinya yang menempati lahan bekas Rumah Sakit Simpang, sebuah fasilitas kesehatan kolonial yang usianya jauh lebih tua dibandingkan sebagian besar bangunan komersial modern di Surabaya.

Rumah Sakit Simpang sendiri, yang dulu dikenal dengan nama Centrale Burgerlijke Ziekeninrichting atau CBZ, tercatat sebagai rumah sakit tertua di kota ini. Bangunan tersebut dibangun atas perintah Gubernur Jenderal Daendels pada awal 1800-an untuk menggantikan rumah sakit lama yang ada sebelumnya. Fakta sejarah ini menjadikan lokasi Plaza Surabaya bukan sekadar tanah kosong yang dibangun ulang, melainkan situs yang menyimpan lapisan waktu panjang sejak era kolonial hingga masa kemerdekaan.

Beberapa fakta menarik yang menjadikan Plaza Surabaya unik dari sisi historis maupun komersial antara lain:

  • Berdiri di atas lahan bekas rumah sakit tertua di Surabaya yang sempat menangani korban Pertempuran Surabaya 1945.

  • Sempat menyandang status sebagai pusat perbelanjaan terbesar di Asia Tenggara pada masa peresmiannya tahun 1988.

  • Menjadi rumah bagi gerai McDonald's yang kini disebut sebagai salah satu cabang tertua di Indonesia setelah gerai Sarinah tutup pada 2020.

  • Berdekatan langsung dengan Monumen Kapal Selam, sehingga menyatukan aktivitas belanja dengan wisata sejarah dalam satu kawasan.

Kombinasi antara nilai historis dan fungsi komersial inilah yang menjadikan Plaza Surabaya lebih dari sekadar mal biasa, melainkan simpul yang menghubungkan cerita masa lalu kota dengan gaya hidup masyarakat urban saat ini.

Siapa Saja Pihak yang Berperan dalam Transformasi dari Rumah Sakit Menjadi Pusat Perbelanjaan?

Transformasi lahan Rumah Sakit Simpang menjadi pusat perbelanjaan modern tidak lepas dari peran pemerintah pada masa itu. Setelah fungsi kesehatannya dilebur ke Rumah Sakit Umum Daerah dr. Soetomo pada era 1970-an, lahan bekas rumah sakit ini kemudian dijual kepada pihak swasta untuk dikembangkan menjadi kawasan komersial baru di pusat kota.

Pada tahun 1988, mal ini diresmikan langsung oleh Presiden Soeharto dengan nama awal Surabaya Delta Plaza. Kehadiran seorang kepala negara dalam peresmian ini menunjukkan betapa pentingnya proyek tersebut pada masanya, sekaligus menegaskan ambisi besar untuk menjadikan Surabaya memiliki pusat perbelanjaan modern yang setara dengan kota-kota besar lain di Asia Tenggara.

Babak baru kembali terjadi ketika Salim Group, melalui anak usahanya PT Bayu Beringin Lestari, mengambil alih kepemilikan Delta Plaza tiga tahun setelah peresmian dan mengubah namanya menjadi Plaza Surabaya. Meski nama resminya berubah, sebutan Delta Plaza tetap melekat kuat di ingatan warga Surabaya hingga sekarang, menunjukkan betapa kuatnya identitas lama yang sudah terbentuk sejak awal berdirinya mal ini.

Selain para pengembang dan pemilik, pihak lain yang turut membentuk identitas Plaza Surabaya adalah para tenantlegendaris yang bertahan hingga puluhan tahun, seperti gerai McDonald's yang kini menjadi salah satu cabang tertua di Indonesia. Kehadiran tenant dengan usia operasional panjang semacam ini turut memperkuat nilai historis Plaza Surabaya di mata masyarakat, sekaligus menjadi bukti bahwa mal ini mampu bertahan melewati berbagai perubahan zaman.

Kapan Momentum Penting dalam Perjalanan Plaza Surabaya Terjadi?

Sebelum menjadi mal, lokasi Plaza Surabaya sudah memiliki sejarah panjang sejak sebelum tahun 1900-an sebagai rumah sakit kolonial. Fasilitas kesehatan ini bahkan sempat menghadapi wabah kolera pada 1868 dan 1869, sebuah periode yang menunjukkan betapa vitalnya peran rumah sakit ini bagi masyarakat Surabaya pada masa itu.

Momentum paling menentukan dalam perubahan fungsi lahan ini terjadi pada tahun 1988, ketika Surabaya Delta Plaza resmi dibuka dan menjadi pusat perbelanjaan modern ketiga di Surabaya, setelah Tunjungan Plaza dan Hi-Tech Mall. Pada masa itu, Delta Plaza bahkan sempat digadang sebagai pusat perbelanjaan terbesar di Asia Tenggara, sebuah pencapaian besar bagi Surabaya sebagai kota di luar Jakarta.

Beberapa tonggak waktu penting dalam sejarah Plaza Surabaya dapat dirangkum sebagai berikut:

  • Sebelum 1900-an: Rumah Sakit Simpang atau CBZ mulai beroperasi di kawasan tersebut.

  • 1970-an: Fungsi rumah sakit dilebur ke RSUD dr. Soetomo dan lahan mulai beralih kepemilikan.

  • 1988: Surabaya Delta Plaza resmi diresmikan oleh Presiden Soeharto.

  • 27 Maret 1991: BKPM mencabut izin investasi akibat masalah operasional pada masa awal, sebelum akhirnya diambil alih Salim Group.

  • Pascaakuisisi Salim Group: Nama berganti menjadi Plaza Surabaya dan bertahan hingga saat ini.

Perjalanan waktu ini menunjukkan bahwa Plaza Surabaya bukanlah kisah kesuksesan yang berjalan mulus sejak awal, melainkan hasil dari berbagai fase pasang surut, mulai dari kejayaan awal, masalah pengelolaan, hingga proses pengambilalihan yang akhirnya membawa mal ini pada bentuknya yang dikenal masyarakat saat ini.

Baca juga: Marvell City Menghadapi Akhir Masa Jaya di Tengah Persaingan Mall Surabaya

Di Mana Posisi Plaza Surabaya dalam Peta Sejarah dan Geografis Kota?

Plaza Surabaya terletak di kawasan Surabaya Pusat, tepatnya di Jalan Pemuda, salah satu ruas jalan paling ikonik dan bersejarah di kota ini. Posisi ini menjadikan Plaza Surabaya berada tepat di tengah denyut nadi aktivitas pemerintahan dan bisnis kota, berdampingan dengan berbagai bangunan penting lain peninggalan era kolonial maupun awal kemerdekaan.

Kedekatan lokasi Plaza Surabaya dengan Monumen Kapal Selam menjadi salah satu keunikan tersendiri, karena pengunjung mal ini bisa langsung mengakses area monumen bersejarah tersebut dari kawasan parkir. Hal ini menciptakan perpaduan unik antara aktivitas belanja modern dengan wisata edukasi sejarah maritim, sesuatu yang jarang ditemukan pada pusat perbelanjaan lain di Surabaya.

Dari perspektif place branding, posisi geografis semacam ini sangat menguntungkan karena Plaza Surabaya secara otomatis terhubung dengan narasi sejarah kota yang sudah dikenal luas, baik melalui kisah Rumah Sakit Simpang maupun kedekatannya dengan monumen perjuangan. Sebuah tempat akan lebih mudah membangun identitas yang kuat apabila lokasinya sudah memiliki lapisan makna historis sejak awal, dan Plaza Surabaya memiliki keunggulan alami dalam hal ini.

Selain nilai historis, aksesibilitas Plaza Surabaya juga tergolong sangat baik karena berada di jalur utama yang menghubungkan berbagai kawasan penting Surabaya Pusat. Kombinasi antara lokasi strategis, nilai sejarah, dan kedekatan dengan landmark kota menjadikan Plaza Surabaya sebagai salah satu titik temu penting antara masa lalu dan masa kini Surabaya.

Mengapa Jejak Sejarah Rumah Sakit Simpang Penting bagi Identitas Plaza Surabaya Saat Ini?

Jejak sejarah Rumah Sakit Simpang penting karena memberikan lapisan makna yang tidak dimiliki oleh pusat perbelanjaan lain yang dibangun di atas lahan kosong tanpa latar belakang historis. Fakta bahwa rumah sakit ini pernah menjadi tempat perawatan korban Pertempuran Surabaya, sekaligus lokasi para pejuang menyusun strategi, menjadikan tanah tempat Plaza Surabaya berdiri sarat dengan nilai perjuangan dan kepahlawanan kota.

Dari sudut pandang place branding, keberadaan narasi sejarah semacam ini menjadi aset yang sangat berharga. Sebuah tempat tidak hanya dikenal karena fungsinya saat ini, tetapi juga karena cerita yang melekat padanya. Kisah transformasi dari rumah sakit kolonial menjadi pusat perbelanjaan modern memberikan Plaza Surabaya identitas yang unik, sulit ditiru oleh mal-mal lain yang tidak memiliki latar belakang sejarah serupa.

Menariknya, sejarah kelam ini justru turut memunculkan berbagai cerita rakyat dan legenda urban di kalangan masyarakat, yang meski bersifat mistis, secara tidak langsung ikut menjaga ingatan kolektif warga terhadap asal-usul bangunan ini. Fenomena semacam ini menunjukkan bagaimana sejarah, baik dalam bentuk fakta maupun cerita turun-temurun, dapat menjadi bagian dari daya tarik dan pembeda sebuah tempat di mata publik.

Bagi fripipel yang tertarik dengan konsep place branding, kasus Plaza Surabaya membuktikan bahwa sejarah bukan beban yang harus disembunyikan, melainkan modal berharga yang dapat memperkuat identitas sebuah kawasan komersial. Alih-alih menghapus jejak masa lalu, Plaza Surabaya justru diuntungkan oleh narasi historis yang membuatnya lebih dari sekadar tempat belanja biasa.

Bagaimana Plaza Surabaya Menjaga Warisan Sejarah Sekaligus Relevansi Kekinian?

Untuk tetap relevan di tengah persaingan pusat perbelanjaan modern, Plaza Surabaya secara konsisten menghadirkan bauran tenant yang mengikuti perkembangan zaman, mulai dari gerai makanan cepat saji internasional seperti KFC dan Burger King, hingga jenama kekinian seperti Mixue dan Richeese Factory. Strategi ini memastikan mal tetap menarik bagi generasi muda tanpa harus meninggalkan jejak sejarah panjang yang sudah melekat padanya.

Konsep family mall yang diusung Plaza Surabaya juga menjadi salah satu cara mempertahankan relevansi, dengan menghadirkan kebutuhan lintas generasi dalam satu tempat, mulai dari hiburan keluarga hingga kebutuhan belanja harian. Pendekatan ini menunjukkan bagaimana sebuah pusat perbelanjaan dapat terus berkembang tanpa kehilangan karakter aslinya sebagai bagian dari sejarah kota.

Kedekatan dengan Monumen Kapal Selam juga terus dimanfaatkan sebagai nilai tambah, menjadikan kawasan ini bukan hanya destinasi belanja, tetapi juga bagian dari rute wisata sejarah bagi warga maupun wisatawan yang berkunjung ke Surabaya Pusat. Sinergi semacam ini memperkuat posisi Plaza Surabaya sebagai simpul yang menyatukan aktivitas ekonomi dan edukasi sejarah dalam satu kawasan.

Pada akhirnya, keberlangsungan Plaza Surabaya ke depan akan sangat bergantung pada kemampuannya menjaga keseimbangan antara pembaruan bisnis dan pelestarian nilai sejarah. Bagi fripipel yang ingin memahami bagaimana sebuah tempat bisa terus relevan lintas generasi, Plaza Surabaya adalah bukti nyata bahwa identitas yang kuat justru lahir dari keberanian merangkul sejarah, bukan menghapusnya, sekaligus terus beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat kota yang terus berubah.

Data & Statistik

Plaza Surabaya
Indikator Data / Informasi
Lokasi Jl. Pemuda, Surabaya Pusat
Sejarah Lokasi Bekas Rumah Sakit Simpang atau CBZ (Centrale Burgerlijke Ziekenhuis)
Mulai Beroperasi 1988 dengan nama Surabaya Delta Plaza
Perubahan Nama Menjadi Plaza Surabaya setelah diambil alih PT. Bayu Beringin Lestari pada 1991
Konsep Family mall dengan pusat perbelanjaan, kuliner, hiburan, dan kebutuhan keluarga
Tenant dan Fasilitas Supermarket, department store, restoran, gerai makanan cepat saji, hiburan, bioskop, dan berbagai tenant ritel
Daya Tarik Lokasi strategis, sejarah Rumah Sakit Simpang, kedekatan dengan Monumen Kapal Selam, dan pengalaman belanja keluarga
Identitas Tempat Perpaduan sejarah kota, pusat perbelanjaan modern, lokasi strategis, dan karakter sebagai family mall
Place Branding Memanfaatkan sejarah lokasi, identitas kawasan, landmark sekitar, tenant, pengalaman pengunjung, dan relevansi lintas generasi

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Ingin Place Branding Fripipel Se-Kuat Plaza Surabaya?

Jika Fripipel ingin:

  • Membangun identitas tempat yang kuat melalui sejarah dan karakter yang unik.

  • Mengubah cerita masa lalu menjadi bagian dari pengalaman pengunjung.

  • Menciptakan karakter tempat yang berbeda dan mudah dikenali.

  • Memperkuat positioning melalui lokasi, ruang, aktivitas, dan tenant yang relevan.

  • Membangun persepsi positif dengan menghubungkan sejarah, identitas, dan pengalaman secara konsisten.

Maka Fripipel membutuhkan strategi branding yang terintegrasi.

Saatnya produk Fripipel tidak hanya dikenal, tetapi juga menjadi pilihan utama di pasar melalui product Branding yang tepat.

Start Friday Asia Brand & Business Strategy Consultingmembantu brand berkembang melalui:

  • Branding & positioning strategy

  • Website dan landing page berbasis SEO

  • Content strategy yang relevan dengan tren

  • Digital campaign untuk meningkatkan exposure

Pastikan brand Fripipel berkembang bersama Start Friday Asia Brand & Business Strategy Consulting. Integrasikan layanan Business Consultingserta Brand Strategy Consulting untuk menciptakan product Branding yang lebih kuat, kompetitif, dan berkelanjutan.

Baca juga :

Rian Kurniawan - Start Friday Asia Brand and Business Strategy Consulting

Helps Your Business Grow Meaningfully. Since 2012, we've been helping luxury and premium businesses, from boutique hotels to fashion brands, build strong identities and strategies that generate real growth. Now with AI powered insights for faster, more informed decisions.

https://startfriday.asia
Previous
Previous

Start Friday Asia Brand & Business Strategy Consulting Mengoptimalkan Creator Marketing untuk Pertumbuhan Brand Bersama Meta Festival Online 2026

Next
Next

Marvell City Menghadapi Akhir Masa Jaya di Tengah Persaingan Mall Surabaya