Personal Branding Hermanto Tanoko, CEO Tancorp Group

CEO Tancorp Group, Hermanto Tanoko

Surabaya, StartFriday.Asia - Tanggal 15 Maret 2020 menjadi momen yang sulit dilupakan bagi Hermanto Tanoko. Penetapan pandemi Covid-19 sebagai bencana nasional memberikan berubah drastis membuat dunia usaha menghadapi tantangan yang belum pernah dialami sebelumnya. Hermanto Tanoko menyadari bahwa krisis ini berbeda dari apa pun yang pernah ia hadapi sepanjang perjalanan bisnisnya.

Hermanto Tanoko juga memahami bahwa ketidakpastian tersebut dirasakan oleh semua orang di sekelilingnya. Tidak ada peta jalan yang jelas, tidak ada pengalaman masa lalu yang bisa dijadikan pegangan. Namun, satu hal pasti: keputusan tetap harus diambil, karena kelangsungan perusahaan menyangkut nasib puluhan ribu karyawan.

Dalam kondisi tersebut, Hermanto Tanoko memilih bersikap tenang dan rasional. Ia tidak membiarkan situasi berjalan tanpa arah. Langkah awal yang diambil adalah mengumpulkan seluruh jajaran pimpinan tertinggi Tancorp untuk berdiskusi secara menyeluruh mengenai langkah yang harus ditempuh. Pertemuan itu bukan sekadar formalitas, melainkan ruang untuk merumuskan strategi bertahan dan bertumbuh di tengah keterbatasan. Dari sinilah arah kepemimpinan Hermanto Tanoko di masa krisis mulai terlihat jelas.

Prinsip Dasar: Bisnis Harus Tetap Berjalan

Bagi Hermanto Tanoko, perusahaan adalah ekosistem yang hidup. Ketika aktivitas bisnis terhenti, dampaknya tidak hanya pada angka, tetapi juga pada kehidupan banyak keluarga. Karena itu, ia menegaskan bahwa Tancorp harus tetap bergerak, meski dengan berbagai penyesuaian. “Dalam masa seperti itu, kita tidak tahu seperti apa ke depannya. Tapi kita harus punya prinsip agar tetap bisa berjalan di tengah keterbatasan,” ujarnya kepada Fortune Indonesia. Prinsip ini kemudian menjadi landasan dalam setiap pengambilan keputusan strategis.

Alih-alih terjebak pada ketakutan dan ketidakpastian, Hermanto Tanoko mendorong timnya untuk fokus pada hal-hal yang masih bisa dikendalikan. Efisiensi operasional, kecepatan pengambilan keputusan, serta keberanian membaca peluang menjadi kunci utama. Pendekatan ini mencerminkan karakter kepemimpinannya yang adaptif dan realistis. Tidak reaktif, tetapi juga tidak pasif. Sebuah keseimbangan yang krusial di tengah situasi krisis.

Ketika Banyak Menahan Diri, Tancorp Tetap Melangkah

Hasil dari diskusi para pimpinan Tancorp menghasilkan satu keputusan penting: perusahaan tidak akan berdiam diri. Di tengah pandemi, Tancorp justru memilih untuk terus mencari peluang dan melakukan ekspansi secara terukur. Keputusan ini tentu bukan tanpa risiko. Namun, Hermanto Tanoko meyakini bahwa menunggu terlalu lama justru bisa memperbesar ancaman bagi keberlangsungan bisnis. Strategi ini terbukti efektif. Selama pandemi, perusahaan tetap berada dalam kondisi sehat, bahkan mencatat pertumbuhan omzet.

“Yang kita kerjakan justru lebih banyak dibandingkan sebelum pandemi. Kalau banyak orang menunggu atau menyalahkan situasi, kami tidak,” ujarnya. Pernyataan ini menggambarkan filosofi kepemimpinannya yang berorientasi pada aksi, bukan keluhan. Dari sini, personal branding Hermanto Tanoko semakin kuat sebagai pemimpin yang melihat krisis bukan sebagai hambatan semata, melainkan sebagai momentum untuk bergerak lebih cepat dan lebih cermat.

Baca Juga: Personal Branding Lim Hariyanto Wijaya Sarwono Founder Harita Group

Mengelola Skala Besar dengan Strategi Lincah

CEO Tancorp Group, Hermanto Tanoko

Sebagai CEO Tancorp Group, Hermanto Tanoko memimpin perusahaan induk yang berdiri sejak 2015 dan kini menaungi delapan subholding, 41 unit bisnis, serta 53 pabrik. Portofolio bisnisnya mencakup berbagai sektor, mulai dari consumer goods, kesehatan, F&B, properti, hingga perhotelan dan private equity. Dengan total sekitar 24.000 karyawan, setiap keputusan strategis memiliki dampak luas. Oleh karena itu, Hermanto Tanoko menyadari bahwa pendekatan bisnis konvensional tidak lagi cukup, terutama dalam situasi yang sangat dinamis seperti pandemi.

Salah satu langkah yang diambil adalah mengadakan pertemuan harian antar pimpinan. Tujuannya untuk memantau kondisi secara real time dan menyesuaikan strategi dengan cepat sesuai perkembangan di lapangan. Pendekatan ini menunjukkan gaya kepemimpinan yang sigap dan responsif. Tidak menunggu laporan panjang, tetapi langsung mengambil langkah berdasarkan data dan kondisi aktual.

Citra Pemimpin: Tumbuh Bersama Tekanan

Dari keseluruhan perjalanan ini, terlihat jelas bahwa personal branding Hermanto Tanoko terbentuk melalui tindakan nyata, bukan sekadar narasi. Ia dikenal sebagai pemimpin yang tetap berdiri tegak di tengah tekanan, dengan keputusan yang terukur dan berorientasi jangka panjang. Kepemimpinannya menonjolkan keberanian mengambil risiko yang diperhitungkan, kepercayaan pada tim, serta disiplin dalam eksekusi. Ia tidak memposisikan diri sebagai figur yang menyalahkan keadaan, melainkan sebagai pengambil tanggung jawab.

Bagi Fripipel yang sedang mempelajari dunia bisnis dan kepemimpinan, kisah ini menunjukkan bahwa krisis bukan akhir dari segalanya. Dengan prinsip yang kuat dan arah yang jelas, krisis justru bisa menjadi titik pertumbuhan. Pada akhirnya, inilah esensi personal branding Hermanto Tanoko: pemimpin yang tidak menunggu keadaan membaik, tetapi tetap melangkah untuk menciptakan peluang di tengah ketidakpastian.

Baca Juga: Personal Branding Theodore "Teddy" Permadi Rachmat, Pendiri Triputra Group

Previous
Previous

Abura Soba Yamatoten, Evolusi Terakhir Budaya Ramen Jepang yang Mengguncang Lidah

Next
Next

The Apurva Kempinski Bali, Tawarkan Pengalaman Menginap Mewah dengan Layanan Kelas Dunia di Pulau Dewata