Personal Branding Theodore "Teddy" Permadi Rachmat, Pendiri Triputra Group
Theodore “Teddy” Permadi Rachmat: Membangun Kesempatan, Menumbuhkan Bangsa
Surabaya, StartFriday.Asia - Menyebut Theodore Permadi Rachmat—atau yang lebih akrab disapa Teddy Rachmat—sebagai pebisnis besar Indonesia terasa kurang memadai. Sepanjang hidupnya, ia tidak sekadar membangun perusahaan, melainkan membuka jalan, menciptakan kesempatan, dan menanamkan nilai bagi banyak generasi. Dalam lanskap industri Tanah Air, jejak Theodore Permadi Rachmat bukan hanya terlihat dari angka dan aset, tetapi dari manusia-manusia yang tumbuh bersamanya.
Sebagai pendiri Triputra Group, sekaligus figur sentral di balik United Tractors, Astra Group, dan Adaro Group, Theodore Permadi Rachmat menjadikan bisnis sebagai medium pengabdian. Ia memandang perusahaan bukan sekadar mesin laba, melainkan ekosistem pembelajaran, kolaborasi, dan kontribusi jangka panjang bagi bangsa.
Bisnis sebagai Jalan Membuka Kesempatan
Bagi Theodore Permadi Rachmat, membangun perusahaan selalu identik dengan membuka kesempatan. Dalam pidatonya saat menerima gelar doktor kehormatan dari ITB pada 2019, ia menegaskan bahwa merintis dan membesarkan berbagai grup usaha adalah bentuk rasa terima kasih kepada bangsa. Kesempatan kerja, pajak bagi negara, hingga tumbuhnya ekonomi lokal menjadi dampak nyata dari keputusan-keputusan bisnis yang diambilnya.
Pendekatan ini membuat bisnis tidak berdiri sendiri, melainkan terhubung langsung dengan kehidupan sosial. Ratusan ribu tenaga kerja terserap, rantai ekonomi informal tumbuh, dan daerah-daerah baru berkembang seiring hadirnya aktivitas industri. Theodore Permadi Rachmat melihat efek ini sebagai “multiplikasi”, seperti reaksi kimia yang terus melahirkan unsur baru.
Personal branding Theodore Permadi Rachmat pun melekat pada gagasan bahwa kesuksesan sejati diukur dari seberapa luas manfaat yang bisa dirasakan orang lain. Ia membangun bukan untuk dirinya sendiri, melainkan untuk menciptakan ruang tumbuh bagi sebanyak mungkin pihak.
Membangun Kapabilitas, Bukan Sekadar Perusahaan
Salah satu fokus utama Theodore Permadi Rachmat adalah pengembangan kapabilitas manusia, khususnya di bidang teknik dan manajemen. Di perusahaan-perusahaan yang ia rintis dan kelola, belasan ribu engineer ditempa melalui praktik problem solving, operational excellence, dan disiplin industri kelas dunia.
Bagi Theodore Permadi Rachmat, investasi pada manusia jauh lebih penting daripada investasi pada aset fisik semata. Ia percaya bahwa ketika seseorang dibekali pola pikir yang tepat, dampaknya akan berlipat ganda. Para engineer dan profesional yang pernah dibina kemudian menyebar ke berbagai sektor, membawa kompetensi dan nilai yang sama.
Inilah kontribusi jangka panjang Theodore Permadi Rachmat terhadap bangsa: membantu membangun engineering capability Indonesia. Bukan hanya menghasilkan produk atau proyek, tetapi melahirkan sumber daya manusia yang mampu bersaing dan berkontribusi di level global.
Baca Juga: Personal Branding Irawati Setiady Presiden Direktur Kalbe Farma
Kolaborasi di Atas Perbedaan
Dalam berbagai kesempatan, Theodore Permadi Rachmat kerap menekankan pentingnya kerja sama. Sebagai warga negara yang hidup di tengah keberagaman etnis, budaya, dan latar belakang, ia meyakini bahwa kemajuan Indonesia hanya bisa dicapai jika fokus diarahkan pada kolaborasi, bukan perbedaan.
“Indonesia akan lebih maju kalau Indonesia tidak konsentrasi ke perbedaan,” ujarnya dalam sebuah tayangan di kanal YouTube Bisniscom. Pernyataan ini bukan sekadar slogan, melainkan prinsip yang ia terapkan dalam kepemimpinan dan pengelolaan organisasi.
Di perusahaan, nilai kolaborasi diterjemahkan dalam budaya kerja yang inklusif, saling menghargai, dan terbuka terhadap ide. Theodore Permadi Rachmat pun identik dengan figur pemersatu—pemimpin yang mengajak banyak pihak berjalan bersama menuju tujuan yang lebih besar.
Warisan Nilai untuk Generasi Penerus
Lebih dari sekadar membangun grup usaha, Theodore Permadi Rachmat menanamkan nilai-nilai yang diharapkan terus hidup melampaui dirinya. Integritas, kerja keras, pembelajaran berkelanjutan, dan rasa tanggung jawab sosial menjadi fondasi yang diwariskan kepada generasi penerus.
Ia menyadari bahwa bisnis akan terus berubah, teknologi akan berkembang, dan pasar akan bertransformasi. Namun nilai dan pola pikir adalah jangkar yang membuat organisasi tetap relevan dan berkelanjutan. Theodore Permadi Rachmat dikenang bukan hanya sebagai pendiri Triputra Group, tetapi sebagai arsitek nilai—seseorang yang menjadikan bisnis sebagai alat untuk membangun manusia, masyarakat, dan bangsa secara utuh.
Baca Juga: Personal Branding Lim Hariyanto Wijaya Sarwono Founder Harita Group
Frippel dapat menyiarkan ulang, menulis ulang, dan atau menyalin konten ini dengan mencantumkan sumber Startfriday.asia
Ketinggalan informasi bisa bikin kamu insecure, Frippel. Yuk, ikuti artikel terbaru Startfriday.asia dengan mengklik tombol bintang di Google News .
Why You Can Trust Start Friday Asia
Sebagai firma konsultasi strategi brand dan bisnis berskala internasional, Start Friday Asia Brand and Business Strategy Consulting mengintegrasikan kekuatan data analitik yang presisi dengan intuisi kreatif yang progresif untuk membedah secara global sekitar 50 juta merek atau bisnis baru yang lahir dari berbagai negara setiap tahunnya. Setiap rekomendasi strategis kami disusun melalui riset pasar lintas budaya yang mendalam dan validasi pakar industri global, memastikan bahwa setiap solusi yang kami berikan bukan sekadar tren sesaat, melainkan langkah bisnis berbasis fakta yang aman, kredibel, dan mampu memenangkan persaingan di pasar global.

