Personal Branding Irfan Setiaputra Direktur Utama Garuda Indonesia (Persero)
Pemimpin yang Datang di Saat Krisis
Surabaya, StartFriday.Asia - Irfan Setiaputra barangkali merupakan satu dari sedikit pemimpin BUMN yang secara terbuka dan berulang kali meminta mundur dari jabatannya—namun justru tidak pernah dikabulkan. Bukan tanpa alasan. Ketika ia ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk pada Januari 2020, maskapai flag carrier tersebut tengah berada di titik terendah dalam sejarahnya. Kerugian finansial menahun, tumpukan utang raksasa, hingga berbagai skandal tata kelola telah menggerus kepercayaan publik dan internal perusahaan.
Situasi itu belum termasuk badai yang datang tak lama setelahnya. Pandemi Covid-19 menghantam industri penerbangan global, dan Garuda menjadi salah satu yang terdampak paling keras. Penerbangan berhenti, pendapatan nyaris nol, sementara kewajiban terus berjalan. Bahkan, Wakil Menteri BUMN kala itu secara terbuka menyebut Garuda sudah “pailit secara teknikal”. Dalam kondisi inilah Irfan Setiaputra tidak datang sebagai penyelamat instan, melainkan sebagai pemimpin yang bersedia memikul beban terberat.
Krisis sebagai Ujian Karakter Kepemimpinan
Alih-alih mencari pembenaran atau kambing hitam, Irfan Setiaputra memilih pendekatan yang tidak populer: menghadapi krisis secara rasional, tenang, dan terbuka. Di tengah tekanan publik, internal, serta pemangku kepentingan global, ia menempatkan dirinya sebagai problem solver, bukan sekadar eksekutor kebijakan.
Kepemimpinan Irfan Setiaputra diuji bukan oleh ekspansi atau pertumbuhan, melainkan oleh kemampuan bertahan dan menata ulang fondasi. Dalam fase ini, Garuda bahkan disebut beroperasi “bak zombie”—hidup secara operasional, namun nyaris mati secara finansial. Namun justru di ruang sempit inilah karakter kepemimpinan Irfan terbentuk: disiplin, tidak reaktif, dan berorientasi pada solusi jangka panjang.
Restrukturisasi Utang Terbesar dalam Sejarah BUMN
Salah satu warisan terpenting Irfan Setiaputra adalah keberhasilannya memimpin restrukturisasi utang Garuda Indonesia senilai sekitar Rp140 triliun—salah satu yang terbesar dalam sejarah BUMN Indonesia. Proses ini melibatkan ratusan kreditur internasional, lessor pesawat, lembaga keuangan, hingga vendor global, dengan dinamika negosiasi yang sangat kompleks.
Tidak ada jalan pintas dalam proses tersebut. Irfan Setiaputra dan timnya harus membangun kembali kepercayaan, menunjukkan itikad baik, serta meyakinkan para kreditur bahwa Garuda masih memiliki masa depan. Dalam konteks personal branding, fase ini menegaskan Irfan Setiaputra sebagai pemimpin yang mampu bekerja dalam tekanan ekstrem, mengelola kepentingan multipihak, dan tetap konsisten pada tujuan pemulihan perusahaan.
Baca Juga: Personal Branding Suparno Djasmin Director-In-Charge Astra Financial
Filosofi Kepemimpinan: Positif di Tengah Tekanan
Menariknya, Irfan Setiaputra tidak mengaitkan keberhasilan restrukturisasi ini dengan kecerdasan finansial semata. Ia justru menekankan aspek mental dan sikap sebagai modal utama. Dalam Fortune Summit 2023, Irfan Setiaputra menyampaikan prinsip kepemimpinan yang terdengar sederhana, namun sulit dieksekusi.
“Jangan mengeluh, jangan menyalahkan siapa-siapa, dan tetap ceria. Tiga hal ini secara normatif mudah, namun saat kita harus eksekusi, beratnya luar biasa karena kita tidak terbiasa untuk melakukannya,” ujarnya. Pernyataan ini mencerminkan personal branding Irfan Setiaputra sebagai pemimpin dengan emotional resilience tinggi—mampu menjaga stabilitas diri di tengah ketidakpastian ekstrem.
Warisan Kepemimpinan yang Lebih dari Sekadar Angka
Lebih dari sekadar neraca keuangan, warisan Irfan Setiaputra terletak pada perubahan cara pandang terhadap kepemimpinan di BUMN. Ia menunjukkan bahwa dalam krisis terdalam, kepemimpinan bukan soal pencitraan, melainkan keberanian untuk bertahan, mengambil keputusan sulit, dan menjaga integritas proses.
Irfan Setiaputra mungkin tidak dikenang sebagai CEO yang membawa Garuda terbang paling tinggi, tetapi ia akan diingat sebagai pemimpin yang menjaga Garuda tetap hidup ketika nyaris semua orang meragukannya. Dalam lanskap personal branding, Irfan Setiaputra merepresentasikan sosok crisis leader—pemimpin yang relevansinya justru paling terasa saat keadaan berada di titik paling gelap.
Baca Juga: Personal Branding Candra Ciputra, Direktur Utama Ciputra Development
5 Strategi Branding Brand Global di Roblox yang Bisa Fripipel Tiru!
Apa itu Danantara Indonesia? Simak Lengkap Disini!
Which of the following describes what you are primarily looking for in an opportunity?
Select One:
Wait a Second...
Let us take a quick look at your website and we'll send you some helpful insights.
Worth a try, right?
Awesome! One More Step
Drop your details below and we'll send that website analysis straight to you.

