Personal Branding Sigit Priawan Djokosoetono, Wakil Direktur Utama PT Blue Bird Tbk

Personal Branding Sigiti Priawan Djokosoetono

Surabaya, StartFriday.Asia - Sigit Priawan Djokosoetono bukan sekadar eksekutif di balik meja. Namanya dikenal sebagai salah satu figur kunci yang membawa PT Blue Bird Tbk melewati masa paling menantang dalam sejarah industri transportasi nasional: pandemi Covid-19. Meski masa jabatannya sebagai Direktur Utama terbilang singkat, kepemimpinan Sigit meninggalkan jejak strategis yang kuat hingga kini.

Sebelum bertukar posisi dengan Adrianto Djokosoetono pada Juni 2023, Sigit Priawan Djokosoetono menjabat sebagai Direktur Utama Blue Bird sejak Agustus 2021. Periode tersebut menempatkannya di tengah badai krisis, ketika mobilitas masyarakat turun drastis dan bisnis transportasi berada di titik nadir. Namun, justru di masa inilah karakter kepemimpinannya terlihat jelas.

Dari Teknik Mesin ke Pucuk Pimpinan Transportasi Nasional

Latar belakang akademik Sigit Priawan Djokosoetono terbilang solid. Ia merupakan lulusan Sarjana Teknik Mesin dari Universitas Trisakti (1993), kemudian melanjutkan pendidikan Magister Bisnis di Simon School of Business, University of Rochester, New York. Kombinasi latar teknik dan manajerial ini membentuk cara berpikirnya yang sistematis sekaligus strategis.

Kariernya di Blue Bird dimulai jauh sebelum menduduki kursi tertinggi. Sejak 2012, Sigit Priawan Djokosoetono telah menjadi bagian dari jajaran direksi dan memahami operasional perusahaan dari berbagai sisi. Pengalaman panjang ini membuatnya tidak hanya menguasai angka dan laporan, tetapi juga realitas lapangan. Bagi Sigit Priawan Djokosoetono, kepemimpinan bukan soal titel, melainkan pemahaman menyeluruh terhadap bisnis yang dijalankan—dari mesin kendaraan hingga pengalaman pelanggan.

Turun ke Lapangan, Menyamar Jadi Sopir Taksi

Salah satu momen yang paling melekat dalam personal branding Sigit Priawan Djokosoetono adalah aksinya menyamar sebagai sopir taksi dan petugas customer service. Aksi ini sempat viral di media sosial pada Mei 2023, namun bagi Sigit, langkah tersebut bukan pencitraan semata.

Ia memang dikenal rutin turun langsung ke lapangan untuk merasakan apa yang dialami pengemudi dan pelanggan. Dari kemacetan, keluhan penumpang, hingga tantangan operasional sehari-hari, semuanya ia alami sendiri. Pendekatan ini membuat kebijakan yang diambilnya lebih membumi dan relevan. Bagi Sigit Priawan Djokosoetono, empati adalah fondasi kepemimpinan. Dengan memahami kondisi nyata di lapangan, perusahaan bisa merancang strategi yang lebih tepat sasaran dan berorientasi pada pelayanan.

Baca Juga: Personal Branding Hermanto Tanoko, CEO Tancorp Group

Membalik Kerugian Menjadi Keuntungan di Tengah Pandemi

Personal Branding Sigiti Priawan Djokosoetono

Saat pandemi melanda, Blue Bird sempat mencatat kerugian sebesar Rp163,18 miliar pada 2020. Kondisi ini menjadi ujian besar bagi manajemen. Namun di bawah kepemimpinan Sigit Priawan Djokosoetono, perusahaan perlahan bangkit dan berhasil mencatat laba Rp7,71 miliar pada 2021.

Menurut Sigit Priawan Djokosoetono, kunci kebangkitan tersebut terletak pada kepercayaan konsumen dan strategi yang disiplin. Mulai dari perawatan armada, efisiensi operasional, hingga percepatan transformasi digital, semuanya dilakukan agar perusahaan siap saat mobilitas kembali dibuka. “Kepercayaan konsumen dan strategi yang tepat membuat kami siap fokus ke pelayanan ketika regulasi pemerintah memungkinkan mobilitas,” ujarnya dalam sebuah siniar. Pernyataan ini mencerminkan pendekatannya yang visioner namun tetap realistis.

Pertumbuhan Berkelanjutan Pasca-Pandemi

Kinerja positif Blue Bird tidak berhenti di 2021. Laba perusahaan melonjak signifikan menjadi Rp364 miliar pada 2022 dan kembali naik ke Rp453 miliar pada 2023. Angka tersebut bahkan melampaui laba sebelum pandemi yang berada di level Rp315,62 miliar. Capaian ini menegaskan bahwa strategi yang dirancang di masa krisis tidak bersifat sementara, melainkan menjadi fondasi pertumbuhan jangka panjang. Digitalisasi layanan, peningkatan kualitas armada, serta fokus pada pengalaman pelanggan terbukti memberikan dampak nyata.

Sebagai Wakil Direktur Utama PT Blue Bird Tbk saat ini, Sigit Priawan Djokosoetono dikenal membawa semangat kepemimpinan yang adaptif, rendah hati, dan berbasis pengalaman nyata—sebuah personal branding yang relevan di era bisnis yang terus berubah.

Baca Juga: Personal Branding Hotman Paris, Ketika Profesi Hukum Bertemu Strategi Popularitas

Previous
Previous

88 SEOUL Buka di Indonesia, Wajib Cobain kalo Fripipel Pencinta Kuliner Korea

Next
Next

Apa itu Sustainability Branding? AI & Sustainable Future untuk Bisnis Masa Depan